Rasyid harus terpaksa mengizinkan Kia izin dari perkuliahan untuk mengantarnya pergi ke dokter. Sepanjang perjalanan Rasyid berdoa semoga saja kebutaannya ini hanya sementara. Rasyid hanya mengkhawatirkan kebahagiaan Kia, bagaimana Kia akan bahagia menghabiskan hidup dengan orang buta seperti dirinya. Rasyid harus rela dirinya dibonceng Kia karena memang keadaannya tak memungkinkan untuk membonceng Kia. Motor terdengar berhenti, kemudian pasutri tersebut turun dari motor. Tanpa diminta, Kia langsung menggandeng tangan Rasyid.
"Dek...maaf ya merepotkan kamu"
"Mas...tolong jangan minta maaf ya. Sekarang kita fokus sama penyembuhan mas" ucap Kia terus melangkah menggandeng Rasyid. Tanpa mereka sadari seorang gadis tengah memperhatikan mereka dengan tatapan heran. Gadis itu adalah Maya, si