Kejadian beberapa hari di kafe membuat Rasyid agak khawatir dan posesif kepada Kia. Entah mengapa ancaman gadis yang tidak di kenal itu berhasil membuat hati Rasyid gundah. Perkataannya yang menyiratkan bahwa gadis itu akan membuat Kia celaka. Rasyid memijit kepalanya pelan karena merasa akhir-akhir ini sering merasa mendadak pusing dan matanya berkunang-kunang. Tadi dia abai dan fokus mengawasi Kia.
"Loh mas belum tidur ?" Ucap Kia saat membuka kamar kontrakannya. Tadi waktu di kedai Rasyid bilang sakit kepala dan langsung istirahat. Tetapi kenapa sampai sekarang Rasyid masih terjaga.
"Mau dipijit kamu dulu baru bisa tidur" ucap Rasyid manja. Kia tersenyum kemudian mendekat dan memijit kepala seta bahu Rasyid.
"Enak nggak mas pijitanku ?"
"enak dong sayang" ucap Rasyid sumringah.