Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh dellaeeng33
BAB 1 – DIJUALHujan salju turun tanpa suara di desa kecil Korvin, terletak di wilayah terpencil pegunungan timur Eropa. Udara dingin menggigit tulang, menusuk hingga ke jantung. Di antara rumah-rumah reyot yang tertutup salju, satu gubuk kayu berdiri paling suram—di sanalah gadis itu tinggal.Namanya Elya Ivankova, seorang gadis yatim piatu yang sejak usia lima belas harus bertahan hidup sendirian setelah kedua orang tuanya meninggal karena demam berdarah. Tidak ada warisan. Tidak ada keluarga. Tidak ada belas kasihan dari siapa pun. Di desa yang miskin dan keras itu, kelemahan bukan hanya diabaikan—tetapi dihancurkan.Elya hidup dari mengumpulkan kayu bakar, menukar air minum dengan telur busuk, dan sesekali membersihkan rumah tetangga demi sepotong roti basi. Gadis itu kurus, pipinya cekung, dan tubuhnya hanya dibalut mantel tua milik ibunya yang sudah robek di beberapa bagian. Tapi matanya tetap jernih. Dan di balik keheningan, ia menyimpan sesuatu yang membuat banyak pria tua di desa itu tidak tenang: kecantikan polos yang menua tanpa perlindungan.Hingga malam itu datang.Langit pekat. Angin meniupkan salju ke segala arah. Elya sedang menghangatkan diri di dekat perapian kecil ketika pintu gubuknya tiba-tiba didobrak.“Elya Ivankova?” suara lelaki asing yang berat dan dingin menggema dari ambang pintu. Dua pria bertubuh besar berdiri di sana, mengenakan mantel hitam dan sarung tangan kulit. Salah satunya membawa koper, satunya lagi membawa kain hitam dan borgol.Elya mematung. Jantungnya berdetak begitu keras hingga terasa di leher."Apa... siapa kalian?" suaranya gemetar.Pria itu tidak menjawab. Mereka masuk, dan sebelum Elya sempat berlari, satu dari mereka menahan tubuhnya, membekap mulutnya dengan tangan berbau rokok dan logam.Ia dibawa keluar dalam keadaan mata ditutup dan tangan terikat.Tidak ada yang menolong. Tidak ada yang bertanya.Karena semua orang tahu: gadis itu telah dijual.Di Mobil HitamPerjalanan dalam mobil berlangsung berjam-jam. Elya tidak tahu ke mana ia dibawa. Ia tidak tahu siapa yang membelinya. Tapi ia mendengar bisikan—bahwa dirinya akan diberikan pada seseorang yang tidak mengenal kata ‘ampun’. Mafia. Raja Dunia Hitam.Leonhart Vasiliev.Nama yang bahkan polisi takut ucapkan. Namanya beredar sebagai penguasa senjata gelap, perdagangan manusia, dan penyelundupan berlian di lima negara. Tapi bagi dunia luar, dia hanyalah pria misterius di balik jas mahal dan kaca hitam.Ketika akhirnya kain di matanya dilepas, Elya terbelalak.Ia berada di halaman depan sebuah mansion megah, berdiri di tengah ladang salju yang luas, dikelilingi pagar besi tinggi dan kamera pengawas. Bangunan itu menjulang dingin seperti kastel tua, dengan lampu-lampu redup yang membuat segala sesuatu terlihat menyeramkan.Elya digiring masuk seperti binatang.Pertemuan PertamaRuangan itu sangat luas, lebih besar dari seluruh rumah di desanya. Lantai marmer mengilap, chandelier menggantung dari langit-langit tinggi, dan aroma tembakau mahal menyelimuti udara. Di ujung ruangan, duduklah seorang pria dengan jas gelap dan rambut pirang keperakan yang disisir rapi ke belakang. Matanya biru, dingin seperti danau beku, dan wajahnya terlalu sempurna—tapi bukan sempurna yang menenangkan. Ia tampak seperti patung berbahaya.Leonhart Vasiliev menatap Elya seolah ia adalah barang.“Ini dia?” tanyanya datar, tak melihat langsung ke wajah gadis itu.“Ya, Tuan. Masih perawan. Tak pernah menyentuh kota,” kata pria bertubuh besar di sampingnya.Leonhart berdiri perlahan. Langkahnya tenang, nyaris tanpa suara. Ia menghampiri Elya yang berdiri dengan lutut gemetar.“Siapa namamu?” tanyanya pelan.“E-Elya…” jawab gadis itu, suara serak.Leonhart mengangkat dagu gadis itu dengan jari telunjuknya. Tatapannya tajam, menusuk jauh ke dalam jiwa.“Sekarang bukan lagi Elya,” katanya sambil menatap lurus ke mata gadis itu. “Mulai hari ini, kau akan dipanggil Budak.”Jantung Elya serasa berhenti berdetak.“Dan kau akan hidup... hanya untuk menuruti perintahku.”Malam PertamaIa tidak diberi kamar. Ia dikurung di ruang bawah tanah dingin, gelap, dan penuh debu. Lantai keras, selimut tidak ada. Makan malam? Sebungkus roti basi dan air keran. Di luar, hujan salju masih turun. Tapi di dalam sel sempit itu, Elya merasa seperti telah dilemparkan ke dalam dunia lain—dunia tempat manusia tidak dihargai lebih dari sekadar boneka.Malam itu ia menangis. Terisak tanpa suara, memeluk lututnya yang lemah. Tapi jauh di dalam hatinya, sebuah bisikan kecil mulai tumbuh.“Jika aku harus bertahan... maka aku akan bertahan.”ic_default
Karena kamu suka Mafia & Gangster, mungkin kamu suka ini juga:

Cantika putri
Mafia & Gangster