Bagian 1 – Bayangan yang Mengintai
Malam itu kota tampak terlelap, namun di sebuah ruangan bawah tanah yang tersembunyi, Rafael Digantara masih duduk tegak. Matanya menatap layar besar yang menampilkan diagram, bagan, dan rekaman. Di sekitarnya, cahaya biru pucat dari monitor berkilau, menyoroti wajah kerasnya.
“Aku sudah mengatur semuanya dengan sempurna,” gumamnya sambil menyesap anggur merah. “Namun tetap saja, sesuatu terasa… goyah.”
Ia memandang sosok Nadine yang berdiri di sudut ruangan, tangannya bersedekap. Wanita itu tampak gelisah, meski berusaha menyembunyikannya dengan tatapan dingin.
“Kenapa kau terlihat ragu, Nadine?” suara Rafael menusuk.
“Aku tidak ragu,” balas Nadine cepat. “Aku hanya… ingin memastikan kita tidak meremehkan mereka. Arsen lebih tangguh dari yang kita k