Bagian 1 – Bayangan di Ambang Kekuasaan
Langit malam begitu pekat, seakan menyimpan rahasia yang tak ingin terungkap. Di jendela kamarnya, Arsen berdiri menatap jauh ke arah kota yang berkilauan di bawah sana. Lampu-lampu jalan tampak seperti bintang-bintang yang tersebar di bumi, namun bagi Arsen, cahaya itu hanyalah kedok dari kegelapan yang lebih dalam.
“Dunia ini… semakin asing,” gumamnya pelan.
Di belakangnya, Alena masuk membawa secangkir teh hangat. Senyum tipis ia paksakan, meski hatinya masih diliputi kecemasan setelah semua peristiwa yang mereka lalui. “Kau belum istirahat juga?” tanyanya lembut.
Arsen menoleh, menerima teh itu. “Sulit tidur. Terlalu banyak hal yang berputar di kepala.”
Alena duduk di kursi dekat ranjang, menatapnya dengan cemas. “Kau takut?”
Arsen tersenyu