Bagian 1 – Tugas yang Membebani
Langit sore berwarna kelabu, menandai perubahan musim. Hujan tipis turun membasahi halaman depan markas keluarga Digantara. Di balik kaca jendela besar, Arsen berdiri tegak dengan pandangan kosong. Tangannya memegang segelas kopi yang sudah lama dingin.
Di belakangnya, Seno masuk perlahan. “Ars,” panggilnya pelan.
Arsen tidak langsung menoleh. “Ada laporan baru?”
Seno mengangguk, meletakkan berkas di meja. “Rafael menginginkanmu memimpin operasi besar minggu depan. Targetnya adalah sindikat yang selama ini memasok senjata ke musuh. Operasi ini menentukan—kalau gagal, jaringan kita bisa runtuh.”
Arsen menghela napas berat, meletakkan gelas kopi. “Tentu saja. Paman selalu memastikan semua beban jatuh di pundakku.”
Seno menatap sahabatnya itu dengan priha