Bagian 1 – Bayangan di Balik Janji
Ruang rapat keluarga Prameswari malam itu dipenuhi keheningan yang menekan. Di atas meja panjang dari kayu jati, berkas-berkas perjanjian sudah tertata rapi.
Dinda duduk di ujung kursi, ekspresinya keras, sementara Alena di sampingnya tampak tegang. Tangannya menggenggam erat ujung gaunnya, seolah mencari kekuatan dari lipatan kain.
Rafael, dengan setelan jas hitam yang selalu rapi, duduk berhadapan dengan mereka. Senyum tipis terukir di wajahnya, tapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang sulit ditebak.
“Ini bukan sekadar kesepakatan bisnis,” kata Rafael, suaranya berat namun penuh kendali. “Ini adalah jalan untuk menjaga kedua keluarga kita tetap berdiri di tengah badai.”
Dinda menatapnya tajam. “Dan jalan itu adalah dengan menikahkan adikku?”
Rafa