Bagian 1 – Bayangan Luka yang Tertinggal
Matahari sore merayap perlahan di ufuk barat, langit memerah, seolah merefleksikan darah dan air mata yang baru saja mengalir beberapa hari sebelumnya. Penangkapan Rafael mengguncang banyak pihak, meninggalkan luka sekaligus kelegaan bagi Arsen Digantara dan orang-orang yang ia cintai. Namun, luka di hati tidak pernah sembuh secepat luka di kulit.
Arsen duduk di balkon rumah besar keluarga Digantara. Pikirannya melayang ke masa lalu, ke wajah ibunya yang dulu selalu menasihati agar ia berhati-hati dengan darah sendiri. Kata-kata itu kembali menusuk. Benar, keluarga bisa menjadi penyelamat, tapi juga bisa menjadi racun paling mematikan.
Seno mendekat, meletakkan secangkir kopi hitam di meja. “Bos, semua sudah aman. Rafael akan sulit keluar dari je