31 Desember 2029, Washington DC, Ruang Timur, Gedung Putih
(Dalam Bahsa Inggris)
“Besok adalah tahun yang baru, tapi hari ini bukan hari terakhir. PBB yang kita hidupi di negara kita telah menjadi duri dalam daging dan menjadi mata-mata bagi musuh-musuh Amerika. Kita telah dituduh dengan kegilaan yang menganggap kita sebagai bangsa yang cemburu dan bermartabat rendah. Dan Ini adalah penghinaan!”
Matt Damon mengeraskan wajahnya. Ia adalah seorang bekas aktor yang menjadi Presiden Amerika dari Partai Demokrat. Situasi internasional belakangan ini banyak menekan pemerintahannya. Kebijakan dalam negerinya yang berjudul “Amerika for Amerika”, untuk mengurangi angka pengangguran dan kealitas hidup para pensiunan telah mengakibatkan banyak negara-negara yang dulunya mereka donasi beralih ke China dan Rusia.
Secara Nasional, kebijakan ini disambut baik. Uang orang Amerika difokuskan hanya untuk kepentingan pembangunan daerah-daerah pinggiran, sehingga migrasi penduduk mulai bergerak dari pusat ke daerah. Perusahaan-perusahaan raksasa mereka ditarik untuk investasi lebih besar di dalam negeri dengan mengurangi pajak investasi bagi pengusaha lokal, dan menaikkan pajak bagi investor asing.
Ia juga lebih memfokuskan Investasi luar negeri sebagai investasi satu atap. Artinya Amerika tidak lagi berinvestasi atas nama perusahaan, tapi atas nama negara. Dan semua itu dititik beratkan pada lingkup regional bukan internasional.
Kebijakan ini didukung oleh kongres, yang waktu itu kebetulan berisi seratus persen orang muda. Kebanyakan dari mereka memang adalah “pewaris” dari orangtuanya, namun dalam sejarah Amerika baru kali ini kongres diisi oleh orang-orang yang di bawah umur 45 tahun. Mereka benar-benar agresif dan dinamis. Selalu siap menyambut pemikiran-pemikiran segar, tapi juga siap menjatuhkan pikiran-pikiran yang penuh teori dan birokratif.
Kebijakan itu juga disambut pengusaha-pengusaha Raksasa Amerika yang mulai kewalahan dalam persaingan global. Gerakan-gerakan nasionalisme baru di Asia dan Afrika menyulitkan mereka mendominasi atas nama kualitas “American Brand”, yang berjaya pada milenium sebelumnya. Bisa dibilang kebijakan ini adalah pembukaan “Pasar Baru yang diabaikan”.
Tapi akibatnya tidak terlalu baik bagi situasi internasional mereka. Penarikan besar-besaran uang dan orang Amerika ternyata diikuti oleh sekutu-sekutunya dan membuat secara global ekonomi hampir lumpuh. Perdagangan dan Keuangan Global mendekati nol transaksi yang berdampak buruk bagi negara-negara kecil dan berdampak besar terhadap penyeludupan dan kejahatan lintas negara. Akibatnya, diperlukan suatu hegemoni baru. Saat itulah China memainkan peranan mereka sebagai “New Emerging Forces.”
(Dalam Bahasa Inggris)
“Apa yang kita lakukan adalah mengungkapkan kebenaran. Tapi mereka mengatakan itu fitnah. Bagaimana mungkin orang-orang hebat seperti kita menjadi tukang fitnah? Amerika tidak membutuhkan Fitnah untuk menjadi hebat!”, Ia setengah berteriak sambil memukul-mukul podium.
(Sejenak para wartawan berhenti memfoto, seperti tersihir kata-kata sang Presiden)
Matt Damon berbalik sambil menghusap rambut bagian belakangnya, lalu kembali ke podium,”Amerika didirikan oleh para leluhur kita, adalah atas semangat ke-Amerika-an. Banyak kesalahan-kesalahan di masa lalu yang melemahkan integritas kita sebagai sebuah bangsa besar. Triple K, The Yankees, Pembunuhan Kennedy, pengasingan orang Indian,” suaranya agak turun. Para wartawan kembali mengambil fotonya.
Lanjutnya sambil sedikit agak membungkuk, seolah berhadapan dengan anak kecil,”Tapi kita punya komitmen, keyakinan, dan kekuatan.”
Lalu ia berdiri sambil membentangkan tangan,”Itulah Amerika! Komitmen, keyakinan, dan kekuatan!”
“Komitmen, keyakinan, kekuatan, itulah Amerika!” ulangnya sambil memukul-mukul podium.
(Kali ini para wartawan bertepuk tangan)
“Para penasehat saya, menasehati agar kita keluar dari PBB. Para Senator anggota Kongres juga begitu. Gubernur-gubernur, Jaksa Agung, Hakim Agung. Kata mereka kita telah dipermalukan, kata mereka ini ‘check mate’. Tapi saya bilang tidak. Kita tidak akan keluar, merekalah yang harus pergi!”
Para hadirin bertepuk tangan. Mr. Presiden langsung pergi dan digantikan oleh Mentri Sekretaris Negara, Jhon Hubert, “Tak ada yang dapat saya tambahkan, Mr. Presiden benar-benar marah atas pernyataan-pernyataan PBB. Ia tidak marah sebagai seorang Matt Damon, tetapi sebagai warga negara Amerika, sebagai Bangsa Amerika, sebagai orang Amerika. Ada pertanyaan?”
“Kapan kita akan mengusir PBB?”
“Besok, 1 Januari 2030.”
“Apakah ini sudah disepakati oleh sekutu-sekutu kita seperti Prancis, Inggris, Jerman, Australia, misalnya.”
“Kita belum mengontak mereka. Ini adalah sikap spontan Mr. Presiden yang mewakili sikap seluruh bangsa Amerika.”
“Apakah sudah ada kalkulasi politik, ekonomi, sosial di dunia internasional nantinya?”
“Saya baru saja menjawabnya.”
“Bagaimana dengan kongres?”
“Pak Presiden tadi sudah mengatakannya. OK, 5 pertanyaan lagi. Kami masih ada rapat kabinet. Besok kita akan membuka konfrensi pers lagi mengenai hasil rapat nanti secara resmi.”
“Apakah akan ada Organisasi Internasiona Baru pengganti PBB?”
“Besok saya akan menjawabnya?”
“Apakah akan didirikan komite khusus menangani krisis ini?”
“Kita tidak sedang dalam keadaan krisis. Terakhir, kamu yang di sudut sana?”
“Apakah kita sedang menyiapkan perang?”
Hubert terdiam dan menatap tajam wartawan itu,”Boleh aku tahu siapa kamu dan wartawan mana?”
“O, saya Tori wartawan partikelir dari media sosial pribadi. Akan kah ada perang, sir?”
“Hanya Tuhan yang tahu, Selamat Tahun baru!” Hubert berbalik diikuti oleh staf keprisedan lainnya yang tersisa.