setelah Rendi berlalu pergi akupun masuk kedalam rumah dalam keadaan lesu,
"kenapa sayang? darimana saja? kami semua mencarimu dari tadi" bundaku terus bertanya kepadaku
"tadi ketemu Rendi Bun" jawabku
"kamu gak kasih tau Rendi kan soal lamaran kamu?" tanya ayahku
dan aku hanya mengangguk
"seharusnya kamu tidak boleh bersikap seperti itu kepada Rendi" ceramah bundaku
"biar bagaimanapun dia berhak tahu kalau kamu sudah akan menikah agar dia tidak kecewa" sambungnya
"iya bunda tadi sudah aku jelaskan dan dia mengerti" jawabku
setelah itu aku berlalu pergi meninggalkan semua orang yang ada diruang santai dan menuju kamarku untuk beristirahat
"dddrrt drrrrt drrrrt drrrrt" bunyi getar ponselku. baru juga aku akan memejamkan mata tenyata sandi menelponku
"halo" ucapku
"sayang besok kita cari gedung ya?, kan persiapan pernikahan kita hanya sebulan jadi sudah harus bersiap siap mulai besok" jelas sandi dari seberang telepon
"iya sayang" jawabku
"oke besok aku jemput, kamu masih cuti kan ?" tanyanya
"iya lusa baru aku masuk" jawabku
"yasudah kalau begitu istirahat dan sampai ketemu besok i love you" ucapnya membuat hatiku yang tadinya sedih menjadi terasa hangat dan nyaman .
"love you too" jawabku sambil mematikan telphone
****
"Salwa....Salwa....." teriak bundaku dari luar pintu kamarku
"iya bunda..." jawabku dengan nada sedikit teriak karena aku sedang berada dalam kamar mandi
"sandi datang" ucap ibuku
"iya, aku masih mandi" teriakku lagi.
setelah aku selesai bersiap siap kamipun berpamitan kepada ayah bunda.
"yah, kenapa ya kok bunda agak kurang sreg dengan sandi, seperti bunda tidak rela melepas Salwa untuk sandi" ucap ibuku kepada ayahku
"yaah namanya juga anak semata wayang, dengan siapapun dia menikah juga pasti perasaan itu akan ada" jawab ayahku menganggap sepele perasaan bundaku .
"udah yang penting doakan saja Salwa selalu bahagia dengan teman hidup pilihan dia, tugas kita hanya itu sekarang" sambung ayahku menasehati bundaku.
"drrrrt drrrrt drrrrt" getar ponselku
"Rendi?" gumamku
"angkat saja, diakan sahabatmu" ucap sandi yang ternyata matanya lincah menatap layar ponselku dalam keadaan mengemudi
"halo" sapaku ditelepon
"lagi dimana ?" tanya Rendi
"dimobil mau lihat lihat gedung" jelasku
"mau aku tunjukkan gedung yang indah banget gak ?" tanya Rendi
"jangan, seleramu pasti mahal" jawabku, sahabatku Rendi adalah orang yang sangat kaya dia adalah pewaris tunggal mall metropolitan tempatku bekerja, tapi dia tidak pernah mengatakan kepada siapapun orang yang baru dia kenal bahwa mall itu adalah miliknya karena dia adalah orang yang rendah hati. sudah tampan, kaya dan rendah hati paket komplit sahabatku satu satunya ini.
" anggap saja ini sebagai hadiah pernikahan dariku" ucapnya
"hah serius ?" tanyaku terkejut
" iya, aku share lock alamatnya ya, sampai jumpa disana" ucapnya sambil mematikan telpon.
"huh dasar kebiasaan gak pernah salam" gumamku .
diapun sudah mengirimkan alamat yang dia maksud dalam telpon tadi.
"kenapa?" tanya sandi penasaran
"kita kealamat ini ya?" ucapku sambil membacakan alamat yang dikirim oleh Rendi
" dia mau siapkan gedung untuk pernikahan kita, katanya hadiah ulang tahun. gak apa apakan ? kamu gak tersinggung?" tanyaku karena aku takut jangan sampai sandi tersinggung
" gak apa apalah kan itu sahabatmu" ucapnya . aku merasa bersyukur memiliki pasangan yang sangat pengertian seperti sandi
"ya baguslah supaya menghemat tabunganku" gumam sandi dalam hati
setelah sampai di tempat tujuan Rendi menyambut kami berdua dan merekapun berkenalan.
"hai aku Rendi" dia memperkenalkan diri kepada sandi sambil mengulurkan tangan
"aku sandi, Salwa banyak cerita tentang kamu" ucap sandi.
rendipun menunjukkan gedung yang ingin dijadikan tempat pernikahanku dan akupun terkejut betapa megahnya gedung ini jika seandainya menggunakan tabunganku mungkin akan terkuras sangat banyak karna pasti sangat mahal biaya sewanya.
" gimana bagus gak ?" tanya Rendi kepadaku
" bagus bangeeeeet" jawabku di enggan wajah kegirangan seperti anak kecil yang baru dibelikan boneka Barbie pengeluaran baru.
" mulai dari gedung, dekorasi dan juga makanannya sudah paket komplit disini dan semua aku tanggung" jelas Rendi.
aku tidak bisa berkata kata dengan sahabatku satu ini dia memang terbaik .
"thank you so much" ucapku sambil mengehentak hentakkan kaki karena kegirangan .
" oh iya satu lagi" ucap dia sambil mengajak kami mengikutinya
setelah beberapa menit menyusuri lorong kamipun sampai kepada sebuah tempat fitting gaun pengantin.
"ini adalah kualitas dan model gaun terbaik di kota ini, pilihlah itu sudah termasuk paket lengkap dariku" ucap Rendi
" jangan jangan kalau masalah gaun biar aku sama sandi yang pikir" tolakku karena dia sudah mengeluarkan biaya sangat besar untuk gedung pernikahanku
" gimana bro? anggap saja ini sebagai hadiah untuk kamu karena sudah mengambil tanggung jawab menjaga perempuan bawel ini" tanya Rendi kepada sandil sambil memegang kepalaku . ya dengan mudah dia bisa kapan saja memegang kepalaku karena tingginya 178cm dan aku hanya 160 cm.
"kalau itu mau mu aku tidak bisa menolak" jawab sandi sambil tertawa melihat sikap Rendi kepadaku. akupun hanya dapat memonyongkan bibirku.
hari demi hari pun berlalu, esok adalah hari sakral untukku, persiapan pernikahan mulai dari gedung undangan dan gaun sudah siap. bagiku ini adalah pernikahan impianku karena Rendi membuatkan konsep pernikahanku seperti dinegeri dongeng. itu mengingatkanku ketika kami masih SMA aku pernah berkata kepada Rendi bahwa aku ingin menikah seperti princess di Disneyland . dan tidak kusangka dia mewujudkannya.
"ddrrrrt drrrrrt" getar ponselku , telpon dari Rendi
"ya halo" ucapku
"kalau seandainya aku bilang calon suamimu bukan lelaki baik baik apa kamu akan percaya?" ucap Rendi , melontarkan pertanyaan aneh yang bagiku tidak masuk akal
" jangan aneh aneh kamu ya, jelas aku tidak percaya. bagiku kamu hanya ingin merusak hari bahagiaku" jawabku dengan kesal kemudian mematikan telepon ku tanpa permisi kepada Rendi .
disisi lain ternyata Rendi sedang memergoki sandi sedang duduk dicafe dengan Merry sepupuku sambil berpegangan tangan .
" kurang ajar kamu" ucap Rendi sambil menjotos pipi sandi hingga sandi terkejut dan membuat pipinya memar
"sandi?" ucap Merry terkejut
" jahat ya kamu mer. sudah tau dia besok menikah dengan Salwa kenapa malah kamu berduaan dengan dia sambil berpegangan tangan'' tegur sandi kepada Merry
" bukan urusan kamu!!!" jawab Merry dengan kesal sambil mendorong sandi dan menarik tangan Rendi. merekapun berlalu pergi meninggalkan Rendi dalam keadaan kesal dan sangat murka .
hari yang kunantipun tiba , hari dimana ijab dan Qabul akan berlangsung ,semua keluarga dan tamu undangan sudah hadir digedung ini, penghulu pun sudah tiba saat aku melihat wajah sandi aku terkejut karena pipinya memar seperti dipukul oleh seseorang
" ya Ampun kenapa dengan wajahmu?" tanyaku terkejut
"kemarin Rendi memukulku" jawab sandi dengan jujur
"kenapa dia memukulmu?" tanyaku penasaran
"dia memintaku meninggalkanmu tapi aku menolaknya" ucap sandi berbohong kepadaku
aku sangat marah dengan sikap Rendi ini .
"saya terima nikahnya Salwa Salsabila binti hariyanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap sandi mengucapkan ijab Qabul. akhirnya aku resmi dan sah menjadi istri sandi.
"selamat ya, semoga bahagia" ucap Rendi mengucapkan selamat atas pernikahan ku
"plaaaaaaakkkkkkkkk" kutampar wajah Rendi didepan orang tuaku dan merekapun terkejut dengan sikapku ini
" jangan pernah berfikir untuk menghancurkan hubunganku dengan sandi, aku tidak akan biarkan kamu menyakiti sandi demi untuk mendapatkan tujuanmu". ancamku kepada Rendi
"aku sudah sah menjadi istri orang jadi jangan pernah menganggu hubungan kami" sambungku lagi dengan sangat kesal karena dia sudah melukai wajah suamiku.