selama dalam perjalanan pulang aku terus bertanya tanya apakah itu suamiku atau bukan tapi tidak mungkin itu suamiku mungkin saja aku sedang salah lihat karena suamiku baru saja bilang bahwa dia sedang berangkat kekantor. akhirnya kami sampai dirumah dan aku segera mengangkat barang belanjaan kami, sudah payah aku mengangkatnya tapi mertuaku hanya melenggangkan badan masuk kedalam rumah tanpa membantuku.
"huuuuh, capek ya Salwa" desah mertuaku sambil duduk diatas sofa
"eh besok kita shopping pakaian yuk" sambung mertuaku
"tapi besok aku sudah mulai masuk kerja lagi ma, pekerjaanku sudah numpuk dikantor" tolakku dengan sopan
"oooh kalau gitu besok mama minta uang ya untuk shopping dengan adikmu" ucapnya dengan santai. apa ? minta uang? bukankah anaknya baru saja memberikan dia uang kenapa dia minta uang padaku lagi ? padahal aku baru sehari menjadi menantunya tapi dia tidak segan meminta uang padaku padahal bundaku sendiri tidak pernah meminta uang kepadaku kecuali aku yang memberikannya
"assalamualaikum" ucap Risma sambil masuk kedalam rumah, dia baru saja pulang dari kampus
"wa Alaikum salam, eh kebetulan kamu datang, besok kita shoping pakaian ya, kakak iparmu yang bayar" kata ibu mertuaku dengan semangat kepada Risma . padahal aku belum mengatakan iya atau tidak tentang permintaan mertuaku.
"beneran kak Salwa?" tanya Risma bersemangat
aku hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah katapun
"eh tapi gak besok aku gak bisa, karna ada ujian" sambung Risma
"yaudah deh kalau begitu lain kali saja" ucap mertuaku sambil berlalu meninggalkan kami berdua
aku hanya menarik nafas dengan lega karena mereka tidak jadi shopping menggunakan uangku.
"pakeeeeeeet" teriak seorang pengantar paket
"iyaaaa" jawab Risma sambil menghampiri tukang paket. tidak lama Risma keluar kemudian dia masuk lagi memanggil mama, mungkin itu paketnya tapi beberapa menit Risma masuk kedalam kamar mama diapun keluar seorang diri
"kak mama bilang paketnya tolong bayarin" ucap Risma sambil menghampiriku, akupun keluar menghampiri tukang paketnya
"cod ya mas?" tanyaku kepada tukang paket
"iya Bu" jawabnya sambil menyodorkan paket
aku terkejut melihat tagihan yang harus ku bayar
"Lima juta?" gumamku terkejut, paket apa yang dipesan mertuaku sampai harganya segitu dan ku amati ternyata itu adalah beberapa buah tas.
"tunggu ya mas saya ambil uangnya dulu" akupun mengambil uang didalam tasku dan kemudian langsung membayar paket mertuaku .
setelah tukang paketnya pergi akupun mengantar paket itu kedalam kamar mertuaku
"mah ini paketnya"ucapku sambil menyodorkan paket
"trimakasih" ucap mertuaku dengan sumringah
"kok mama gak bayar sendiri tadi? bukannya mas sandi sudah kasih mama uang tadi pagi" tanyaku penasaran karena hari ini aku sudah habis uang banyak dibuatnya
"yaelah cuma segini saja sudah ngeluh, kan kamu manager jadi cuma lima juta gak masalah kan ?" jawab mertuaku dengan ketus
"bukan begitu ma" jawabku
"udah udah udah mama mau tidur ngantuk" ucapnya memotong perkataanku yang belum selesai . akupun keluar dari kamar mertuaku dan masuk kedalam kamarku dalam hati aku bertanya tanya, apa memang ini sebenarnya sifat asli mertuaku ? tapi yasudahlah anggap saja ini sebagai bakti pertamaku sebagai seorang menantu.
**** waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi kenapa mas sandi belum juga datang, padahal ini adalah hari pertamaku dirumah ini, banyak hal yang sudah aku lalui hari ini dan banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadanya.
"assalamualaikum" ucap suamiku sambil membuka pintu kamar
" wa Alaikum salam, akhirnya kamu pulang mas" jawabku sambil mencium tangannya dan dia mencium keningku. setelah itu dia pun mandi dan berganti pakaian.
"mas aku mau tanya" ucapku padanya
"tanya apa sayang?" jawabnya sambil berbaring diatas tempat tidur
"tadi aku belanja sama mama tapi bayarnya pakai uangku" jelasku
"terus?" ucapnya singkat
"bukannya tadi pagi kamu sudah kasih uang ke mama ya?" tanyaku memperjelas
"iya memangnya kenapa?" tanyanya kepadaku, aku tidak tau sebenarnya dia tidak mengerti apa maksud dari perkataanku atau memang pura pura tidak mengerti .
"harusnya kan mama bayarnya pakai uang yang kamu kasih tadi kan? kenapa harus pakai uangku" jawabku
"kamu perhitungan banget sih sama mertuamu sendiri!" bentak dia kepadaku sambil duduk dari posisi baring
"bukan gitu sayang maksudku" jelasku
"lalu apa? kamu tidak ikhlas jika uangmu dinikmati oleh keluargaku ?" tanyanya dengan nada emosi
"kalau begitu mulai sekarang jangan pernah keluarkan uangmu sepersenpun untuk keluargaku jika kamu memang tidak ikhlas" sambungnya
"aku ikhlas sayang" kataku sambil menangis sesegukan , karena tidak menyangka reaksinya suamiku akan seperti ini, padahal aku hanya bertanya baik baik tapi jawabannya seperti itu.
karena dia melihatku menangis akhirnya dia memelukku dan meminta maaf kepadaku atas ucapannya yang sudah menyakitiku. kemudian kamipun naik keatas ranjang dan beristirahat karena sudah waktu sudah malam .
****
suamiku menutup mataku sambil menuntunku kesuatu tempat
"sayang kita mau kemana?" tanyaku penasaran
"aku mau memberikan kejutan untukmu" jawabnya. lama kami berjalan sambil dia menutup mataku akhirnya kami sampai dan dia membuka mataku tenyata dia membawaku pada sebuah gunung tinggi, gunung itu dihiasi dengan bunga bunga yang sangat indah bermekaran, hatiku sangat bahagia karena telah dibawa suamiku ketempat ini aku tidak pernah melihat tempat seindah ini ,
"gimana ? kamu suka?" tanyanya tersenyum sehingga membuat wajah tampannya semakin mempesona
"suka banget" jawabku sambil memeluknya. dia mengangkat daguku kemudian mengecup keningku mencium pipi kanan kiri ku dan kemudian sampai bibirku, dia sangat menikmati bibirku dan akupun menikmati bibirnya , kami b******u mesra sebagai wujud cinta kami berdua. hatiku berdebar kencang aku sangat bahagia sehingga aku merasa menjadi wanita paling beruntung didunia, setelah itu dia menarik tanganku dan membawaku kepinggir gunung tempatnya sangat curam dan jika terjatuh pastilah nyawa melayang
"sayang kenapa kita kesini" tanyaku sedikit takut
''kamu takut? tanya nya dengan wajah tersenyum
aku hanya mengangguk pertanda mengiyakan ucapannya
"kamu tau bagaimana caranya membuat hati kamu berdebar lebih kencang daripada ketika saat kita b******u? tanya nya sambil memegang daguku
"bagaimana?" tanyaku penasaran
"begini" ucapnya tersenyum sambil mendorongku kejurang,.
"tidaaaaaaaaak" teriakku, aku terjatuh kejurang. dia mendorongku, suamiku ingin membunuhku. tapi kenapa" bukankah dia sangat mencintaiku ? apa maksud dari semua ini? ya Tuhan apakah aku akan mati terjatuh dari tempat setinggi ini? aku hanya pasrah karena aku yakin aku pasti mati, sebelum aku jauh terjatuh kebawah aku sempat melihat wajahku yang tersenyum namun dengan ekspresi dingin. ternyata memang dia sengaja mendorongku dan ingin aku mati.