Alessa masuk kedalam kantornya sambil menenteng tas mahal yang berisi macbook itu sambil menghentak hentakkan kaki, seperti biasa banyak yang menatapnya aneh, iri dan kagum. Tatapan itu berubah menjadi terkejut ketika...
Brukkk...
Alessa yang sedang asik mengumpat, menabrak pundak boss nya itu. Membuat Alessa jatuh terduduk.
"Alessandra CJ Rawlie bisa gak sehari aja, gak buat masalah dengan saya?" Tanya Ratjendra dengan wajah menahan amarahnya, membuat semua karyawan yang melihat bergidik ngeri.
"Aduh pak ketemu nya bapak lagi bapak lagi, kenapa sih dikantor ini ketemunya bapak lagi? Kenapa?" Ucap Alessa kesal.
Jawaban Alessa membuat beberapa karyawan menahan tawanya, bagaimana bisa Alessa mengucap kalimat konyol itu jelasnya ini kantor tempat Ratjendra kerja otomatis ada dia dong.
"Tolong jaga sopan santun anda Alessa, saya boss anda" Ucap Ratjendra menatap tajam Alessa.
Bukannya menunduk, Alessa malah menunjukkan cengirannya.
"Hehe Maaf ya pak Boss, Alessa suka gitu" Ucap Jovita yang tiba tiba datang dan langsung menarik tangan Alessa untuk ke ruangannya.
Saat mereka didalam ruangan Jovita langsung melepaskan tangan Alessa.
"Ngapain sih narik tangan gua?" Tanya Alessa kesal.
Jovita memutar bola matanya sebal.
"Alessa yang pinter, harusnya lo minta maaf sama dia bukannya malah nyengir nyengir gak jelas" Ucap Jovita kesal.
Jovita tau, sahabatnya ini jika dibentak atau diomelin pasti bakal nyengir tanpa dosa.
"Jovi sayang, Alessa itu gak mau dianggap lemah sama pak boss yang suka ngomel ngomel sama karyawannya itu" Ucap Alessa.
"Aduh Lessa bodo deh ya, gimana coba kalo lo di pecat? Lo mau nganggur" Tanya Jovi khawatir.
"Ya ampun ya gua tinggal kerja di perusahaan Daddy lah" Ucap Alessa santai.
"Guenya gimana? Gue gak mau punya boss yang gak bisa diajak mabar, terus sukanya ngomel ngomel huhu" Ucap Jovita dengan wajah memelasnya.
"Tenang lo pasti ikut gue" Ucap Alessa.
___________
"Alessa berhenti bermain ponsel saat jam kerja!" Ucap Ratjendra dengan tegas.
Suara seksi milik Ratjendra, membuat Alessa meletakkan ponselnya dalam sekejap.
"Maaf Pak, Alessa kerja lagi deh" Ucap Alessa langsung menatap kertas dihadapannya itu.
Tetapi Ratjendra masih saja berdiri di Ruangannya.
"Bapak ngapain disitu? Ruangan saya gak perlu dijagain sih pak, soalnya uang kantor enggak disaya. Ya bapak kalo mau jadi bodyguard saya boleh kok" Ucap Alessa sambil nyengir.
Ratjendra mendengus kesal, niatnya ingin memantau gadis itu berkerja atau maen ponsel malah dibuat kesal setengah mati dengan ucapannya yang kelewat polos itu.
"Sudah kerjakan saja tugas mu itu" Ucap Ratjendra langsung keluar dari ruangan Alessa.
Tiba tiba Jovita mengendap endap masuk kedalam Ruangan Alessa.
"Lessa mesen makanan yuk" Ucap Jovita yang mengerjakan pekerjaannya di Sofa empuk milik Alessa sambil tidur tiduran.
"Pesen aja" Ucap Alessa yang sibuk menggaris gambar.
"Mau pesen apa?" Tanya Jovita yang sedang memainkan ponselnya itu.
"Mie ayam pangsit deh" Ucap Alessa.
setelah memesan pesanan mereka, Jovita duduk lagi di Sofa itu.
"Lessa bagaimana dengan gebetan lo yang kemaren?" Tanya Jovita.
"Hmm.. yang mana?" Tanya Alessa tanpa mengalihkan tatapannya.
"Itu loh yang Pilot" Ucap Jovita.
Alessa langsung menatap Jovita dengan tatapan menyelidik.
"Lo tahu gak sih dia itu tukang mata mata nya Daddy, jadi gua harus hati hati sama dia" Ucap Alessa dengan wajah seriusnya.
Jovita tertawa terbahak bahak mendengar ucapan sahabatnya itu yang terlihat seperti orang ngelantur.
"Heh bocah, apa yang mau dimata matain dari lo. Kalo mau diculik dagingnya gak ada" Ucap Jovita sambil tertawa.
Alessa mengernyitkan dahinya seolah sedang berpikir keras.
"Itu kan mikir kaya gini saja, lemotnya kelewatan" Ucap Jovita sambil menunjuk wajah Alessa dengan pena nya.
"Ih enak saja, gua itu masih bingung aja dengan omongan lo" Ucap Alessa sambil mngerucutkan bibirnya sebal.
"Apa monyong monyong? mau minta cium? Sorry gua masih lurus" Ucap Jovita sambil mengibaskan rambutnya.
"Jovitaiiiiii gua juga masih waras, gua masih suka Shawn Mendes kok" Ucap Alessa.
"Heh sadar Shawn itu sudah punya Hailey" Ucap Jovita sambil tersenyum kemenangan.
"Hailey itu sudah tunangan sama Justin Bieber loh" Ucap Alessa bangga.
"Hoax itu Hoax" Ucap Jovita.
"Enggak loh" Ucap Alessa.
"Hoax sayang" Ucap Jovita yang mulai kesal.
"Ih Kok kesel sih Cantik" Goda Alessa.
Membuat Jovita yang jengkel langsung berdiri dan menghampiri Alessa.
Alessa langsung bangkit dan berlari keluar ruangan dan menghindar lalu bersembunyi di balik tubuh atletis..
Tunggu.. Tunggu..
Tubuh Atletis?
Alessa mendongakkan kepalanya, menatap seseorang yang tengah menatap dirinya tajam.
Alessa memberikan cengirannya, dan sedikit mengintip Jovita yang sedang mematung dibelakang sana.
"Alessa ini kantor, bukan tempat bermain anak anak" Ucap Ratjendra.
"Maaf Pak, abisnya Jovitanya nakutin sih" Ucap Alessa sambil menunjuk Jovita yang sudah hilang entah kemana.
"Siapa? Kamu mau nyalahin siapa hah?" Tanya Ratjendra yang menoleh kearah yang Alessa tunjuk namun kosong.
"Bener kok Pak, tadi ada Jovita" Ucap Alessa.
"Mending kamu ke psikiater deh, saya rasa kamu indigo. Oh iya kalo perlu kamu temenan dengan Roy Kiyoshi" Ucap Ratjendra langsung pergi dari hadapan Alessa yang masih mencerna ucapan Bossnya itu.
Setelah tersadar Alessa langsung memberikan sumpah serapah pada Bossnya itu.
Ceklekk..
Alessa masuk kedalam ruangannya sambil menghentak hentakkan kaki, dan menatap Jovita yang sedang memakan mie ayamnya.
"Jo kenapa lo tinggalin gue si tadi" Ucap Alessa kesal.
"Nanti gua kena semprot" Ucap Jovita sambil tertawa terbahak bahak.
Alessa melempar pena kesayangannya itu, dan mengenai kepala Jovita.
Pletakk...
"Adaw" Ucap Jovita meringis sakit sambil memegang kepalanya.
"Gara gara lo, gua dibilang punya temen khayalan. Sialan banget kan tuh orang" Omel Alessa.
_________
Gavin yang baru saja keluar dari Kokpit langsung berjalan keluar dan cepat cepat ingin menuju Hotel, setelah membersihkan tubuhnya. Gavin membuka ponselnya, dan login di aplikasi yang sudah beberapa bulan terakhir tidak dipernah disentuh olehnya; i********:.
Gavin mengetik nama Alessa disana, saat merasa dia menemukan nama Alessa tak henti hentinya dia mengstalk photo terbaru hingga poto jadul milik Alessa.
Baru kali ini Gavin merasa seagresif ini terhadap wanita, biasanya dia yang akan duduk diam menunggu aksi wanita diluar sana.
Tokk.. Tok..
"Gave apa kamu didalam?" Tanya seorang wanita, suara nya pernah didengar namun entah dimana.
"Siapa disana?" Tanya Gavin malas.
"Gladis, aku Pramugari di maskapai mu" Ucap Gladis.
"Pergilah, jangan mengganggu waktu istirahat saya" Ucap Gavin datar.
Hingga akhirnya tidak ada lagi suara yang mengganggu ketenangan Gavin, Gavin terus mencari tau semua tentang Alessa.
Alessa mempunyai youtube Channel yang berisi tentang Cover musik dan Mobile Legend.
Gadis anak dan menarik, bahkan kata Ravid ternyata Alessa adalah Top Global Fanny. Entah lah apa itu, yang jelas Gavin sangat kagum pada Alessa. Saat diumurnya yang masih muda, Alessa sudah ikut andil dalam desain pembuatan gedung tertinggi di Dunia yaitu Burj Khalifa.
Bertambah cinta saja Gavin pada Alessa, salah jika menilai seorang gadis dari Fisik dan Hatinya? Menurut Gavin, Alessa adalah sosok yang sangat di idam idamkannya. Semua yang Gavin inginkan ada pada Alessa, sanggup kah Gavin membuat Alessa percaya bahwa dia bukan lah mata mata dari suruhan musuh Daddynya?