(Playing: It’s You-Sezairi)
“Kau menyukai Jerry?”tanya Al dengan wajah yang datar.
“Tidak, aku hanya menyukaimu Al,” ucap Jesslyn dengan nada yang agak kesal. Bagaimana pula Al selalu menanyakan hal yang sama berulang-ulang dan membuat Jesslyn suntuk mendengarnya. Kenapa dia bisa memberikan asumsi yang bahkan tidak pernah benar?
“Lalu kenapa tadi kalian tatap tatapan bahkan sampai ingin berciuman. Kau tidak ingat kalau aku adalah kekasihmu?” sungut Al dengan wajah merah. Gila! Dia tak pernah semarah ini bahkan ketika baju kesayangan dari orangtuanya di hancurkan oleh pembantunya, ia tak semarah seperti sekarang. Entah kenapa dadanya bergemuruh panas melihat kelakuan Jesslyn dan Jerry tadi.
“Are you jealous?,” tanya Jesslyn dengan wajah polosnya. Ia menatap mata Al dengan harapan bahwa Al mengatakan ya.
“Tentu saja aku cemburu, Baby. Bagaimana bisa seorang kekasih tidak cemburu melihat kekasihnya dekat dengan pria lain,” sungut Al dan mampu membuat Jesslyn gemas.
“Tapi dia kan sahabatku Al. bagaimana bisa kau cemburu padanya?” ujar Jeslyn dengan lirih.
“Kau tanyakan saja pada hatiku kenapa ia panas dan gerah saat melihat kalian kerap bersama?” sungut Al dan mendapatkan kekehan dari Jesslyn. Kenapa prianya ini menjadi seperti bayi. Sangat manja dan imut sekali. Rasanya Jesslyn ingin mencubit pipi Al dan membuat kekasihnya itu tenang. Namun di sisi lain dia agak kesal dengan sifat kekasihnya yang belakangan sangat cemburuan padanya. Maksudnya, bagaimana bisa Al selalu cemburu setiap saat pada Jesslyn?
“Tidak usah cemburu. Walau bagaimanapun kau kekasihku dan Jerry adalah sahabatku mana mungkin aku menjauhi kalian berdua. Ya kan?” tanya Jesslyn dan di angguki oleh Al. Benar benar sangat manis dan lucu melihat Al bertingkah layaknya anak kecil.
“Yasudah kalau begitu. Tapi jangan terlalu dekat dengannya, baby. Biar bagaimanapun ia seorang pria. Ia akan menyukaimu mengingat wajahmu yang sangat cantik sehingga membuatku ingin mengantongimu di saku celanaku. Jangan menatapnya dengan tatapan suka seperti itu. Aku benar benar sakit hati karena aku mencintaimu. Ku harap kau mengerti, Jes” jelasnya panjang lebar dan di angguki oleh Jesslyn dan tak lupa kekehan yang ia keluarkan.
Sebenarnya Al masih bingung. Itu perkataan dari hatinya atau hanya pemanis agar Jesslyn mempercayai bahwa Al mencintainya. Tapi ia benar benar merasakan hal yang ia katakan tadi. Hatinya panas dan bergelora melihat kedekatan Jesslyn dan sahabatnya itu. Tolong jangan sebut namanya. Al akan kesal jika nama itu keluar dan disebutkan.Setelah itu Al mengantar Jesslyn ke rumahnya. Setelah sampai di rumah Jesslyn, Al menatap Jesslyn dan menyuruh Jesslyn mengingat apa yang di katakannya tadi. Mendengar itu Jesslyn mengangguk dan menyuruh Al pulang. Sampai di kamar, Jesslyn langsung membanting tubuhnya di kasur. Ingatan tentang kejadian di taman tadi membuatnya sangat gelisah. Ia sangat senang saat mendengar Al mengatakan bahwa ia cemburu. Berarti hubungan mereka sudah sangat dekat dan makin baik. Mudah mudahan saja ini akan bertahan lama.
“Apakah bibirmu sudah sedikit membaik? Aku baru saja ingin membawamu ke dokter namun kau bilang kakakmu tak mengizinkan kau keluar. Tapi kenapa sekarang kau malah keluar dengan Jerry bahkan tak ada memberitahu padaku sebelumnya? ” Tanya Al dengan nada yang menuntut. Tadi pagi dia menghubungi Jesslyn berniat untuk mengajaknya ke dokter agar mengobati bibirnya. Ah, jangan piker Al sangat baik karena ini hanya alibinya saja sebagai kekasih yang baik hati dan menyayangi Jesslyn. Selebihnya tak ada yang special daripada itu.
“Kakakku yang menyarankan aku pergi dengannya. Dia mau pergi sebentar ke kantor karena ada beberapa urusan yang harus di kerjakan. Maka dari itu ia memanggil Jerry dan menyuruh pria itu untuk menemaniku. Demi Tuhan Al. Aku hanya tidak mau Sean marah padaku karena perkara ini. Dia hanya punya aku dan maka dari itu ia selalu mengekangku. Sedikit tidaknya aku memberikan pengertian padanya bahwa aku baik baik saja. Namun kadang dia bisa paranoid karena aku melakukan tindakan memberontak dengan tak mengikuti perkataannya. Dia akan menangis dan mengatakan padaku jangan pergi. Dia hanya punya aku Al. maka dari itu aku memastikan bahwa dia tak merasa kesulitan membesarkanku yang bahkan susah untuk berkomunikasi sesama yang lain,” ujar Jesslyn dengan nada yang dia buat semudah itu agar Al paham bahwa dia mempunyai kakak yang sangat overprotective dan Al memang harus tau.
Al menatap Jesslyn lalu mengecup pelan dahi gadisnya. Terlepas dia sangat membenci keluarga Jesslyn. Gadis ini memberikan ruang tersendiri buatnya. Dia bisa merasakan kenymanan yang bahkan belum pernah ia rasakan selama ini. Selama ia di tinggalkan oleh ibu dan ayahnya.
“Apakah kau tahu, rasanya aku nyaman sekali denganmu. Aku ingin dekat denganmu selalu”
“Hei,” Jesslyn tertawa pelan lalu memegang tangan Al,”Aku berbicara tentang kakakku”
“Aku tidak peduli. Aku hanya mencintaimu. Aku hanya ingin menagih satu hal padamu. Aku harap kau akan mendengarkan apa yang aku katakan ini.” Al menatap lekat kekasihnya tersebut, “Aku mencintaimu dan aku tidak akan bosan untuk mengatakannya karena memang itu adanya. Dan aku harap kau takkan meninggalkanku seperti ibu dan ayahku meninggalkanku. Kalau kau meninggalkanku juga aku harus bagaimana Jes? Aku tidak sanggup hidup di dunia sendir-“
“Ssst,” Jesslyn meletakkan telunjuknya di bibir Al, “Aku tidak berniat meninggalkanmu. Aku hanya akan di sisimu sampai maut memisahkan kita. Aku tidak akan meninggalkanmu Al. Asal kau selalu membuatku aman dan merasa terus nyaman berada di dekatmu. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Aku akan selalu berada di sisimu. Kau bisa memegang janji diriku”
Al tersenyum dengan hati yang menghangat. Biarkan sejenak dia merasakan kenyaman dan pelukan yang sudah lama Ia dambakan. Sekejam apapun dirinya, dia hanyalah seorang anak yang kehilangan orangtuanya di usia muda bahkan dimana seharusnya dia tidak tau ada perbuatan keji separah itu di dunia ini. Seharusnya di usia yang masih sangat kecil itu, ia bisa merasakan bagaimana bermain dengan orangtuanya. Membangun istana-istana pasir dan liburan kemanapun dengan orangtuanya. Namun tidak. Keluarganya sebagian adalah mafia. Namun dengan begitu ayah dan ibunya tak pernah mengizinkan Al masuk ke dunia gelap seperti itu. Mereka memastikan bahwa Al harus aman dan tidak di ganggu oleh siapapun. Namun takdir mengatakan hal yang sebaliknya. Setelah mereka berdua meninggal dia dipaksa membunuh tanpa kasihan.
Kadang dia juga berpikir bagaimana kalau dia keluar saja dari dunia hitam yang sudah menjadikan dirinya sangat liar dan tidak berperikemanusiaan. Namun dunia itu telah menjeratnya. Membuat paku dan banyak tali yang membelenggunya. Dan terutama keluarga Jesslyn, dia belum menemukan cara agar keluarga Jesslyn mati dengan cara yang mengenaskan.
“Apa yang kau pikirkan Al?” Tanya Jesslyn melihat Al yang melamun daritadi.
Al tersenyum lalu menyampirkan helai rambut kekasihnya ke telinga gadisnya, “Tidak ada. Aku hanya berpikir bagaimana Tuhan bisa menciptakan gadis yang sangat cantik dan imut sepertimu? Dan hebatnya lagi dia sekarang milikku dan tidak akan meninggalkanku seperti katanya,”
“Aaa Al! Jangan membual seperti itu!” ucap Jesslyn dengan manja dan memukul lengan Al.
“Apakah aku terdengar membual? Aku tak membual sayang. Aku mengatakan hal yang sejujurnya padamu. Aku bilang kau cantik berarti kau memang cantik” goda Al.
“Hentikan! Kau hanya akan membuat diriku semakin malu padamu, Al!”
“Aku tanya padamu. Apakah aku terlihat membual dan membuat dirimu malu-malu begini?”
“Al!!!” teriak Jesslyn lalu mengejar Al yang sudah berlari ke taman dengan gerakan memutar kesana kemari. Jesslyn sangat kesal karena tadi Al mencolek pinggangnya. Area sensitive Jesslyn karena gadis itu akan langsung merasa geli walau hanya di tusuk sedikit saja.
“AKU AKAN MENGEJARMU SAMPAI DAPAT ALLL!!!”
“AKU TUNGGU SAYANG!!!”
Keduanya berlari tiada ujung. Tak ada kelelahan yang terlihat di wajah mereka. Jerry yang melihatnya dari kejauhan hanya memandang dengan senyuman miris di wajahnya. Entah dia yang terlalu terlambat mengatakan pada Jesslyn tentang perasaannya. Atau memang dia tidak percaya diri bisa memberikan kebahagiaan yang seperti Al memberikan kebahagiaan padanya? Ya, ambil saja kesimpulan dua-duanya adalah hal yang benar. Dia terlambat dan dia tidak percaya diri dengan perasaannya. Dia hanya takut Jesslyn tidak bahagia padahal itu hanyalah pemikiran dan alibi bodoh yang ia asumsikan di kepalanya. Sebenarnya bukan begitu aslinya bukan? Dia tau Jesslyn hanya menganggapnya sahabat dan tak lebih. Jika dia mengatakan pada Jesslyn bagaimana perasaannya, dia takut Jesslyn hanya akan menjauh darinya.
Kembali ke dua pasangan yang masih saja berlari itu, kini Al emndapatkan Jesslyn duluan. Dia memegang pinggang Jesslyn dan memeluknya dari belakang. Memutar tubuh kecil itu dan membuat Jesslyn makin tertawa kencang. Dia tidak pernah tertawa sampai selepas itu. Namun dengan Al dia merasakannya sekarang. Dia memberikan atensi besar dalam kehidupan Jesslyn. Bagaimana pria itu tersenyum dan bagaimana pria itu selalu membuatnya bahagia. Hanya dengan kehadiran dan senyumnya, Jesslyn bisa merasakan kebahagiaan yang sangat menyenangkan dengan banyak ribuan kupu-kupu mengitarinya. Jesslyn tidak akan pernah melupakan bagaimana perasaannya sekarang. Ia akan menuang semua perasannya hari ini pada secarik kertas dan tinta. Membuat kata-kata indah dan menyenangkan yang akan ia kenang selamanya. Dimana dia akan merindukan Al, dia akan membaca tulisannya dan bernostalgia.