Artha Graha Maxime, pemuda jakung berkulit putih tegas dilengkapi dengan beberapa urat yang menonjol di beberapa bagian.
Rambut lurus berponi dengan potongan samping yang lebih tipis dari permukaan tengah, menambah kesan khas badboy.
Artha sang antagonis pria di sebuah novel 'Love For Anna', karena cinta yang tak terbalaskan ia sampai memilih jalan yang salah.
Artha si sosok kejam ketua geng motor Darkness, hari-harinya tak jauh dari kata tawuran dan perkelahian.
Menutupi sifatnya yang psiko dia berpura-pura terlihat murah senyum dan ramah, walau mata tajamnya masih saja tampak.
Pemuda yang tertulis di novel tidak pernah sudi berdekatan dengan perempuan lain selain Anna, sekarang malah sedang berjalan bersama seorang gadis berambut pirang di sampingnya, di tambah dengan kekehan kecil yang keluar dari bibir pink pemuda tersebut, tampaknya alur novel sudah hancur karena pertemuan antar keduanya.
Artha berusaha menyamakan langkahnya dengan Xaviora, gadis berwajah datar yang sempat menarik perhatiannya.
"Mau masuk kelas?" Tanya Artha.
Dilihat gadis disampingnya yang tengah menghisap satu batang tembakau dengan mata yang setengah tertutup, kepala gadis tersebut tampak bergerak ke arah suara berasal, terlihat dia beberapa kali menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri tanda menggeleng sambil menghembuskan kepulan asap kearah dia memandang.
"Mau bolos?" Tanya Artha sekali lagi.
"Hooh."
"Ayo."
Artha menggeret tangan kecil Xaviora menuju ke belakang sekolah, terdapat pintu usang yang tertutup tumbuhan liar yang merambat, jalur siswa siswi nakal untuk skip.
Setelah melewati pintu usang tadi, Artha dan Xaviora berjalan beriringan di gang sempit yang masih beralaskan tanah. Beberapa meter mereka berjalan, keduanya sampai di depan warung sederhana yang sebagian besar berisikan siswa yang tengah merokok dilengkapi kopi yang tergeletak di meja, sisanya terdapat beberapa siswi yang hanya duduk-duduk sambil mengobrol santai.
Kedatangan Artha dan Xaviora di sambut oleh beberapa pertanyaan yang dilontarkan dari teman-teman Artha, seperti saat ini.
"Wih bos bawa cewe nih." Ucap Guntur salah satu teman Artha.
Suara Guntur yang sedikit menggelegar langsung mengundang beberapa respon dari teman yang lain, semua bertanya siapakah sosok gadis yang berada di samping ketuanya itu.
"Temen." Sebuah suara keluar dari bibir pemuda yang di panggil bos tersebut.
Beberapa siswi yang juga ada disana sempat melirik sinis ke arah Xaviora, gadis cantik yang masih santai menghisap rokoknya.
Membuang putung rokok yang tinggal sedikit, gadis itu hanya diam mendapati ledekan dari teman-teman Artha yang tidak percaya bahwa ia hanyalah temannya.
"Sini cantik, duduk deket abang." Tawar seorang pemuda dengan tindik hitam di sebelah kanan telinganya, dia Adipati.
Pemuda tersebut terlihat tengah menggerlingkan sebelah matanya ke arah Xaviora, dengan satu tangan yang melambai-lambai mengajak untuk mendekat.
Sedangkan pemuda lain yang telah selesai meminum kopi hitamnya, dengan satu kakinya terangkat dan ditekuk di kursi meledek Adipati.
"Abang bakso kali."
"Brisik lo, Shaka anak ayah bunda." Sahut Adipati.
Pemuda yang dipanggil Shaka tampak merengut, terlihat imut di mata Xaviora. Mirip nerd boy yang ia jumpa tadi, berjalan mendekat ia dengan santainya duduk di sebelah Shaka yang wajahnya sudah berubah cerah.
"Gue ngga perlu menawarkan, nih eneng cantik udah ngedeket aja kan." Ujar Shaka sambil tersenyum imut ke arah gadis di sebelahnya.
Artha yang melihat hal itu tak tinggal diam, ia dengan cepat melangkah dan menduduki dirinya diantara Shaka dan Xaviora.
Kejadian tersebut mengundang beberapa ledekan baru dari yang lainnya, suasana warung tampak heboh.
Beberapa siswi nampak membenci Xaviora dengan tatapannya, salah satu dari mereka terlihat maju melangkah ke arah Xaviora berada.
"Artha, kamu pindah sana aja sama aku, ngga sempit kaya disini."
Ucapan dari gadis tersebut membuat suasana warung yang tadinya ramai dengan ledekan seketika hening.