Namjoo pun berjalan menyusuri Istana untuk mencari Suah ia sangat penasaran dengan sikap Suah yang menghindar dari dirinya. ia terus berjalan berharap bisa menemukan keberadaan Suah.
''Ada yang bisa saya bantu tuan?'' tanya seorang pengawal Kerajaan untuk mengetahui tujuan Namjoo berkeliling Istana. namun Namjoo tak mau memberi tahu tujuannya berkeliling Istana.
''Aku hanya ingin melihat keadaan istana.'' Namjoo pun tak mau Pengawal Kerajaan mengetahui tujuannya berkeliling Istana. Ia terus berjalan mencari keberadaan Suah namun Pengawal Kerajaan terus mengikuti dirinya.
''Tuan tak perlu berkeliling Kerajaan, biarkan kami yang menjalani perintah Tuan.'' ucap pengawal Kerajaan. namun Namjoo justru merasa kesal ketika dirinya di ikuti oleh pengawal kerajaan.
''aku tak mau kamu mengikuti langkah kaki ku!'' seru Namjoo. Namun pengawal tak mau terjadi sesuatu pada Rajanya.
"Maaf tuan, aku nggak bisa membiarkan tuan berjalan sendirian, kami mengkhawatirkan keadaan tuan!" Pengawal itu pun tak mau dirinya dimarahi oleh Raja Suho karena membiarkan Putra Mahkota sendirian saat berkeliling Istana.
"Kali ini saja biarkan aku sendiri berkeliling Kerajaan!" Jelas Namjoo. Mereka tak bisa membiarkan Putra Mahkota keliling kerajaan sendirian. Mereka tak mau sampai raja mengetahui.
"Biarkan kami menemani tuan!" Jelas salah seorang dari mereka. Karena kesal Namjoo tak mempedulikan kata-kata pengawal kerajaan, ia segera pergi meninggalkan Pengawal kerajaan.
"Mungkin mereka nggak tahu jika aku bosan selalu di kawal," gumam Namjoo dalam hati. Ia pun tetap berjalan menyusuri Istana. Tak sengaja Suah pun berpapasan dengan Namjoo, Karena Namjoo penasaran dengan Suah ia pun segera menarik tangan Suah.
"Au," ucap Suah sembari merasa terkejut tangannya di tarik oleh Namjoo.
"Maafkan aku Suah," Namjoo meminta maaf kepada Suah. Suah menatap tajam ke arah wajah Namjoo. Ia sangat bingung dengan sikap Namjoo yang mendekati dirinya.
"Kenapa tuan mendekati ku?" Tanya Suah. Namjoo pun tersenyum memandangi Suah. Rasanya sangat senang ketika bisa melihat wajah Suah.
"Aku terasa nyaman ketika bisa menatap wajah mu Suah!" Ucap Namjoo. Namun merasa tak nyaman jika harus bertatap muka dengan Namjoo.
"Aku hanya pelayan tuan, biarkan aku pergi!" Sudah tak ingin dirinya jatuh cinta kepada Namjoo. Ia tak mau terjerumus ke dalam cinta terlarang.
"Aku harus bisa menjauh dari tuan Namjoo, aku tidak mau terjadi sesuatu pada ku!" Namjoo semakin dekat memandangi kedua bola mata Suah sampai Suah merasa takut dengan apa yang dilakukan oleh Namjoo.
"Apakah kamu tetep menjadi pelayan yang tak bisa menurut kepada Putra Mahkota?" Tanya Namjoo sembari menatap tajam wajah Suah.
Suah sangat takut kepada Namjoo saat ia memandangi wajahnya, dengan bola matanya.
Kilauan bola mata Suah membuat Namjoo semakin penasaran dengan jati diri Suah. Ia berusaha untuk bisa lebih mendekati Suah. Namun Suah mencoba untuk menghindari Namjoo.
"Jangan tuan, Aku nggak bisa!" Ucap Suah dalam hati. Namun Namjoo tak bisa mendengar teriakannya yang tak mengeluarkan suara. Ia mencoba semakin mendekati Suah, sampai Suah tersandung.
"Aaaa," Suah terjatuh. Namun dengan sigap Namjoo segera mengambil tubuh Suah. Dan membawanya dalam pelukannya. Pengawal yang mengawasi mereka pun segera membalikkan tubuhnya.
"Aku takut tuan marah, ayo kita alihkan pandangan kita!" Pemimpin pengawal itu pun mengajak rekan-rekannya untuk membalikkan pandangannya. Ia takut kalau tuannya marah dengan sikapnya.
Setelah mereka menengok kebelakang, Namjoo semakin menatap wajah Suah sampai Suah tak berani membuka matanya, ia pun menutup kedua bola matanya.
"Kenapa kamu memejamkan matamu?" Tanya Namjoo sembari tersenyum. Suah pun terkejut ia segera membuka bola matanya.
"Tidak apa-apa tuan!" Ucap Suah Malu-malu. Suah pun mulai menundukkan kepalanya agar Namjoo tak mengetahui rasa malunya.
"Suah aku hanya ingin melihat mu saja?" Ucap Namjoo sembari tersenyum melihat sikap Suah. Suah pun merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh Namjoo. Mengapa Namjoo mendekati dirinya. Padahal banyak putri cantik dari anak Pejabat Istana.
"Tuan boleh saya pergi!" Suah tak ingin terjadi sesuatu pada dirinya. Ia pun berpamitan untuk pergi meninggalkan Namjoo.
"Baiklah pergi jika itu yang akan kamu lakukan!" Suah pun segera pergi meninggalkan Namjoo. Namjoo merasa heran dengan sikap Suah. Ia semakin bersikap malu-malu.
"Apakah aku tak tampan, sehingga Suah tak menghiraukan ucapan ku!" Namjoo merasa Suah bersikap dingin kepada dirinya. Namun Namjoo tak bisa memahami perasaan Suah yang sebenarnya.
Pelayan kerajaan yang bernama Jong Hyun pun mendekati Suah, ia melihat Suah baru saja menemui Putra Mahkota.
Ia segera menggandeng tangan Suah untuk masuk kedalam Ruangannya. Ia sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara Suah dan Putra Mahkota.
"Aku harus menyelidiki masalah ini," ucap Jong Hyun. Namun wajah Suah sudah pucat, ia sangat ketakutan jika Jong Hyun marah dengan dirinya.
"Aduh jangan sampai Nyonya Jong Hyun menghukum ku!" Gumam Suah dalam hati. Ia sangat takut dirinya mendapat hukuman dari Nyonya Jong Hyun. Ia pun berjalan mengikuti langkah kaki Jong Hyun menuju ke ruangan persidangan pelayan kerajaan. Suah pun sangat takut ketika harus duduk di kursi persidangan, ia mulai meneteskan air matanya karena takut menghadapi Nyonya Jong Hyun sebagai ketua pelayan wanita di istananya.
"Suah duduk!" Jong Hyun meminta Suah untuk duduk. Suah pun mengikuti perintah Jong Hyun meskipun dirinya merasa ketakutan.
"Aku ingin bertanya kepada mu, tapi kamu harus jawab jujur, mengerti Suah!" Saat Jong Hyun memberi himbauan Suah pun mulai meneteskan keringat dingin. Ia sangat takut jika dirinya harus berhadapan dengan Jong Hyun.
"Baik Nyonya," jawab Suah sembari menundukkan kepalanya. Jong Hyun pun mulai mengintrogasi Suah. Namun ia tak percaya dengan jawaban Suah. Ia pun bertanya kembali kepada Suah.
"Suah mengapa kamu menggoda Putra Mahkota?" Tanya Jong Hyun. Suah pun tak ada niatan untuk menggoda putra mahkota, ia bingung harus menjawab apa. Karena semua masalah ini karena ulah dari Namjoo sendiri.
"Aku kesal dengan sikap Namjoo kepadaku," gumam Suah sembari meneteskan air matanya. Ia mengingat semua yang terjadi karena ulah Namjoo. Namun ia harus menerima hukuman dari Nyonya Jong Hyun.
Namjoo pun menerobos pintu masuk ke dalam ruangan persidangan, ia melihat Suah menangis. Namjoo pun segera menghampiri Suah berharap dirinya bisa menjadi penolong Suah saat berada di depan meja persidangan.
"Apa yang terjadi pada Suah, sampai ia menangis?" Tanya Namjoo kepada Jong Hyun. Jong Hyun pun sangat takut saat melihat Namjoo marah kepada dirinya. Ia berusaha untuk bisa menenangkan Namjoo.
"Kamu tidak memarahi Suah pak, kami tidak ingin kerajaan tersebar Rumor yang tak baik!" Jelas Jong Hyun.
"Rumor apa?" Tanya Namjoo dengan wajah marah.