Yap.. hari selasa adalah jadwal matapelajaran olahraga, dan matapelajaran itulah yang paling aku benci. Semua siswa bergegas pergi ke kamar mandi untuk ganti baju olahraga dan aku memilih berdiam diri di kelas untuk berangkat ke kamar mandi paling akhir agar aku tidak di bully oleh teman-temanku. Ketika aku hendak ke kamar mandi tiba-tiba Pak Andre menarik tanganku dan mendorongku ke papan tulis.
"Mau kemana cantiku..."
Aku terkejut dan ketakutan, wajahku begitu dekat dengan wajah Pak Andre. Aku hanya bisa berdo'a semoga aku tidak menjadi santapan serigala lapar ini.
Saat Pak Andre hendak menciumku tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara langkah teman-teman yang telah selesai mengganti baju.
"Pe..pe..permisi Pak, aku mau ke kamar mandi" seketika aku langsung lari menuju kamar mandi.
Hampir setiap hari aku menangis di kamar mandi tanpa ada orang yang tau, meskipun ada yang tau mungkin mereka akan mengira bahwa aku adalah arwah penasaran yang semasa hidupnya dipenuhi dengan kesedihan.
"Ya tuhan... Harus bagaimana lagi aku menghindari serigala lapar itu, sudah punya istri masih aja melakukan hal-hal seperti itu. Apa dirumah nggak pernah dijatah sama istrinya?! Dasar laki-laki hidung belang!!!"
Aku bergegas ganti baju dan langsung menyusul teman-teman ke lapangan. Pelajaran olahraga hari ini adalah LARI. Lari adalah olahraga yang paling aku benci karena saat aku lari bisa saja semua mata yang haus dengan hasrat seks itu melihat tubuhku. Kami semua diminta lari mengelilingi lapangan basket sebanyak 3x tanpa berhenti. "Priiitttttt" suara peluit Pak Andre berbunyi. Aku akan selalu ada dalam urutan paling akhir karena aku sangat membenci lari. Dari kejauhan aku melihat wajah Pak Andre seperti wajah pedhofil yang tersenyum menyeringai. Matanya selalu mengikuti kemanapun aku bergerak, sampai-sampai aku sangat risih dengan perlakuannya itu. Semua teman-temanku sudah bisa menyelesaikan 3 putaran, sedangkan aku hanya baru sampai 1 putaran.
"Yang sudah menyelesaikan 3x putaran silahkan kembali ke kelas dan ganti baju seragam, sekarang juga!!!"
Deg.... Seketika jantungku berhenti berdebar. Bagaimana bisa aku lari sendirian seperti di kejar srigala lapar itu. Teman-teman pun kembali ke kelas dan ganti baju, dan aku berusaha secepat mungkin agar aku menyelesaikan 3 putaran.
"Nggak usah buru-buru cantik mau kemana sih, kan ada Pak Andre"
"Pak mohon maaf, apakah saya boleh kembali ke kelas?"
"Oh.. tentu boleh, tetapi ada 1 syaratnya"
"Apa itu pak? Apa lagi yang mau bapak perbuat kepada saya?!"
"Stttt.. tenang cantik, syarat nya nggak berat kok. Nanti pulang sekolah jangan pulang dulu okee"
"Pak.. tapi aku ada janji sama teman"
"Eiiisstttt mau lari mengelilingi lapangan 50x yaa kamuu?!"
"Iyaa.. iyaa Pak, nanti sepulang sekolah saya nggak akan pulang dulu. Yasudah Pak, permisi saya mau ke kelas"
Entah hal apa lagi yang akan dilakukan laki-laki hidung belang ini. Aku sebenarnya sudah muak, tapi aku sadar aku tak bisa berbuat apa-apa. Setelah beberapa pelajaran terlewati, akhirnya bunyi bel pulang pun berbunyi. "Kriiiinggg.. Kriiiinggg.."
Dan yah.. aku harus menunggu Pak Andre di kelas sendirian. Sudah hampir 30 menit aku menunggu Pak Andre, dan akhirnya Pak Andre pun datang.
"Langsung aja deh Pak, syarat apa yang harus aku lakukan supaya bisa cepat pulang"
"Sabar dong cantik, baru juga Pak Andre datang masa mau pulang aja sih"
"Cepet dong Pak!!!"
Seketika Pak Andre mendorongku perlahan dan menyuruhku duduk di bangku, ia pun juga duduk di sebelahku.
"Syaratnya adalah seperti biasa, peluk pinggul dan mungkin untuk kali ini harus ada sedikit ciuman"
What the f*ck apa-apaan ini, bagaimana bisa dia menyuruhku mencium wajahnya yang bau tanah itu.
"Ta..ta.. tapi Pak a..a.."
"Eiissttt mau melakukan syaratnya atau kamu ngga akan pulang?"
"I..i..iyaa Pak"
Seketika aku berkaca-kaca, ya tuhan bagaimana bisa aku rela menodai diriku sendiri dengan mencium lelaki hidung belang ini.
"Ayo berdiri dong cantik.. biar enak gituu meluknya.."
Aku pun menuruti permintaan Pak Andre,aku pun berdiri dan Pak Andre memeluk pinggang ku dengan erat. Tanpa basa-basi bibir Pak Andre pun mendarat di keningku,
lantas apa bedanya aku dengan PSK. Dan setelah Pak Andre puas, aku bergegas pulang dengan mata yang berkaca-kaca.
Selama di perjalanan pulang aku gak sanggup menahan air mata yang sudah membendung dan tanpa ku sadari aku sudah menangis tersedu-sedu di angkutan umum. Aku pun pulang dengan mata yang sembab.
"Loh..loh..loh.. kenapa ini anak ibuk yang cantik kok matanya sembab? Kenapa sayang, coba cerita sama ibu"
Seketika aku menangis histeris di pelukan ibu.
"Ibuuukkk... Hiks..hiks.. asri udah kotor bu..."
"Loh.. kotor ke apa nak? Apanya yang kotor? Yasudah asri mandi sana biar nggak kotor, sholat, kemudian makan. Ibu sudah siapkan sambal dan ikan asin kesukaan kamu" ucap ibu sambil mengusap air mataku. Andai ibu tahu apa itu sebenarnya makna kotor yang aku maksud, tapi ahhh sudahlah ibu tak perlu tahu.Ibu cukup banyak menanggung beban hidupku ini, tak perlu lagi aku menambah bebannya.
Mungkin suatu hari nanti ketika aku sudah siap, aku akan menceritakan semua masalah yang aku dapatkan di sekolah dan semua perlakuan laki-laki hidung belang itu kepada ibu dan bapaku. Dan aku, Asri Wulandari berjanji akan membalaskan dendamku kepada mereka dengan menunjukan prestasiku.