“Kamu penasaran?” tanya Nicky kepada Nirmala yang menganggukkan kepalanya berkali-kali. Nicky tersenyum, ia menatap Marie dan berkata,”Tuh lihat, anak orang udah penasaran nih. Masa kamu tidak kasihan sih?” tanyanya yang langsung disanggah oleh Marie,
“Itu mah karena kau yang duluan ingin membeberkannya!” serunya dengan kesal. Melihat Marie yang tampaknya tidak ingin memberitahu siapa yang ia sukai, Nirmala terlihat murung dan merasa tidak enakkan juga. Namun disatu sisi, ia juga senang jika Marie tidak menyukai Charlie walaupun tetap saja tidak menutup fakta jika Charlie menyukai Marie.
“Yaudah deh… tidak masalah… tidak perlu memberitahunya kepadaku,” ujar Nirmala yang malah membuat Marie merasa tidak enakkan. Marie menatap Nirmala yang kemudian melanjutkan makannya dengan perlahan.
“Jonathan…” Nirmala terdiam ketika Marie menyebut nama itu kepadanya. Ia menelan makanannya dan kembali menatap Marie yang kembali mengulang nama itu, “Jonathan… dia adalah pria yang aku sukai,” ulangnya lagi kepada Nirmala yang tersenyum kepadanya. Tentu saja dia mengenal siapa itu Jonathan karena pria itu cukup terkenal,
“Begitu ya… apa kalian dekat? Sejauh apa hubungan kalian?” tanya Nirmala dengan antusias. Marie tampak malu-malu untuk mengatakan hubungannya dengan Jonathan karena bukan hanya Nirmala, namun Nicky juga sedang menunggu jawaban darinya. Marie menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu dan hanya bisa menyengir,
“Begitulah…” ujarnya yang membuat Nicky dan Nirmala sama sekali tidak puas.
“Begitulah bagaimana? Yang jelas dong!” protes Nicky kepada Marie. Nirmala juga setuju dengan apa yang Nicky katakan sehingga ia mengatakan hal yang serupa dengan Nicky. Marie berdehem sejenak sebelum dia mulai mengungkap sedikit perubahan dan perkembangan hubungannya dengan Jonathan,
“Dia memintaku untuk menjadi sahabatnya,” ujarnya yang membuat kedua gadis itu girangnya bukan main,
“Benarkah?” tanya Nicky yang terdengar begitu senang. Tidak berbeda jauh dengan Nicky, Nirmala pun terlihat senang,
“Beneran kan? Aku ikut senang nih!” timpa Nirmala.
Marie mengangguk malu,”Iya… Dia juga memintaku untuk mengajarinya dan belajar bersama, jadi mulai minggu depan aku dan dia belajar di apartemennya,” tuturnya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Nicky dan Nirmala tampak menganga dan terdiam sembari saling menatap mendengar apa yang gadis itu katakan. Mereka tidak menyangka jika hubungan Jonathan dengan Marie sudah begitu dekat,
“Bukankah itu lebih dari sekedar dekat?” tanya Nirmala yang membuat Marie bingung,
“Memangnya lebih dari dekat itu apa?”
“Dia memintamu untuk mengajarnya, mengapa tidak di perpustakaan saja? Kenapa harus di apartemen dia? Dia tinggal sendiri kan?” tanya Nicky yang membuat Marie mengerutkan dahinya. Ia bingung mengapa Nicky bisa tahu jika pria itu tinggal sendiri? Marie merasa ia tidak pernah bercerita mengenai hal itu kepada Nicky,
“Tahu darimana kalau dia tinggal sendiri? Perasaan aku tidak pernah memberitahumu…” Nicky tampak tenang dan dia menjawab,”Setahuku kau pernah memberitahuku,” ujarnya yang membuat Marie berpikir ulang. Ia tidak ingat jika ia pernah berkata mengenai hal itu kepada Nicky namun ia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu sehingga ia menganggap masalah itu lalu begitu saja,
”Mungkin aku yang lupa kali ya…” ujarnya yang diangguki Nicky. Marie merasa heran dengan dirinya sendiri, entah mengapa ia tidak bisa membantah perkataan Nicky.
“Tapi bukankah sudah terlihat jelas jika Jonathan menyukaimu?” tanya Nirmala dengan lugu. Hal itu membuat wajah Marie memerah disaat itu juga. Ia memegang wajahnya dan tubuhnya dengan refleks menjauh. Ia mengerjapkan matanya sebelum dia bertanya maksud dari perkataan Nirmala.
“Jonathan menyukaiku? Tidak mungkin!”
“M-maksud kamu gimana?”
“Aku juga berpikiran hal yang sama,” ujar Nicky sembari mengangkat tangan kanannya.
“K-kalian, berhentilah menggodaku!” rengek gadis itu sembari menggelengkan kepala dan tubuhnya. Marie berpikir lagi, jika banyak hal terjadi di luar apa yang ia tulis di buku diarinya, bukannya peralihan perasaan Jonathan dari Gianna bisa saja terjadi? Marie berpikir mengenai hal itu dengan wajah yang merah padam dan jantung yang berdebar begitu kencang.
“Jika saja hal itu diperbolehkan terjadi…” batinnya yang masih berharap. Marie berusaha sebisa mungkin untuk tidak terbang lebih tinggi dari langit. Ia tidak ingin pada akhirnya dirinya harus terjatuh ke bawah bumi nantinya.
“Maksudku, kenapa kalian tidak belajar di perpustakaan saja? Kenapa harus di apartemennya?” tanya Nirmala,
Marie mulai menenangkan dirinya dan dia menjawab pertanyaan Nirmala seperti apa yang Jonathan katakan kepadanya,”Sebenarnya aku sudah bertanya juga mengenai masalah itu kepadanya. Alasan dia memintaku untuk ke apartemennya itu karena ia tidak ingin ada gosip atau perkataan orang lain yang kurang mengenakkan jika aku dekat dengannya. kalian tahu sendiri kan kalau dia itu cukup terkenal…”
Nirmala mengangguk,”Cukup masuk akal… terkadang orang suka membesar-besarkan apa yang terjadi. Kemungkinan terburuknya sih dia tidak ingin orang tahu kalian dekat,” ujar Nirmala yang mendapat pelototan mata dari Nicky yang duduk tepat di hadapannya. Nirmala yang tidak mengerti pun menatap Marie yang sudah gloomy sendiri. Ia merasa perkataan Nirmala ada benarnya juga, bisa jadi Jonathan malu jika ia dikabarkan dekat dengan dirinya yang culun ini.
Nirmala menelan ludahnya, ia sudah merasa bersalah dengan apa yang ia katakan,”M-mm… tidak selamanya begitu kok. M-mungkin dia tipikal orang yang tidak suka hubungannya diekspos…” ujar Nirmala yang diangguki oleh Marie.
Baik Marie maupun Nicky dan Nirmala, ketiganya mulai memakan kembali makanan mereka sampai Charlie mendatangi mereka. Suasana berjalan begitu tegang terlebih ketika Charlie mengambil tempat duduk di samping Nirmala. Marie berusaha untuk menghindari tatapan Charlie yang terlihat seakan memohon Marie untuk menatapnya sekali ini saja,
“Marie…” panggil pria itu sebelum Marie memutuskan untuk mengangkat kepalanya kepada Charlie.
“Maaf masalah yang tadi…” ujar Charlie dengan begitu lembut. Nirmala tidak berani menatap Charlie, ia tidak ingin melihat bagaimana Charlie menatap Marie. Ia sungguh tidak ingin. Tidak bisa ditampik jika dirinya sangat iri terhadap Marie yang bisa begitu dekat dengan Charlie, namun ia tidak ingin memupuk perasaan dan pemikiran yang negatif.
Nicky sendiri hanya diam sembari menatap Marie untuk melihat apa yang menjadi reaksi Marie kepada Charlie.
Marie mengangguk,”Tidak masalah… aku juga minta maaf karena sudah membentakmu,” ujarnya dengan senyum tulusnya.
Pria itu semakin jatuh cinta dengan cara gadis itu tersenyum kepadanya walaupun dirinya bukanlah pujaan hati Marie. Ia juga memberikan senyumnya kepada Marie yang sudah memaafkannya. Disamping itu, Nicky bisa melihat jika Nirmala pura-pura untuk melihat interaksi keduanya. Ia merasa iba dengan Nirmala, ia tidak tahu bagaimana cara menolong gadis itu. Seandainya saja ada cara untuk menolong hubungan Charlie dengan Nirmala, dengan senang hati ia akan melakukannya.
“Kamu gak makan?” tanya Marie karena ia tidak melihat makanan atau minuman apapun yang dibawa oleh Charlie.
Pria itu menggeleng,”Tadi aku membantu guru untuk bawa berkas-berkas gitu… aku rasa tidak akan sempat untuk aku makan sekarang,” ujarnya sembari melihat arlojinya.
“Yaudah, kamu lihatin kami bertiga makan,” ujar Nicky yang membuat Charlie menaikkan satu alisnya,”Bertiga?”
Nicky memutar bola matanya dengan malas,”Itu ada orang di sampingmu, masa gak sadar sih!” ujarnya, membuat pria itu menoleh kepada Nirmala yang tersenyum kecil kepadanya,
“Eh ada Nirmala?” ujarnya yang baru saja menyadari keberadaan Nirmala. Nirmala hanya tersenyum dan terus memakan makanannya. Jauh di dalam hatinya ia sangat sedih, bahkan keberadaannya saja tidak disadari oleh Charlie, lalu bagaimana dengan perasaannya? Gadis itu sangat ingin pengakuan dari Charlie dan dia ingin sekali keberadaannya dihargai oleh pria itu, “Maaf-maaf… aku asal duduk saja tadi tanpa tahu kamu ada di sampingku,” lanjut pria itu yang diangguki oleh Nirmala,
“Iya, tidak masalah kok…” ujarnya berusaha untuk enteng saja dengan perkataannya sendiri.
Marie kasihan dengan Nirmala, ia ingin sekali membantu hubungan Charlie dengan Nirmala, namun ia tidak tahu bagaimana caranya. Ia ingat sekali jika Charlie berkata jika dia sedang suka dengan seseorang, namun saat itu pria bermata hitam itu tidak membeberkan siapa yang sedang ia sukai.
Hah… entah mengapa semuanya berjalan semakin rumit saja.