Marie sudah sampai terlebih dahulu di cafe tempat di mana dirinya, Nicky dan Charlie selalu berkumpul. Kali ini Nirmala tidak hadir karena ia memiliki urusan lain dan Marie tidak mempermasalahkan hal itu. Gadis berambut hitam itu mengetuk jari telunjuknya di meja dengan jantung yang berdebar begitu cepat. Entah mengapa ia takut jika ia dianggap aneh jika ia berkata mengenai hal ini kepadanya.
Sudah diputuskan, gadis itu memilih untuk berbagi mengenai apa yang terjadi di kehidupan pertamanya kepada teman-temannya. Ia tidak ingin menyimpan untuknya sendiri karena setidaknya ia ingin menyalurkan perasaan dan apa yang ia rasakan supaya ia setidaknya merasa lega.
Ia tidak berharap banyak jika kedua temannya bisa menerima ataupun percaya dengan perkataannya karena ia paham, hal ini sangat tidak masuk akal dan begitu aneh untuk diceritakan.
Tidak lama kemudian, Charlie pun mulai masuk ke dalam cafe dan dia menemukan Marie yang sedang duduk membelakangi dirinya. Dengan cepat saja pria itu melangkah mendekat kepada Marie yang sudah menunggu kedatangannya,
“Apa sudah lama?” tanya Charlie yang kemudian duduk di depan Marie. Marie menggelengkan kepalanya,”Tidak juga,” jawab Marie dengan jujur.
“Memangnya kamu mau ngomong apa sih? Kayaknya serius banget,” ujar Charlie yang begitu penasaran,
“Kita tunggu Nicky dulu datang,”
“Oke,” Charlie mengangguk dan menghargai keinginan Marie dan benar saja tidak lama kemudian Nicky pun menghampiri mereka dan dia pun duduk di samping Charlie. Setelah keduanya berkumpul, gadis itu mengambil napas sejenak sebelum dia memulai ceritanya,
“Kalian... apa kalian percaya dengan kekuatan supranatural?” tanya gadis itu yang membuat kedua temannya mengerutkan keningnya dengan bingung,
“Kamu ke peramal?” tanya Charlie yang digelengkan dengan cepat oleh Marie,
“Bukan... ini bahkan lebih gila dari ramalan-ramalan zodiak,”
Mendengar hal itu, Nicky dan Charlie semakin penasaran. Mereka pun meminta gadis itu menjelaskan maksud Marie mengatakan hal seperti itu kepada mereka. Marie masih saja gugup, ia tidak tahu bagaimana caranya untuk dia memulai cerita yang tidak masuk akal ini.
“Aku... Aku sudah mati sebelumnya,” ujarnya yang membuat Nicky dan Charlie terdiam dan menganga.
“Mati? Lalu kalau kau sudah mati, lantas siapa yang ada di hadapan kami ini? Hantu?” tanya Charlie yang sangat skeptis mengenai hal ini.
“Aku juga bingung bagaimana menjelaskannya, tapi ini adalah kehidupan keduaku. Kehidupan pertamaku adalah aku yang berusia 17 tahun di masa depan,”
“Sebentar, sebentar... maksudmu kamu ini dari masa depan dan kembali ke masa lalu?” tanya Nicky yang diangguki oleh Marie.
“Benar, benar sekali... Aku yang di kehidupan sebelumnya meninggal karena sebuah kecelakaan pada tanggal 16 Juli 2021 dan begitu aku membuka mataku, aku berada di tanggal 13 Juli 2020. Yang mana artinya aku bangun setahun sebelum aku meninggal. Kehidupan sekarang yang sedang aku jalani bersama kalian begini adalah kehidupan keduaku,”
“T-tunggu... Marie, aku tidak mengerti maksudmu...” ujar Charlie yang menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan Marie. Nicky menyikut Charlie dan berkata kepadanya untuk diam saja dan memasang telinganya kepada cerita Marie,
“Jadi, apa yang terjadi di masa depan sehingga kamu bisa kembali ke masa lalu?” tanya Nicky untuk memudahkan Marie menceritakan apa yang terjadi,
“Begini... di kehidupan sebelumnya, Jonathan meninggal karena bunuh diri... dia meninggal pada tanggal 14 Juli 2021 setelah ia melompat dari rooftop apartemennya. Aku tahu ini konyol tapi inilah yang terjadi padaku dan aku mengingat semua yang terjadi, bahkan aku memiliki buku diari yang setiap harinya tertulis sendiri apa saja yang terjadi antara aku dengan Jonathan,”
“Jika memang... jika memang ini benar terjadi, lantas kenapa hanya kamu yang mengingat apa yang terjadi di kehidupan pertamamu sementara aku dan Nicky sama sekali tidak memiliki ingatan apapun mengenai apa yang terjadi?”
Marie mengangguk paham sebelum dia menjelaskan,”Sebenarnya awalnya aku tidak paham mengapa ini bisa terjadi, hanya saja aku bertemu seseorang di mimpiku. Dia menjelaskan beberapa hal yang menjadi pertanyaanku termasuk mengapa hanya aku yang mengingat kejadian yang ada di kehidupan pertama...”
“Lalu apa katanya?”
“Aku adalah orang yang sengaja dibunuh di kehidupan pertama agar aku bisa kembali hidup di kehidupan kedua ini.. hal ini dilakukan supaya aku bisa mengingat apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya... kalian yang tidak memiliki ingatan dunia ini adalah kalian yang masuk ke dunia ini tanpa melalui kematian...”
“Lalu bagaimana dengan Jonathan? Apa dia juga mengingat kehidupan pertamanya?” tanya Charlie yang digelengkan oleh Marie,”Dia sama sekali tidak ingat... Sosok itu mempercayakan Jonathan kepadaku... dia bilang dengan kesempatan yang kembali diberikan oleh Yang Maha Kuasa, aku diminta untuk menyelamatkan Jonathan dari kematiannya yang kedua kalinya,”
“Kenapa harus Jonathan? Kenapa juga harus kamu yang harus menanggung beban ini?”
Marie menggelengkan kepalanya,”Aku juga tidak tahu mengapa. Sosok itu tidak mau menjawab pertanyaan itu, dia bilang kalau aku akan mengetahuinya suatu saat nanti,”
Charlie menyenderkan tubuhnya di kursi dan tetap menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Marie karena hal ini memang tidak masuk akal baginya.
“Aku tahu ini tidak masuk akal tapi inilah yang terjadi,” jelas Marie kepada Charlie,
“Kau yakin ini bukanlah mimpi yang tidak bisa kau bedakan dengan kenyataan?” tanya Charlie sekali lagi. Marie hanya bisa menunduk, seharusnya ia tidak sakit hati dengan respon teman-temannya yang skeptis namun ia tidak bisa menghindarkan dirinya dari rasa sakit hati itu.
Ditengah-tengah kekecewaannya, Nicky memegang tangan Marie dengan erat,”Aku percaya... Aku percaya denganmu, Marie,” ujar Nicky yang menggugah hati Marie seketika itu juga. Ia memegang tangan Nicky balik dan ia merasa sangat lega jika Nicky mau percaya dengan ceritanya yang tidak masuk akal ini,
“Makasih, terima kasih banget, Nicky,”
“Aku tahu kamu, kamu gak mungkin main-main dengan cerita ini...” ujarnya yang benar-benar meneduhkan hati Marie. Marie mengalihkan pandangannya kepada Charlie dan dia baru terpikir sebuah cara agar Charlie bisa mau juga ikut memercayai ceritanya,
“Kalau kamu tidak percaya, pada tanggal 4 Januari nanti, tepat di hari kita masuk sekolah, akan ada gadis bernama Gianna yang akan masuk ke kelas kita...” ujarnya kepada Charlie yang mulai menatapnya.
“Bukannya itu Senin depan nanti?” tanya Nicky yang diangguki oleh Marie,
“Iya... kalian nantikan saja... jika dia tidak muncul maka ceritaku ini adalah cerita hisapa jempol belaka,” ujarnya dengan begitu yakin sembari menatap Charlie yang tidak kembali menatapnya.
“Oh iya... kamu tadi bilang kalau kamu dipercayakan untuk menyelamatkan Jonathan. Bukankah itu berarti apa yang terjadi di kehidupan pertama dengan kehidupan kedua itu berbeda?” tanya Nicky yang sebelumnya memperhatikan dan mendengarkan cerita gadis itu dengan jeli,
“Benar, tidak semuanya terjadi persis 100 persen. Meskipun begitu, masih ada yang benar-benar terjadi kok, seperti saja ketika kalian memberikan surprise untukku di hari ulang tahunku, aku berpura-pura kaget padahal aku sudah mengetahuinya,”
“Hah?! Seriusan?!” ujar Nicky yang diikuti dengan kekagetan Charlie yang tidak menyangka jika rencana mereka sudah diketahui Marie, karena biasanya Marie itu sangat lugu dan tidak terlalu peka orangnya, sehingga ia dapat dengan mudah dibohongi dan diakali,
“Iya... juga sebenarnya aku ingin meminta bantuan kalian... tapi aku rasa kita harus membuat Charlie percaya dulu, setelah itu aku akan mengungkapkan permintaanku kepada kalian,” ujarnya sembari menatap Charlie dengan senyuman miringnya.