Ryan memandang foto yang ditunjukkan Afif. Ayah menyentuh ujung kertas, lalu menarik tangannya kembali. Ia meminta mereka meletakkan foto keluarga di samping potret laki-laki berkumis yang telah mereka simpan dalam ponsel. Ryan menampilkan gambar dari layar dan menjaga agar ponsel tidak menyentuh kertas lama.
'Aku mengenali orang ini,' kata ayah akhirnya. 'Dia ayahku.'
Afif menuliskan bahwa ayah Ryan mengenali laki-laki berkumis dalam potret sebagai ayahnya, sehingga pria itu adalah kakek Ryan. Ia bertanya apakah ayah yakin atau hanya melihat kemiripan. Ayah menjawab ia yakin berdasarkan wajah dan kumis yang sama, meski ia tidak tahu siapa yang membuat potret itu atau mengapa sosoknya muncul di rumah. Pengakuan itu menghubungkan identitas keluarga, bukan menjelaskan kejadian gaib.
'Dia keras?' tanya Ryan.
'Ya. Dia ingin semua orang menurut. Tapi aku tidak akan menyebutnya penyebab kematian adikku hanya karena sifatnya.'
Ryan menghargai jawaban itu. Ia telah melihat sosok berkumis menghalangi mereka mendekati kotak, tetapi belum tahu apakah sosok itu sama dengan kakeknya atau hanya menyerupai potret. Ayah juga belum pernah melihat penampakan. Mereka mencatat dua hal terpisah: laki-laki di potret adalah kakek Ryan menurut ayah; identitas sosok gaib belum terbukti.
Ayah melanjutkan cerita tentang hari adiknya pergi ke kebun. Ia tidak berada di rumah saat itu. Ia menerima kabar bahwa gadis itu belum kembali menjelang sore. Ia tidak tahu siapa yang pertama kali menyadari ketidakhadirannya. Beberapa orang dewasa pergi mencarinya, tetapi ayah tidak ingat siapa saja yang ikut.
'Ayah ikut mencari?' tanya Afif.
'Aku datang setelah diberi tahu. Aku mencari di sekitar rumah dan jalur dekat kebun, tapi aku tidak masuk jauh. Orang-orang menyuruhku menunggu.'
Ryan ingin bertanya siapa yang menyuruhnya, tetapi ayah tidak yakin. Ia mengingat suara ibunya di antara orang-orang, namun tidak dapat memastikan siapa yang memberi perintah. Ia juga tidak ingat apakah pencarian dimulai sebelum gelap atau setelahnya. Ayah menegaskan ia tidak menemukan adiknya.
'Ayah tahu siapa yang pertama kali mengusulkan mencari di bagian kebun yang jauh?' tanya Afif.
'Tidak. Aku ingat beberapa orang menyebut jalur itu, tapi tidak tahu siapa yang memulai.'
Ryan bertanya apakah orang-orang membawa lampu atau memanggil nama adiknya. Ayah mengingat ada suara orang memanggil dari arah jalan setapak, tetapi ia tidak dapat memastikan apakah itu pada sore yang sama atau pada hari berikutnya. Ia juga tidak ingat alat apa yang mereka bawa. Setiap kali mencoba membangun gambaran, ia mendapati dirinya mengisi ruang kosong dengan bayangan, bukan ingatan.
'Jangan paksa dirimu mengingat,' kata Ryan. 'Kalau tidak ada, tulis tidak tahu.'
Ayah mengangguk. Ia terlihat lega sekaligus malu karena jawaban itu bukan pengungkapan besar. Ia tidak pernah menceritakan adegan pencarian ini kepada Ryan sebelumnya. Selama bertahun-tahun, yang ia simpan hanya kesan bahwa ia datang terlambat dan tidak diizinkan masuk jauh ke kebun. Ia tidak tahu apakah larangan itu untuk keselamatannya atau karena orang-orang dewasa ingin mengendalikan siapa yang melihat tempat tersebut.
Afif bertanya apakah ada orang lain yang bisa mengonfirmasi ia datang saat pencarian. Ayah menyebut ibunya mungkin melihatnya, dan mungkin ada kerabat lain. Namun ia tidak tahu siapa yang masih tinggal di desa. Mereka menulis dua kemungkinan sumber, tanpa menganggap salah satunya pasti masih bisa ditemui.
Ryan menatap catatan sementara. Tidak ada rincian yang memastikan apakah gadis itu jatuh, tersesat, atau mengalami hal lain. Cerita keluarga menyebut kecelakaan, tetapi ayah tidak tahu dasar kesimpulan itu. Ia meminta ayah tidak mengubah rasa bersalah karena terlambat menjadi keyakinan bahwa ia dapat menyelamatkan adiknya seandainya bertindak lain.
'Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi,' kata Ryan. 'Jadi jangan menghukum dirimu sendiri atas sesuatu yang belum terbukti.'
Ayah memejamkan mata sejenak. Ia mengucapkan terima kasih, meski tidak terlihat bahwa rasa bersalahnya hilang. Afif memberi waktu sebelum melanjutkan pertanyaan.
Keesokan harinya, menurut cerita yang ia terima, adiknya ditemukan di bagian kebun yang jauh dari rumah. Ayah tidak melihat langsung tempat penemuan. Ia hanya melihat tubuhnya setelah dibawa pulang, dan tidak ingin menjelaskan secara rinci. Ryan tidak mendesak. Ia bertanya apakah ada pemeriksaan resmi.
'Aku tidak tahu,' jawab ayah. 'Aku tidak pernah melihat laporan. Keluarga menyebutnya kecelakaan. Aku waktu itu masih muda dan tidak tahu harus meminta apa.'
Afif bertanya apakah ayah yakin kabar penemuan itu datang keesokan hari. Ayah terdiam lama, lalu berkata ia mungkin mengingatnya begitu karena pencarian berlangsung sampai malam. Ia tidak berani memastikan selang waktunya. Mereka mengubah garis waktu: adiknya tidak pulang pada hari tertentu yang tidak diketahui; pencarian dilakukan; ayah kemudian mendapat kabar ia ditemukan di kebun; tanggal dan durasi belum diverifikasi.
'Ini membuat semuanya semakin tidak jelas,' kata Ryan.
'Aku tahu.'
Ayah berkata setelah kematian itu, kakek Ryan melarang keluarga membicarakan kejadian tersebut di luar rumah. Ayah tidak tahu apakah larangan itu dimaksudkan untuk melindungi nama keluarga, menjaga suasana, atau menghindari pertanyaan. Ia hanya ingat bahwa setiap kali ia meminta penjelasan, kakeknya menyuruhnya berhenti.
Ryan bertanya apakah kakeknya pernah menyebut gadis itu jatuh atau tersesat. Ayah menjawab tidak ingat. Ia tidak akan menambahkan kata-kata yang mungkin tidak pernah diucapkan. Yang ia ingat jelas adalah kakeknya mengendalikan percakapan dan ibunya mengikuti keputusan itu.
Afif meminta ayah tidak menghubungi Malik dulu untuk menanyakan cerita tersebut. Malik mungkin punya ingatan sendiri, tetapi percakapan mereka harus dilakukan setelah mereka menyusun pertanyaan yang tidak menggiring. Ryan setuju. Ia tidak ingin Malik sekadar mengulang versi yang pernah ia sampaikan sebelumnya.
Mereka memeriksa lagi dua surat. Tidak ada yang menyebut hari penemuan atau penyebab kematian. Satu hanya meminta seseorang tidak pergi sendiri, satu lagi meminta orang itu kembali sebelum gelap. Keduanya mungkin berkaitan dengan kebun, tetapi belum menunjukkan bahwa penerimanya adalah adik ayah.
Ryan meminta ayah menandai bagian yang ia alami sendiri dengan garis bawah di catatan, bukan di surat. Mereka menandai kedatangan ayah saat pencarian berlangsung sebagai ingatan langsung, sedangkan waktu, tempat penemuan, dan penjelasan kecelakaan sebagai informasi yang ia dengar. Keterangan itu membuat cerita terasa lebih rumit, tetapi juga lebih jujur.
Di luar, suara kendaraan melewati jalan desa. Ayah menengok ke jendela, lalu kembali ke meja. Ia mengatakan mungkin mereka perlu bertanya kepada Malik tentang orang-orang yang mencari saat itu. Ryan belum siap menemui Malik. Untuk malam ini, mereka akan menyelesaikan pemeriksaan foto dan surat terlebih dahulu.
Afif menyimpan catatan sementara. Kakek telah dikenali dalam foto, tetapi sosok berkumis yang menghalangi kotak tetap misteri. Kematian adik ayah dikaitkan keluarga dengan kecelakaan, namun ayah tidak menyaksikan peristiwa itu dan belum menemukan laporan. Mereka punya titik awal, bukan jawaban.