Mereka mengikuti jalur padat hingga pohon gandaria terlihat lebih jelas. Batangnya besar dan salah satu cabang rendahnya membengkok ke arah kolam. Beberapa buah kecil masih menggantung di antara daun, tetapi tidak ada tanda yang dapat menunjukkan kapan seseorang terakhir berada di sana. Ryan meminta Malik tetap di tempat dan tidak memimpin mereka turun ke tepi air.
'Dari sini cukup,' kata Ryan. 'Kita tidak perlu menyentuh pohon.'
Malik bertanya apakah Ryan mencari sesuatu. Ryan menjawab mereka sedang mencocokkan ingatan ayah dengan surat keluarga. Ia tidak menyebut penampakan gadis atau kotak kecil. Ayahnya berkata belum ada bukti bahwa adiknya berada tepat di pohon itu pada hari kematiannya.
Afif memeriksa catatan dari surat: seseorang diminta tidak pergi sendirian ke kebun dan ada catatan lain agar kembali sebelum gelap. Tidak ada nama, tanggal lengkap, atau penyebutan gandaria. Ia membaca ulang kalimat itu kepada ayah.
'Apakah adik Ayah pernah membawa bros ke sini?' tanya Ryan.
Ayah menjawab ia tidak tahu. Ia pernah melihat adiknya memakai bros pada foto keluarga, tetapi tidak mengingat apakah ia memakainya setiap hari. Mereka tidak menemukan alasan untuk menganggap bros tertinggal di kebun atau berada dalam kotak di rumah.
Ryan meminta Afif menggambar posisi pohon, kolam, dan jalur yang mereka lalui. Afif menggambar dari arah pandang mereka, lalu menandai bahwa sketsa itu bukan peta berskala. Malik menunjuk satu garis di sisi seberang dan berkata jalur itu menyambung ke jalan lama, tetapi ia tidak menyarankan mereka melintasinya karena tanah setelah tikungan mudah runtuh.
'Kalau begitu kita tidak melintasinya,' kata Ryan. 'Tunjukkan dari sini saja.'
Malik menunjuk di antara dua batang pohon. Dari sudut mereka, tampak seperti jalan yang sama dengan jalur masuk. Ryan mengubah posisi beberapa langkah, tetap pada tanah keras. Dari sudut baru, ia melihat dua celah berbeda: satu mengitari kolam, satu lagi naik menuju punggung kebun. Keduanya memiliki semak dan batang yang bentuknya hampir serupa.
'Kalau gelap, orang bisa mengira dua celah ini satu jalur,' kata Afif.
Malik menyahut bahwa kabut sering turun dekat kolam. Ia pernah mendapati suara dari seberang terdengar seperti berasal dari belakangnya. Ryan bertanya apakah hal itu akibat pantulan permukaan air. Malik menjawab ia tidak tahu. Ia tidak menegaskan bahwa itu gaib maupun menyangkal pengalaman mereka.
Ayah mengamati dahan gandaria yang rendah. Ia tidak mengenali tempat itu sebagai lokasi terakhir adiknya. Ia hanya mengingat bahwa keluarga menyebut 'kebun' tanpa menyebut bagian yang lebih rinci. Ryan meminta ia tidak mencoba menyesuaikan cerita dengan lokasi yang terlihat sekarang.
'Kalau kita tidak tahu, kita tulis tidak tahu,' kata ayah.
Ryan menatap ayahnya. 'Kalau begitu, kenapa Ayah dulu menyuruh Malik membuat kami pergi sebelum menjelaskan apa pun?'
Ayah tidak menghindar. Ia berkata ketakutannya membuat ia ingin mengendalikan tempat dan waktu Ryan mencari jawaban. Ia sadar tindakannya justru menambah bahaya karena Ryan dan Afif harus bergerak tanpa tahu bagian mana yang labil atau jalur mana yang melingkar.
'Aku tidak akan membela perintah itu,' kata ayah. 'Hari ini kita berhenti kalau salah satu dari kalian merasa tidak aman.'
Malik ikut menundukkan kepala. Ia berkata seharusnya memberi tahu mereka tentang jalur rendah dan tanah yang turun, meski ia tetap merasa mereka sebaiknya tidak tinggal di rumah itu. Ryan menjawab bahwa Malik boleh mengingatkan, tetapi tidak boleh menyembunyikan petunjuk keselamatan atau menakut-nakuti mereka demi membuat mereka pergi.
Afif mencatat pembicaraan itu sebagai batas baru, bukan penyelesaian semua konflik. Ia tidak menulis bahwa Malik telah meminta maaf, karena lelaki itu hanya mengakui bagian yang berkaitan dengan jalur. Percakapan soal perintah lama dan apa yang terjadi di rumah masih harus dibahas terpisah.
Afif mencatat kalimat tersebut. Mereka mengamati tanah di bawah pohon dari batas jalur. Tidak ada benda yang terlihat jelas. Ada daun basah, ranting, dan bekas aliran air kecil. Ryan tidak berjongkok karena kakinya akan sulit berdiri lagi. Afif juga tidak menyentuh apa pun.
Malik mengatakan pernah melihat aliran air mengikis tepi jalur setelah hujan deras. Ia menunjuk bagian yang lebih gelap, beberapa meter di bawah mereka. Tanah di sana tampak turun sedikit, dan akar pohon menggantung terbuka. Mereka tetap menjaga jarak.
Ryan bertanya kapan tanah itu mulai berubah. Malik tidak ingat tahun. Ia berkata kerusakan bertambah setiap musim hujan. Karena itu, ia memilih jalur atas. Afif menulis bahwa keterangan Malik belum memiliki tanggal pasti, namun kondisi labil terlihat dari posisi akar dan permukaan yang tidak rata.
Mereka menggunakan kompas kecil di ponsel Ryan hanya untuk menentukan arah umum, bukan untuk mengambil koordinat presisi. Arah kolam berada di bawah jalur, sedangkan jalan pulang menyambung dari sisi barat. Ryan membandingkan arah itu dengan catatan perjalanan malam sebelumnya. Mereka mungkin pernah melewati cabang yang mengitari kolam tanpa menyadari bahwa jalur itu berputar kembali.
'Kita perlu melihat titik sambungnya dari jalur aman,' kata Afif. 'Bukan masuk ke tanah yang turun.'
Ayah setuju. Malik bisa menunjukkan tempat dari bagian atas, tetapi mereka tidak akan menyeberang ke sisi yang rapuh. Ryan meminta waktu beristirahat. Ia duduk di batu datar yang berada jauh dari tepi kolam, sementara Afif berdiri di sampingnya.
Dalam jeda itu, Ryan bertanya kepada ayah apakah ia yakin adiknya dibawa pulang dari arah kolam. Ayah menjawab ia tidak tahu. Ia hanya diberi tahu bahwa adiknya ditemukan di kebun. Ia tidak akan menambahkan lokasi spesifik berdasarkan pemandangan hari ini.
Ryan mencatat bahwa pencarian mereka tidak menemukan bukti langsung tentang kematian gadis. Mereka hanya memetakan jalur, pohon, kolam, dan perubahan tanah. Saat mereka berdiri untuk kembali, sebuah siulan terdengar jauh di antara pepohonan. Tidak ada yang menjawab. Afif menunggu, lalu memberi kode mereka sendiri di sisi Ryan. Balasan terdengar dekat.
Mereka beranjak menuju percabangan aman. Pohon gandaria tertinggal di belakang, membawa lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Namun dua jalur yang nyaris serupa dan suara yang memantul di sekitar kolam memberi alasan nyata mengapa seseorang dapat merasa kembali ke tempat yang sama saat malam.