Afif mencatat bahwa ini penjelasan geografis yang masuk akal untuk sebagian rasa berputar. Mereka tidak menganggapnya sebagai penjelasan untuk sosok peniru, suara langkah yang mengikuti, atau seluruh pengalaman malam. Gangguan gaib masih belum terjawab.
Ryan meminta Malik menunjukkan di peta bagian yang menurutnya jalur lama. Malik menggambar dengan jari di udara, tidak menyentuh kertas. Afif kemudian menggambar garis perkiraan dengan pensil. Ia menandai bahwa garis itu hasil penjelasan Malik, bukan hasil pengukuran.
Ayah memperhatikan bentuk rute dan berkata jalur tersebut mungkin sudah ada sejak ia tinggal di rumah, tetapi ia tidak ingat pernah menggunakannya. Ia tidak dapat memastikan apakah adiknya pernah melintas di sana. Ryan bertanya apakah ada bagian lain yang perlu dihindari. Malik menyebut sisi tepi kolam dan cekungan yang baru mereka lihat. Mereka sepakat tidak pergi ke sana lagi sampai tanah lebih kering dan ada alasan jelas.
Malik berkata ia akan memasang tanda peringatan di dekat percabangan atas. Ryan meminta ia memberi tahu sebelum melakukannya dan tidak mengubah jalur atau menutup akses tanpa persetujuan pemilik. Malik menerima batas itu. Ayah tidak ikut memutuskan atas nama Ryan, tetapi berkata ia akan membantu mencari tahu siapa yang berwenang mengurus kebun.
Ryan bertanya apakah Malik tahu siapa yang membuat jalur melingkar. Malik menjawab tidak. Jalur itu mungkin terbentuk karena orang menghindari bagian becek, lalu makin jelas karena sering dilewati. Ia tidak punya catatan. Afif menulis kemungkinan tersebut dengan tanda tanya.
'Kalau malam nanti kami dengar suara dari arah kolam?' tanya Afif.
Malik berkata ia tidak dapat menjamin apa yang akan terjadi. Ia menyarankan mereka mengunci pintu dan tidak keluar sendiri. Ryan menjawab mereka tidak akan menjadikan ucapan itu satu-satunya pegangan. Mereka akan tetap memakai aturan yang sudah dibuat: bersama, kode siulan hanya untuk memastikan posisi, tidak mengejar, dan kembali ke tempat terang.
Percakapan kemudian kembali pada pesan Malik kepada ayah. Ryan bertanya apakah Malik akan menjelaskan apa yang ia lakukan setelah menerima perintah. Malik berkata ia bersedia bicara, tetapi tidak di depan rumah dan tidak saat Ryan cedera. Ia ingin membawa catatan yang disimpan di pondok.
'Kami belum sepakat soal pondok,' kata Afif. 'Kita bisa menentukan tempat yang aman dan terang.'
Malik mengangguk. Ia berkata akan membawa catatan ke rumah pada sore hari atau menunggu sampai ayah Ryan mengusulkan tempat. Ryan memintanya tidak datang mendadak. Malik berjanji mengirim kabar dahulu. Ia tidak meminta maaf dengan panjang lebar; ia hanya berkata seharusnya sejak awal memberi tahu jalur mana yang berbahaya dan tidak membuat mereka merasa diusir.
Ayah menegaskan bahwa ia bertanggung jawab atas perintah yang diberikannya, sementara Malik bertanggung jawab atas cara ia menjalankannya. Tidak satu pun dari mereka boleh melempar seluruh kesalahan kepada yang lain. Ryan mendengar, tetapi tidak menyatakan bahwa masalah selesai.
Afif merapikan sketsa dan menambahkan keterangan bahwa jalur melingkar mungkin menjelaskan rute berulang pada malam hari, namun belum menjelaskan pengalaman gaib. Foto tanah ambles disimpan bersama catatan, bukan dibagikan. Ryan meminta ayah menjaga map keluarga terpisah dari peta kebun.
Sebelum Malik pergi, Ryan bertanya sekali lagi apakah ia pernah melihat adik ayah di sekitar kolam. Malik menjawab ia pernah melihatnya di kebun pada masa kecil, tetapi tidak tahu apakah itu sebelum atau sesudah ia menghilang. Ia tidak tahu lokasi tepatnya. Ryan meminta ia membawa catatan pondok jika memang ada tanggal atau petunjuk yang bisa diuji.
Malik mengangguk dan keluar. Ayah mengantarnya sampai pintu, lalu kembali ke ruang tengah. Ryan tidak berdiri. Kakinya perlu istirahat. Mereka sudah menemukan alasan nyata mengapa jalur malam dapat terasa berputar: cabang yang melingkari kolam, tanda yang mirip, kabut, dan suara air. Tetapi rumah No. 13 masih menyimpan pertanyaan yang tidak dijawab peta.
Ayah bertanya apakah Ryan ingin ia tetap tinggal sampai malam. Ryan menjawab ia boleh tinggal jika mereka membicarakan dokumen, bukan mengawasi setiap langkahnya. Ayah menerima batas itu dan memindahkan kursinya agar Ryan memiliki ruang untuk mengistirahatkan kaki. Afif menyimpan peta di meja, terpisah dari map keluarga. Dua perkara itu belum tentu berhubungan dan harus tetap dicatat sendiri-sendiri.
Ryan menutup mata sebentar. Perjalanan singkat tadi cukup membuat kakinya berdenyut, tetapi ia tidak menyesal berhenti sebelum tanah labil. Mereka kini punya satu penjelasan yang dapat diperiksa untuk jalan berulang, tanpa menganggap seluruh kejadian ganjil selesai.
Di luar, Malik berhenti sebentar di halaman dan memandang ke arah kebun. Ia tidak melambaikan tangan atau memberi tanda. Ryan juga tidak memanggilnya. Afif menutup buku catatan, lalu memeriksa kembali kode siulan yang mereka sepakati. Mereka akan tetap bersama malam itu, tanpa mengira bahwa penjelasan rute berarti semua bahaya telah hilang.
Menjelang malam, Afif memindahkan sketsa jalur dan foto cekungan dari meja tengah ke map tersendiri. Ryan masih beristirahat dengan kaki ditopang bantal. Ayah duduk di dekat jendela, menunggu kabar dari kerabat yang belum membalas. Mereka tidak membuka kotak kecil di bawah rak. Bros yang mereka bicarakan hanya tampak dalam foto potret di ponsel, belum benda yang mereka temukan.
Ketukan terdengar di pintu depan. Ryan menegakkan badan, lalu memberi isyarat agar Afif melihat lebih dulu. Dari jendela, Afif melihat Pak Erte berdiri seorang diri. Ia tidak membawa payung meski udara masih lembap. Ryan memastikan pintu terkunci sebelum bertanya siapa yang datang.
'Saya,' jawab Pak Erte dari luar. 'Saya perlu bicara dengan ayahmu.'
Ryan tidak langsung membuka. Ia memandang ayahnya. Ayah berdiri dan mengatakan mereka bisa mendengar dari balik pintu, tetapi tidak perlu membiarkan Pak Erte masuk kalau ia datang untuk mengancam. Ryan membuka pintu setelah Afif berdiri di sisinya. Pak Erte hanya masuk setelah dipersilakan, lalu berhenti di ruang depan.
'Saya datang untuk meminta Anda membawa mereka pulang,' katanya kepada ayah Ryan. 'Mereka bukan orang sini. Sudah cukup.'
Ayah menjawab bahwa Ryan dan Afif memutuskan sendiri apakah akan pulang. Pak Erte membalas bahwa ayah seharusnya melindungi anaknya dari rumah itu. Ryan memotong percakapan sebelum berubah menjadi pertengkaran.
'Kami tidak sedang membahas apakah saya pulang malam ini. Apa yang Bapak tahu tentang keluarga Ayah?'
Pak Erte menatap Ryan, lalu memandang meja. Di sana Afif meletakkan ponsel dengan foto keluarga dan potret gadis berdampingan. Gambar bros pada leher gadis diperbesar, tetapi kotak fisik tetap tertutup di bawah rak.
Pak Erte berhenti bicara. Wajahnya berubah sesaat ketika melihat gambar itu. Ia mendekat satu langkah, lalu menahan diri.
Ryan memperhatikan bahwa perubahan itu hanya berlangsung beberapa detik. Pak Erte tidak menyentuh ponsel dan tidak meminta foto diperbesar. Ia justru memandang Afif, seolah menimbang apakah ia harus bertanya lebih jauh.
'Bapak pernah melihat potret ini sebelumnya?' tanya Afif.
'Saya tidak tahu,' jawab Pak Erte. 'Foto lama sering beredar di rumah itu.'
'Di rumah siapa?'
Pak Erte menghela napas. 'Di rumah keluarga Ryan.'
Ryan menunggu, tetapi Pak Erte tidak menjelaskan apakah ia pernah berkunjung atau hanya melihatnya dari luar. Afif bertanya apakah ia mengenali latar foto. Pak Erte memandang tangga di belakang gadis, lalu berkata mungkin itu tangga rumah No. 13. Ia tidak memastikan karena bagian dindingnya tidak terlihat jelas.