Ayah Ryan ikut melihat foto itu. Ia bertanya apakah Pak Erte pernah berbicara dengan adiknya. Pak Erte menjawab mereka pernah saling melihat, namun ia tidak ingat percakapan. Ryan meminta jawaban itu dicatat apa adanya. Pak Erte tidak menyebut hubungan dekat atau pengetahuan khusus; hanya pernah melihatnya.
'Dari mana kalian mendapat foto itu?' tanyanya.
'Foto keluarga dari map Ayah. Potret satunya dari rumah,' jawab Afif. 'Kami hanya membandingkan bentuk bros. Belum tahu apakah itu benda yang sama.'
Pak Erte mengalihkan pandangan dari ponsel ke ayah Ryan. 'Saya pernah melihatnya.'
'Brosnya?' tanya Ryan.
'Gadisnya. Dan benda seperti itu.' Pak Erte tidak menjelaskan kapan atau di mana. Ia melihat ke arah lorong dapur, lalu kembali ke meja. 'Kalian seharusnya tidak mengusik barang-barang lama.'
Ryan bertanya apakah Pak Erte melihat langsung bros tersebut atau hanya mengenali gambar. Pak Erte menjawab ia tidak yakin. Ia pernah melihat gadis dalam foto mengenakan sesuatu yang serupa, tetapi ingatannya sudah lama. Ia tidak mau menyatakan bahwa bros pada gambar itu pasti benda yang sama.
Afif mencatat perubahan sikapnya dan kata-kata yang dipakai. 'Bapak tahu siapa gadis ini?'
Pak Erte tidak menjawab. Ia meminta ayah Ryan membawa kedua pemuda itu pulang ke kota sebelum mereka membuka kotak atau pergi lagi ke kebun. Ayah Ryan berkata mereka tidak akan memutuskan sesuatu karena desakan. Pak Erte membalas bahwa ia sudah memperingatkan mereka sejak awal.
Ryan merasa jantungnya berdebar, tetapi ia tidak bangkit dari kursi. 'Peringatan Bapak bukan jawaban. Kalau Bapak tahu sesuatu yang bisa membahayakan kami, katakan dengan jelas.'
Pak Erte mengusap wajah. Ia berkata tidak semua yang terjadi di rumah dapat dijelaskan hanya dengan dokumen. Ryan menjawab mereka juga tidak menganggap semua gangguan sebagai hal biasa. Namun mereka membutuhkan keterangan yang dapat diperiksa.
Ayah Ryan memperhatikan Pak Erte lama. 'Saya mengenal wajah Anda,' katanya. 'Anda datang ke rumah kami saat adik saya hilang.'
Pak Erte tidak segera menyangkal. Ia berkata banyak orang datang waktu itu. Ayah Ryan menjawab ia belum menuduh Pak Erte, hanya mengingat bahwa ia ada di sana. Ia meminta Pak Erte menjelaskan apa yang ia lihat, tetapi Pak Erte berkata malam itu bukan waktu yang tepat.
'Kalau begitu, besok,' kata Afif. 'Bapak dan istri Bapak bisa bicara dengan kami dalam keadaan terang. Kami tidak akan menginterogasi siapa pun.'
Pak Erte menoleh ke arahnya. Ia mengatakan istrinya tidak perlu dilibatkan. Ryan bertanya mengapa ia yang memutuskan apakah istrinya boleh menceritakan apa yang ia ingat. Pak Erte menegang, namun ayah Ryan meminta semua orang menjaga suara.
Ryan menawarkan agar bu Erte berbicara dengan Afif dan dirinya di ruang depan, sementara ayahnya menunggu di ruangan lain. Pintu dapat dibiarkan terbuka dan bu Erte boleh berhenti kapan saja. Mereka tidak akan menemuinya sendirian atau memaksanya datang.
Pak Erte mengatakan ia tidak akan mengatur istrinya. Ia juga tidak berjanji bahwa ia akan ikut. Setelah jeda panjang, ia setuju menyampaikan permintaan itu kepadanya. Ia belum mengatakan apakah istrinya bersedia.
Sebelum pergi, Pak Erte sekali lagi meminta ayah membawa Ryan pulang. Ayah menjawab ia akan memastikan Ryan beristirahat, tetapi tidak akan membuat keputusan atas namanya. Pak Erte memandang foto bros di layar, lalu keluar tanpa menyentuhnya.
Pintu dikunci kembali. Afif menulis bahwa Pak Erte mengenali atau merasa pernah melihat gadis dan benda serupa, tetapi tidak memastikan bros itu sama. Ayah yakin Pak Erte hadir ketika adiknya hilang; Pak Erte belum mengonfirmasi apa yang ia lakukan saat itu. Malam itu tidak menghasilkan jawaban, tetapi reaksi Pak Erte memberi mereka satu saksi yang perlu ditanya dengan hati-hati.
Setelah Pak Erte pergi, ayah Ryan tetap berdiri di dekat pintu. Ryan meminta ia menceritakan apa yang membuatnya mengenali lelaki itu. Ayah tidak langsung menjawab. Ia duduk kembali dan meminta Afif menunjukkan foto keluarga yang memperlihatkan tangga rumah.
'Aku tidak yakin nama lengkapnya,' kata ayah. 'Tapi aku ingat dia pernah datang pada masa adikku hilang. Dia masih muda dan ikut bicara dengan ayahku.'
Ryan bertanya apakah Pak Erte datang sebelum pencarian atau sesudahnya. Ayah menjawab ia tidak tahu. Ia mengingat sosok itu di halaman rumah ketika orang-orang dewasa berkumpul, tetapi tidak dapat memastikan hari atau jam. Afif menulisnya sebagai ingatan ayah yang belum dicocokkan.
Ayah mencoba menggambarkan apa yang ia lihat. Ia ingat Pak Erte berdiri dekat pagar bersama beberapa orang dewasa, sementara ayahnya sendiri berbicara dari beranda. Tidak ada yang memegang lampu atau alat yang kini dapat ia kenali. Ia tidak tahu apakah mereka baru kembali dari pencarian atau sedang bersiap pergi. Ingatan itu berupa potongan suasana, bukan urutan kejadian.
'Ayah yakin itu Pak Erte, bukan orang lain yang mirip?' tanya Ryan.
Ayah menjawab ia cukup yakin pada wajahnya, tetapi tidak mengenal nama saat itu. Ia baru tahu nama Pak Erte beberapa tahun kemudian, setelah keluarga tersebut dikenal sebagai tetangga di desa. Afif meminta agar catatan membedakan pengenalan wajah dari kepastian nama. Ayah menyetujui.
Ryan bertanya apakah ia pernah bertemu bu Erte pada masa itu. Ayah mengingat seorang perempuan berdiri dekat jalan pada suatu kesempatan, tetapi tidak yakin apakah itu orang yang sama. Ia tidak ingin menyebutnya sebagai saksi. Mereka tidak memasukkan ingatan yang samar tersebut ke daftar utama.
'Kalau besok Ibu Erte punya ingatan berbeda, kita jangan bilang Ayah salah,' kata Afif. 'Kita catat dua ingatan dan lihat apakah ada tanggal yang membantu.'
Ayah setuju. Ia mengatakan selama ini ia mengira ingatannya harus lengkap agar layak diceritakan. Kini ia memahami bahwa bagian yang tidak lengkap tetap bisa dicatat, asalkan batasnya jelas. Ryan berkata ia lebih percaya pada jawaban 'aku tidak ingat' daripada cerita yang tiba-tiba terdengar sempurna.
'Apa yang dia bicarakan?' tanya Afif.
'Aku tidak ingat isi percakapannya. Aku sedang mencari adikku dan orang dewasa menyuruhku menjauh.'
Ryan merasa ayah kembali membuka luka lama, tetapi kali ini ia tidak memaksanya mengisi rincian. Ia bertanya apakah Pak Erte merupakan teman kakeknya. Ayah berkata mereka saling mengenal, namun ia tidak tahu seberapa dekat. Ia tidak pernah mendengar kakek menyebut Pak Erte sebagai orang yang mengurus kebun.
Afif mengembalikan pembicaraan kepada foto bros. Ia bertanya apakah ayah pernah melihat benda itu di tangan adiknya. Ayah mengingat bros kecil pada baju adiknya di beberapa foto, namun ia tidak bisa memastikan benda yang sama. Mereka belum mengeluarkan bros dari kotak dan tidak akan membukanya malam itu.
'Pak Erte bereaksi sebelum tahu kotak itu ada,' kata Ryan. 'Ia melihat foto.'
'Bisa jadi ia mengenali gadisnya saja,' kata Afif. 'Kita jangan mengubah reaksinya menjadi pengakuan.'
Ayah setuju. Ia berkata reaksi seseorang hanya menunjukkan sesuatu menyentuh ingatannya, bukan membuktikan ia terlibat. Ryan mencatat bahwa Pak Erte menghindari jawaban tentang waktu kedatangannya ke rumah dahulu. Ia belum tahu apakah itu karena lupa, takut, atau memang menyembunyikan sesuatu.