Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Laura
Jendela kecil ini menampakkan hamparan awan putih yang tak berujung, seolah menjadi batas antara masa lalu dan masa depanku. Di kursi pesawat ini, aku meninggalkan segala kenangan untuk memulai lembaran baru di kota asing. Shanghai... Kota impian yang kini menanti. Entah apa yang menunggu di sana, sulit atau mudah, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak pernah menoleh ke belakang. Terlihat, seorang perempuan mengenakan baju berlengan panjang berwarna putih, rok panjang berwarna biru langit, dan sebuah kain panjang yang melilit di lehernya, menutupi seluruh rambutnya dengan cantik dalam warna yang senada dengan roknya. Yap... Itu aku. Aku baru saja terbangun dari tidur nyenyak selama perjalanan. Baru beberapa menit aku membuka mata, terdengar suara pramugari yang sedang memberi arahan. "We are about to land. Please ensure your seat back and tray table are locked, and seat belt is fastened. Thank you." ("Kita akan segera mendarat. Mohon kembalikan sandaran kursi ke posisi tegak, kunci meja lipat, dan pasang sabuk pengaman. Terima kasih.") Aku segera mengikuti arahan tersebut. Jujur saja, ini bukan kali pertama aku pergi ke Shanghai. Ini adalah kali kedua. Sebelumnya aku datang ke sini karena mengikuti program pertukaran pelajar antara Tiongkok dan Mesir. Entah mengapa, aku merasa bahwa masa depanku akan berubah sejak titik ini. Pesawat perlahan mendarat di Bandar Udara Internasional Pudong, gerbang utama menuju Shanghai yang megah. "We have landed at Pudong International Airport. Please remain seated until the aircraft has come to a complete stop. Thank you for flying with us. Welcome!" ("Kita telah mendarat di Bandar Udara Internasional Pudong. Mohon tetap duduk hingga pesawat berhenti sempurna. Terima kasih telah terbang bersama kami. Selamat tiba!") Aku segera mengemasi barang-barangku dan mengeceknya satu per satu. Setelah memastikan semuanya aman, aku segera mengambil koper dan turun dari pesawat. Aku menarik napas panjang sebelum akhirnya menghembuskannya perlahan. Aku tak pernah menyangka akan kembali ke tempat ini lagi. Terakhir kali aku berada di sini adalah empat tahun lalu, saat usiaku masih dua puluh tahun. Untung saja rumah yang kubeli waktu itu tidak kujual, hanya kusewakan.'Penyewa sebelumnya sudah membeli rumah baru beberapa bulan lalu. Mungkin, rumah itu masih layak huni,' batinku. Aku segera mengeluarkan ponsel dari saku rok untuk memesan taksi.ic_default
Karena kamu suka Romansa · Drama, mungkin kamu suka ini juga:
FiraDorayakiii
Drama · Romansa