Maham berdiri membatu saat Timur menunduk pada ponselnya. Jemarinya gemetar dan wajahnya seperti kehilangan warna. Semua file itu kini sudah terhapus secara keseluruhan.
Kenangan mereka — tawa di antara burung merpati Sultan Ahmet, selfie di bawah langit biru, wajahnya yang tersipu saat pertama kali berfoto bersama Timur — semuanya lenyap dengan satu sapuan jari.
Saat icon kosong terlihat, Maham tak bisa menahan gejolak dalam dadanya. Bukan karena puas, bukan karena lega. Tapi kosong.
Kosong sekali.
Dan itu justru yang paling menakutkan.
Maham menunduk, menggigit bibirnya sendiri. Hatinya berteriak, Kenapa aku merasa kehilangan padahal aku sendiri yang meminta ini?
Dengan gerakan kaku Timur menunjukkan ponselnya ke Maham, “Sudah terhapus semua. Seperti yang kau minta.”
Butuh keberan