PART II : CHAOS AFTER YOU
“…I just want to say I have loved seriously. What wrong did two people in love commit to deserve a love so torturous?…”
Chaos After You - Eric Chou
Ruang 204 dipenuhi cahaya siang yang menyusup lewat jendela lebar, membentuk guratan hangat di lantai kayu dan meja-meja yang disusun rapi. Udara musim semi yang lembap dan samar wangi kapur papan tulis menyatu dalam ruang itu, memberi sensasi nostalgia akademik yang kerap terabaikan.
Maham duduk di barisan kedua, kursi ketiga dari kanan. Satu tangan menopang dagu, satu lagi mencatat cepat dalam buku tulis berwarna hitam. Gurat halus di dahinya menunjukkan konsentrasi tinggi, namun sorot matanya menyimpan letupan-letupan pikiran yang tak tertuliskan.
Di depan kelas, Adnan berdiri dengan kemeja merah gelap yang