PART 100
“DARI MANA SEMUA lebam ini, Muse?” aku menutup mata dengan keras saat mendengar inkuiri itu keluar dari bibir Angelo. Dengan perasaan yang campur aduk, aku menarik lengan panjang kaus tangan yang aku kenakan hingga menutup sampai ke ujung jari – jari. Angelo menatap aku dengan skeptis saat dia melihat apa yang aku lakukan.
Lalu, dia berdiri dengan tangan dia lipat ke depan, menunggu penjelasan dari aku yang masih sibuk mencari alasan. Pada dasarnya, Felix dan Lucky setuju mengajarkan aku caranya bela diri agar aku tahu caranya menghadapi orang jahat. Dan dengan satu syarat yang jelas, pasti, serta harus aku ikuti sampai kapan pun.
Jangan pernah beritahu Angelo.
Bagaimana tidak? Aku yakin kalau Angelo akan menentang ini. Bukan hanya aku yang yakin, tapi Felix dan Lucky juga ya