**22 Februari 3010 | 09:00 WIB**
Suribayu telah berhenti menjadi sebuah kota yang bergejolak. Tidak ada lagi teriakan protes, tidak ada lagi deru knalpot yang memekakkan telinga, pun tidak ada lagi kerusuhan yang menuntut keadilan di depan gedung pemerintahan. Kota ini telah beralih mode. Suribayu kini berfungsi layaknya sebuah *server* raksasa yang sedang dalam proses *maintenance* massal. Semuanya sunyi, statis, dan terukur.
Di setiap sudut jalan, di depan halte bus yang kini sudah ditumbuhi lumut karena tidak lagi disinggahi kendaraan, dan di halaman luas gedung-gedung pemerintahan, warga Suribayu bergerak dengan presisi yang mengejutkan. Mereka membangun struktur-struktur kotak berbahan material seadanya—kayu bekas, sisa logam dari bengkel yang tutup, hingga lembaran seng yang mereka