27 Februari 3010 | 23:00 WIB
Dua hari menuju tanggal 29. Udara Suribayu malam ini terasa berat dan pekat oleh kabut tipis. Namun, di bawah sana, jalanan menyala terang oleh jutaan layar gawai. Warga kota berkumpul di titik-titik yang sudah ditentukan, menyanyikan kidung-kidung pujian imajiner, bersyukur karena mereka merasa "hari pembersihan" sebentar lagi tiba. Mereka tersenyum, berpelukan, dan saling menyelamati atas status 'Valid' yang berhasil mereka raih.
Sementara itu, di dalam ruang kerjanya yang gelap gulita, Kombes Deni duduk terpaku. Satu-satunya cahaya di ruangan itu berasal dari monitor terminal darurat milik Rita yang berhasil ia retas menggunakan dekoder siber usang.
Di layar itu, sebuah dokumen terenkripsi tingkat tinggi yang ditinggalkan oleh mobil van hitam milik K