**29 Februari 3010 | 08:30 WIB**
Suribayu tidak bangun dengan sinar matahari. Kota ini terbangun dalam kungkungan kabut kelabu yang mencekik. Langit pekat, seolah-olah atmosfer sedang menahan napas, menunggu sesuatu yang besar terjadi. Namun, di tengah kepungan mendung yang gelap gulita, sebuah anomali visual meledak tepat di atas halaman Gedung Pengadilan Tinggi.
Tanpa peringatan, awan mendung di atas sana tersibak sempurna. Cahaya matahari pagi yang terik dan keemasan menghujam turun, membalut arsitektur beton gedung pengadilan dengan kecerahan yang hampir menyakitkan mata. Kontrasnya begitu brutal; gedung itu tampak seperti oase cahaya yang megah di tengah kota yang sedang sekarat dalam kegelapan. Tidak ada hujan, tidak ada awan, hanya seberkas cahaya yang menyorot bangunan itu seolah