29 Februari 3010 | 09:10 WIB
Asap tipis sisa ledakan pemicu helm perlahan mengalir ditiup angin dingin Suribayu, menyingkap sesosok tubuh yang berdiri kaku di depan Deni. Debu mekanis beterbangan, dan ketika siluet wajah itu terlihat sepenuhnya, jantung Deni seolah dihantam godam tak kasat mata.
Seluruh sendi di tubuh Kapolres itu lemas. Dunianya runtuh, hancur berkeping-keping untuk kedua kalinya hari ini.
Wajah di balik helm T itu... adalah wajah yang selama tiga hari ini ia cari setengah mati.
"Ri...ta?" bisik Deni. Suaranya tercekat di tenggorokan, bergetar hebat antara rasa tidak percaya dan kengerian yang murni.
Perwira wanita yang diculik dari markasnya oleh 'K', asisten jenius yang menjadi jangkar logikanya, kini berdiri mengenakan jas hitam yang berlumuran darah segar m