29 Februari 3010 | 11:30 WIB
Ruangan Kapolres itu terasa begitu asing bagi Deni. Tidak ada lagi wibawa yang tersisa di dalam ruangan vertikal setinggi empat meter itu, hanya keheningan sedingin es yang menggelayut di sudut-sudut plafon. Dengan seragam taktis yang kancing atasnya sudah terbuka, Deni memasukkan barang-barang pribadinya ke dalam sebuah kardus: foto timnya yang dulu utuh, beberapa piagam penghargaan yang kini terasa seperti sampah dekoratif, dan sebuah kantong spesimen berisi topeng silikon nano milik Dr. Samuel yang tadi ia amankan dari klinik di Sektor Barat.
Sebelum melangkah pergi meninggalkan ruangan yang telah membentuk garis hidupnya selama belasan tahun, mata Deni tertuju pada layar komputer kerjanya yang masih menyala. Di sudut kanan bawah layar holografik itu, s