Sebenarnya, Lunar sudah mempersiapkan hatinya untuk jawaban terburuk seperti ini. Mengetahui secara langsung dari bibir mate-nya bahwa ia seorang rogue bukanlah hal yang enteng untuk tetap mempertahankan kondisi kejiwaannya. Ia hampir memekik jika saja ia tak ingat jika sebelumnya ia telah mengatakan dengan gamblang bahwa ia menerima mate-nya. Bukan maksudnya untuk menyesali apa yang telah terjadi. Namun, masalah ini terasa sangat pelik untuk kedepannya.
Masalah mate seorang Rogue bukanlah masalah yang enteng untuk dihadapi. Apalagi untuk seorang warrior yang baru diterima seperti Lunar. Akan lebih mudah jika ia belum memasuki ujian warrior dan dinyatakan lulus. Untuk warrior yang baru diterima seperti Lunar, ia harus mengabdikan diri setidaknya selama 10 tahun sebelum mengundurkan diri secara sukarela.
Mungkin jika status Lunar belum menjadi warrior, ia bisa mengatakan pada alpha bahwa ia memiliki mate seorang rogue. Akan ada pilihan setelah itu. Ia harus memilih antara mengikuti mate-nya menjadi rogue, atau mengajak mate-nya masuk ke dalam pack tentunya dengan syarat yang tak langsung disetujui dengan mudahnya oleh alpha pack.
Dengan status warga biasa saja dirasanya sudah sulit untuk memiliki mate seorang rogue, apalagi kini Lunar seorang warrior? Ia berada di pilihan yang sama-sama sulit untuk saat ini. Jika memilih mate-nya, ia akan mengorbankan dirinya sendiri. Akan ada hukuman untuknya ketika belum menyelesaikan masa pengabdian warrior namun ia mengundurkan diri. Tentunya dalam hal ini mate-nya juga akan terkena imbasnya. Yakni akan menerima hukuman yang sama dengan Lunar.
Lunar tak mau hal itu terjadi. Status mate-nya adalah omega. Itu berarti ia memiliki tubuh yang lebih lemah dari Lunar. Jika mereka sama-sama mendapat hukuman, bukan tak mungkin jika mate-nya tak akan bertahan. Meski belum pernah merasakannya secara langsung, ia mengerti bagaimana rasanya kehilangan mate. Ia pernah menjadi saksi betapa seseorang akan sangat tersiksa saat mate-nya pergi meninggalkannya. Ia tak mau hal itu terjadi padanya.
“Jangan terlalu kau pikirkan, Lun. Ini bukan masalah untuk kita. Aku sengaja kesini memang berharap untuk bertemu denganmu. Aku ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja. Juga, memastikan bahwa kau memang benar-benar mate-ku. Maaf, Mate. Kesan pertama kita bertemu sangat buruk, ya? Aku tak bisa mencegah rekanku yang menyakitimu dan juga terlambat datang karena ada beberapa hal yang harus ku urus saat itu.”
Meski mate-nya telah mengatakan untuk tidak memikirkannya, Lunar tak bisa menurutinya begitu saja. Masalahnya lebih pelik dari yang Davian pandang dan pikirkan. Ia mengerti, mungkin Davian hanya belum tahu jika ia telah lulus ujian warrior dan terikat kontrak untuk mengabdi. Ia berencana akan memberitahu Davian akan hal ini.
“Dav, aku sangat senang bertemu denganmu. Jangan lupakan itu,” bisik Lunar. Ia tahu, meski ia berkata lirih sekalipun, Davian akan mendengarnya karena indra pendengaran mereka sangat tajam.
“Ya, aku tahu, Mate. Aku bisa melihat dari pancaran matamu. Aku pun begitu. Aku sangat senang bertemu denganmu. Tapi maaf, sebagai hewolf, sebagai pasanganmu, aku belum bisa melakukan scenting[1] bahkan mating denganmu. Aku tak ingin kita dalam masalah jika melanggar batas ini.
“Sudah cukup aku dan rekanku yang mengacau hari itu. Aku tak ingin menambahinya dengan mengacau lagi karena ingin menandaimu sebagai mate-ku. Sekali lagi, maaf, Mate.”
Lunar menunduk mendengarnya. Davian benar, ia tak bisa melakukan dua proses itu selama masih ada penghalang di antara mereka. Ia tak bisa dengan seenaknya menerobos wilayah lalu melakukan proses penandaan pertama padanya. Akan menjadi masalah yang rumit jika hal itu terjadi. Bukan hanya alpha-nya yang tahu jika ada yang menerobos batas wilayah, tapi juga akan terungkap mate-nya yang seorang rogue. Tidak! Lunar tidak menginginkan hal itu terjadi.
Oh, andai masalah di hidupnya tak serumit ini. Lunar ingin hidup tenang, tetapi entah mengapa seolah Dewi Fortuna enggan mendekat padanya. Padahal, ia yakin dan ingat dengan baik jika selama ini ia selalu berbuat baik, menghormati ibu angkatnya, mendoakan hidup ibunya, mendoakan kebaikan untuk paman dan kakak sepupu yang berbuat jahat padanya, dan suka membantu orang lain. Namun, abaikan sikapnya yang terkadang suka seenaknya pada sahabatnya itu. Itu tidak termasuk dalam hitungan.
“Lun, aku tahu jika kita tak akan bisa melakukan mindlink selama kita belum terikat. Namun ketahuilah, aku bisa menyamarkan jejak aromaku dan aku akan selalu menunggumu disini. Aku akan berusaha untuk selalu berada di dekat sini. Percayalah padaku, Lun. Aku tak memiliki niat buruk pada pack-mu. Saat itu aku hanya di perintah oleh atasanku dan aku harus menurut. Aku akan selalu bisa merasakan kedatanganmu di sini. Aku pergi dulu, ya. Selamat tinggal, Mate.” ujar Davian.
Setelah mengucapkan hal itu, Davian langsung melesat pergi menjauh dari tempatnya tadi menggunakan kedua kakinya dan tidak melakukan transformasi. Entah apa maksud Davian, yang jelas, bagi Lunar akan lebih cepat untuk Davian jika ia melakukan shift. Bahkan, Davian tak mau repot-repot menunggu Lunar mengatakan sepatah atau dua patah kata untuknya.
“Huh, dasar hewolf. Mereka selalu saja seenaknya sendiri,” Bisik Lunar pada rerimbunan pohon. Ia yakin tak akan ada yang menimpali ucapannya karena tak ada siapapun di sana. Baginya tak masalah, toh, ia sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu. Tentu saja ucapan hewolf seenaknya sendiri itu merujuk pada sikap Sean selama ini dan kini ditambah sikap Davian yang tak mendengarnya lebih dulu. Hanya dua hewolf yang dekat dengan Lunar sebelum ini, yakni Sean dan guru Dan. Kini, akan bertambah nama Davian di dalamnya.
Lunar terpaku di tempatnya. Pertemun singkat dengan mate-nya membuatnya tak mampu lagi memikirkan apapun selain keadaan mate-nya. Mate-nya seorang omega-male dan telah bertemu dengannya. Akan sangat mudah jika mereka tak pernah bertemu sebelum ia menyelesaikan tugas warrior-nya. Atau, jika ia belum mendaftar ujian warrior sebelumnya.
Dua hal ini sangat membebaninya dan ia sama sekali tak bisa memilih salah satunya. Jika ia mengobankan karir warrior-nya, ia dan mate-nya akan dalam bahaya akibat hukuman dari alpha pack. Dan jika tidak melakukan apa-apa, menjalani hidup sebagai mana mestinya, ia tetap akan kehilangan mate-nya. Di sini mate-nya lah yang memiliki status lebih lemah. Hal itu akan mempengaruhi tubuhnya yang akan melemah seiring waktu karena tidak segera melakukan pengikatan.
Jika dua werewolf yang terikat hubungan mate namun tidak segera mengikatnya, mereka berdua akan tertekan akibat terlalu lama tidak berbaur dengan aroma mate mereka. Mereka yang telah terikat akan menemukan aroma pasangannya meski tak terlalu kuat saat sedang berjauhan. Mereka yang telah terikat, akan merasakan tertekan karena itu. Semakin rendah status, semakin tak kuat menahannya lama-lama.
Lunar mungkin bisa menahannya lebih lama. Lalu bagaimana dengan Davian? Lunar bingung. Adakah penyelesaian untuk kedua masalahnya ini?
“Aku tidak tahu jika masalah yang mereka alami akan menjadi serumit ini,” lirih seseorang yang berada jauh dengan mereka dan keberadaannya tak disadari dua werewolf itu.
[1] Scenting : Penandaan aroma werewolf