Farel mengirim pesan kepada Giana dan Aya untuk mengajak mereka bertemu sebelum kantor dibuka. Ia mengatakan ada informasi baru yang perlu mereka ketahui karena dapat berkaitan dengan urusan kontrak Gama. Ia tidak menyertakan dugaan dalam pesan.
Giana datang tepat waktu. Aya sudah duduk di meja rapat kecil dengan catatan Farel di depannya. Farel menjelaskan bahwa ia sempat bertemu Diandra tanpa memberi tahu mereka. Ia meminta maaf kepada Giana karena menyimpan informasi itu, meskipun belum ada dampak langsung terhadap pekerjaannya.
Giana mendengar sampai selesai. "Aku menghargai kamu akhirnya bilang. Tapi aku tidak ingin informasi dari percakapan pribadi itu dipakai untuk mengubah tugasku tanpa persetujuan Gama dan Dea."
"Setuju," kata Farel. "Aku tidak akan menghubungi siapa pun lagi tanpa bicara dengan kalian."
Aya menambahkan bahwa Diandra tidak memberikan bukti tentang kecelakaan. Farel mengulang penjelasannya dengan hati-hati: yang ia ketahui hanya pernah ada sengketa bisnis mengenai pengadaan dan perawatan kendaraan. Perkara itu selesai secara bisnis, tetapi hubungan keluarga tetap renggang.
Giana mencatat bahwa informasi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan kaitan dengan kecelakaan orang tuanya. Ia menolak menyatukan dua peristiwa hanya karena keduanya melibatkan kendaraan dan keluarga yang sama.
"Kalau nanti ada dokumen resmi yang memang boleh dibagikan, kita bisa membacanya. Kalau tidak ada, kita berhenti," katanya.
Farel setuju. Aya meminta semua catatan terkait disimpan secara terpisah dari berkas klien. Mereka tidak akan memakai waktu kerja atau uang layanan untuk menelusuri perkara pribadi.
Hari itu, Giana menerima konfirmasi bahwa Gama dan Dea memilih ruang pertemuan untuk akhir pekan. Ia hanya mengirim tautan pemesanan dan meminta mereka mengonfirmasi langsung. Setelah mereka menyetujui, Giana mencatat biaya sesuai kontrak dan tidak menambahkan nama dirinya sebagai peserta.
Gama mengirim pesan singkat, berterima kasih karena Giana tidak mendorongnya membuat keputusan. Ia mengatakan akan memberi kabar setelah berbicara dengan ibunya.
Giana membalas, "Semoga pembicaraannya berjalan baik. Kalau ada kebutuhan penjadwalan, kabari aku." Ia tidak menambahkan pertanyaan tentang apa yang akan dibicarakan.
Sore itu, Aya dan Farel membereskan kantor. Mereka berbicara lagi tentang kepercayaan. Farel mengakui bahwa ia bertindak karena khawatir pada teman lamanya, tetapi rasa khawatir tidak membenarkan rahasia dari Aya.
"Lain kali, aku akan bilang apa yang ingin kulakukan, bukan hanya apa yang sudah kulakukan," katanya.
Aya menjawab bahwa ia tidak bisa menjamin tak akan kecewa lagi, tetapi ia bersedia melihat perubahan lewat tindakan.
Giana pulang tanpa mengetahui apakah percakapan keluarga akhir pekan akan membuka rahasia besar atau hanya menjelaskan sengketa bisnis yang lama. Ia juga tidak tahu apakah Dea sudah mengetahui semua yang dikatakan ayahnya.
Yang ia tahu, tugasnya kembali menunggu konfirmasi. Kontrak telah diperpanjang, tetapi peran Putri tidak membuatnya berhak masuk ke setiap percakapan keluarga. Ia bisa membantu mengatur ruang, lalu membiarkan orang-orang yang bersangkutan menentukan apa yang akan mereka katakan.
Untuk saat ini, ia memilih memegang batas itu.
Giana juga bertanya kepada Farel apakah ada informasi itu memengaruhi pekerjaannya. Farel menjawab tidak; ia bertemu Diandra dalam kapasitas pribadi dan belum menyentuh tugas kontrak atau dokumen layanan. Giana meminta agar ia tetap memisahkan semua catatan, dan Farel menyetujuinya.
"Aku tidak mau nama klien muncul di catatan pribadi tanpa alasan yang jelas," kata Giana. "Kalau suatu hari ada bukti yang berkaitan dengan kecelakaan orang tuaku, aku ingin tahu jalurnya resmi dan bisa diperiksa. Bukan dari dugaan yang beredar."
Farel mengangguk. Ia tidak mengetahui bahwa ucapan Giana menyentuh peristiwa yang juga dipikirkan Diandra. Ia hanya mengatakan bahwa jika ada informasi relevan, mereka harus membicarakan langkah berikut bersama-sama.
Aya meminta Farel mengulang apa yang ia janjikan kepada Diandra. Ia memastikan Farel tidak memberi tahu Gama seolah-olah Diandra sudah menyetujui pertunangan atau mengungkap seluruh sengketa.
"Beliau hanya mengatakan ada perselisihan bisnis tentang pengadaan dan perawatan kendaraan. Tidak ada bukti bahwa itu menyebabkan kecelakaan," jawab Farel.
"Bagus. Pertahankan kalimat itu apa adanya. Jangan tambahkan kesimpulan." Aya menutup map. "Dan lain kali, jangan buat aku tahu belakangan."
Farel meminta maaf lagi. Aya tidak mengulangi tegurannya, tetapi ia belum langsung kembali bercanda. Mereka mengakhiri rapat dengan pembagian tugas yang jelas dan menyimpan catatan percakapan itu di tempat terpisah dari kontrak Gama.
Sebelum pulang, Giana mengirim pembaruan singkat kepada Gama: daftar lokasi siap, tetapi belum ada reservasi. Gama membalas bahwa ia akan memberi keputusan setelah berbicara dengan ayah Dea dan Diandra. Ia menegaskan Giana tidak perlu datang ke pertemuan keluarga kecuali ia sendiri memintanya.
Giana merasa lega membaca kalimat itu. Ia membalas bahwa ia akan menunggu. Setelah itu, ia keluar dari akun kerja dan tidak memeriksa pesan sampai keesokan hari.
Farel berdiri lama di ruang kantor yang sudah kosong. Ia sadar ia meminta bantuan Diandra untuk temannya, tetapi kini harus menghadapi bahwa tindakannya melukai kepercayaan Aya. Ia tidak bisa membenarkannya hanya dengan alasan niatnya baik.
Ia mengirim pesan kepada Aya, mengatakan ia memahami bahwa minta maaf tidak otomatis menghapus rasa kecewa. Aya membaca, tetapi baru membalas beberapa menit kemudian: "Kita bicara besok. Jangan menghilang." Farel menjawab bahwa ia akan datang.
Di rumah, Giana membantu Rahma memeriksa jadwal obat dan mendengar Gufta bercerita tentang sekolah. Ia tidak memikirkan keluarga Pradipta selama makan malam. Untuk sekali ini, ia tidak perlu mengawasi sesuatu yang belum menjadi tanggung jawabnya.
Sebelum meninggalkan kantor, Farel membuat catatan tentang batas tindak lanjut: tidak menghubungi keluarga Dea lagi tanpa persetujuan mereka, tidak meminta dokumen pribadi, dan tidak menyampaikan dugaan sebagai fakta. Ia menunjukkan catatan itu kepada Aya dan Giana agar mereka tahu langkah apa yang tidak akan ia ambil.
Aya membaca lalu berkata, "Bagus. Sekarang lakukan sesuai yang kamu tulis."
Farel mengangguk. Ia tahu kepercayaan tidak kembali hanya karena seseorang membuat daftar. Daftar itu sekadar awal dari tindakan berikutnya.