''Ck, kenapa sih om minta gue jemput Chellyn, kan gue males ketemu Oma. Bukannya gue benci sama Oma, tapi karna gue tau diri juga yang ngga dianggep,'' ucap Abhi pada dirinya sendiri.
Setelah Abhi selesai dari urusan sekolahnya Abhi kembali melajukan mobilnya pergi menemui Chellyn yang berada diruman Lusiana yang tak lain adalah neneknya.
Abhi sesekali mengumpat dirinya sendiri. Kenapa, apa salahya jika Abhi bukan anak kandung Elisa. Dan apa susahnya melupakan masa lalu.
Abhi bingung jika kerumah omanya, apa yang akan ia katakan jika Abhi bertemu omanya saja langsung buang muka seolah jijik melihat Abhi.
-
Abhi memasuki pekarangan rumah Pras. Baru saja ia akan masuk sudah dicegat oleh Lusiana.
''Berhenti!'' bentak Luciana.
Hatinya hancur, inikah sikap seorang nenek kepada cucunya? Pertanyaan itu sering muncul pada diri Abhi.
''Chellyn kamu pulang dulu yah sayang. Ntar kapan-kapan kamu nginep lagi dirumah oma yah,'' ucap Lusiana pada Chellyn.
''Ok oma, nanti kapan kapan Ellyn minta dianter sama Kak Abhi buat nginep lagi dirumah oma,'' ucap Chellyn. Neneknya hanya menampakan raut wajah tak suka pada Abhi. Abhi hanya tertunduk.
''Ya udah Oma, Ellyn pulang dulu. Dadah oma,'' ucap Chellyn sambil meraih tangan Abhi yang mematung dan menariknya.
-
''Kak, kita jangan langsung pulang dulu yah '' ucap Chellyn.
''Memangnya Ellyn mau kemana?''
''Ellyn pengin beli es krim.''
''Gak ah, ntar kakak malah dimarahin sama papa kamu,'' tolak Abhi.
''Kakak please ...,'' ucap Chellyn dengan puppy eyes nya membuat Abhi mengalah.
''Dikit aja tapi yah, jangan banyak banyak,'' ucap Abhi diangguki Chellyn.
''Tiga mangkuk es krim,'' ucap Chellyn dengan cengiran kudanya sambil mengacungkan tiga jarinya keatas.
''Itu banyak koala,'' ucap Abhi sambil mendorong pipi chubby Chellyn dengan pelan. Chellyn hanya tertawa renyah.
Abhi memang memanggil Chellyn dengan sebutan koala. Abhi memanggilnya koala bukan karna sebab. Chellyn merupakan anak yang betah tidur. Bahkan dia bisa tidur selama 18 jam sehari macam koala.
Di usianya yang baru empat tahun harusnya dia susah tidur seperti anak pada umumnya karena masih aktif bermain. Namun beda halnya dengan Chellyn.
-
Abhi memarkirkan mobilnya di depan kedai es krim. Setelah membeli es krim untuk Chellyn, Abhi sempat melihat seseorang di toko buku tepat disamping kedai es krim tersebut.
Dan memang benar, Abhi melihat Sivya baru keluar dari toko buku. Abhi yang sedang duduk dengan Chellyn pun langsung menghampiri Sivya.
''Bu,'' Panggil Abhi dengan ramah.
''Ehh Abhi, kamu disini. Bukannya kamu tadi pulang sama Ara?'' tanya Sivya.
''Kan itu udah satu jam yang lalu Bu,'' ujar Abhi kikuk.
''Haha udah gak usah salting gitu.''
''Hehe, Ibu mau pulang kan? Biar Abhi antar yah,'' ucap Abhi menawarkan diri.
''Gak usah, Ibu bisa pesen taxi online,'' tolak Sivya.
''Tawaran siswa tampan kok ditolak sih Bu, kan sayang,'' kata Abhi dengan pede-nya.
''So kamu, Bhi. Oh iya kamu disini lagi ngapain?'' tanya Sivya.
''Ohh, itu Abhi lagi nemenin .... Lah Chellyn mana?'' panik Abhi saat mengetahui Chellyn tidak lagi duduk di tempat yang semula saat Abhi tinggal.
''Loh kamu gimana sih, ya udah Ibu bantu bantu cari yah,'' tawar Sivya.
''Ngga apa-apa nih Bu?'' tanya Abhi tidak enak.
''Ngga apa-apa, udah sekarang kita cari. Adik kamu usianya berapa, pake baju apa, rambutya panjang atau pendek?'' tanya Sivya pada Abhi.
''Namanya Chellyn, usianya empat tahun, pake dres warna merah se lutut, rambut tebal agak panjang dikuncir dua pake pita warna merah,'' jelas Abhi yang masih panik.
''Udah-udah kamu jangan panik. Kamu cari kesana, biar Ibu cari ke arah sana,'' ucap Sivya yang diangguki Abhi.
Abhi mengumpat dirinya sendiri. Bagaimana tidak, jika oma dan opanya tau dia akan semakin membenci Abhi karena lalai menjaga cucu kesayangannya.
Abhi sama sekali tidak ada rasa iri ataupun dendam karena Chellyn selalu dimanja oleh semua orang. Abhi tetap menganggap Chellyn sebagai adik kecilnya yang sudah seharusnya Abhi jaga dengan baik.
-
''Awass...!!'' teriak Sivya.
Sivya berlari menghampiri anak kecil yang sedang berada di tengah jalan dan sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang namun sepertinya tidak mengetahui ada anak kecil di tengah jalan.
Tanpa memperdulikan nyawanya, Sivya berlari dan hendak menarik tubuh kecil tersebut namun sepertinya tidak bisa karena mobil tersebut semakin dekat sehingga Sivya hanya melindungi tubuh kecil tersebut di dekapannya.
Orang-orang yang sedang berlalu-lalang berteriak karena melihat seseorang dengan gadis kecil tersebut di tengah jalan. Pengendara tersebut baru sadar dan menginjak rem dengan mendadak.
Nyaris saja Sivya tertabrak karena menolong anak kecil yang bahkan Sivya saja tidak tau namanya.
''Bu, anaknya jangan dibiarin lepas gitu aja dong. Kan kalo saya tidak sempat mengerem saya juga yang repot,'' omel pengendara tersebut.
''Iya mas maaf, saya akan lebih menjaga anak saya ko.'' Entah mengapa kata itu muncul dari bibir Sivya.
Gadis kecil itu di gendong menjauh dari jalan raya oleh Sivya. Gadis kecil itu masih menggendong anak kucing yang membuatnya nyaris kehilangan nyawanya.
''Ellyn anaknya tante cantik yah?'' tanya Chellyn polos seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal dirinya baru saja lolos dari maut yang hampir merenggutnya.
''Eumm, oh iya, kamu anak cantik yang namanya Chellyn yah. Kakak kamu cemas dari tadi karna peri cantiknya pergi gak bilang dulu sama kakaknya,'' ucap Sivya berusaha tidak menggubris pertanyaan polos Chellyn.
''Oh iya, tadi Ellyn ngejar anak kucing ini tante. Ellyn lupa ijin sama Kak Abhi,'' kata Chellyn menyesal.
''Ya udah gak apa apa, sekarang kita samperin kakak Abhi yah. Terus nanti Chellyn minta maaf sama Kak Abhi karena pergi gitu aja yah,'' ujar Sivya dengan lembut.
''Iya tante,'' ucap Chellyn yang masih di gendongan Sivya.
-
''Ya ampun Chellyn kemana aja sih, Kakak cariin kamu tau gak,'' ujar Abhi lega sambil merentangkan tangan nya memberi ruang pada Chellyn. Chellyn pun sekarang berada dipelukan Abhi.
''Hehe jalan-jalan sama tante cantik,'' ucap Chellyn dengan cengirannya.
''Maaf Bu, gara-gara ini Ibu jadi pulang telat. Abhi antar Ibu yah '' tawar Abhi merasa bersalah.
''Iya boleh,'' ucap Sivya agar Abhi tidak merasa bersalah.
''Tante cantik duduk depan sama Chellyn yah. Nanti Chellyn mau cerita baaanyak sama tante cantik,'' ucap Chellyn dengan semangat.
''Ok, sekarang kita pulang.'' Sivya pun menaiki mobil Abhi.
TBC