Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh desi fazriani
Bagi kebanyakan orang, bintang di langit cuma titik cahaya indah yang bisa dilihat tapi nggak bisa disentuh. Tapi bagi Binar, bintang adalah kenangan, adalah janji, dan adalah satu-satunya cara dia merasa dekat kembali dengan Raga. Lima tahun lalu, Binar dan Raga adalah sepasang kekasih yang paling bahagia dan paling cocok. Mereka berjanji bakal sama-sama sampai tua, bakal keliling dunia, dan bakal menatap bintang bareng sampai napas terakhir. Tapi takdir nggak berpihak. Raga harus pergi jauh ke luar negeri demi pengobatan penyakit jantung yang dideritanya, penyakit yang dia sembunyikan lama banget dari Binar. Sebelum pergi, Raga berjanji bakal pulang, bakal sembuh, dan bakal nikahin Binar. Tapi satu tahun berlalu, kabar terputus. Dua tahun, tiga tahun, sampai lima tahun... nggak ada kabar apa pun. Binar nunggu, nunggu, dan terus nunggu. Dia yakin Raga masih hidup, dia yakin janji itu nggak bakal diingkari. Setiap malam, Binar selalu menulis surat. Surat yang nggak pernah dikirim, surat yang ditujukan buat Raga, surat yang diceritakan ke langit, ke bintang, berharap angin bakal baca dan sampaikan pesan itu ke mana pun Raga berada. Sampai suatu hari, Binar ketemu sama Saka. Pria yang persis banget sama Raga. Wajahnya, suaranya, caranya ketawa, bahkan kebiasaannya sama persis. Binar kaget, bingung, tapi juga senyum campur sedih. Dia yakin banget Saka itu Raga. Dia yakin Raga pulang tapi pura-pura lupa atau pura-pura jadi orang lain. Tapi Saka nggak kenal Binar sama sekali. Dia orang asing yang sukses, dingin, dan tertutup. Dia punya kehidupan sendiri, punya teman, dan dia selalu bilang: "Maaf Nona, saya nggak kenal kamu. Dan saya nggak punya saudara kembar." Binar nggak percaya. Dia mulai mendekati Saka, berusaha bikin ingatan Raga balik lagi, berusaha buktikan kalau dia itu kekasihnya. Tapi makin dia deket, makin banyak rahasia yang terbongkar. Ternyata... Saka bukan Raga. Tapi dia punya hubungan darah yang sangat erat sama Raga. Dan ternyata... Raga udah nggak ada di dunia ini sejak empat tahun lalu. Raga meninggal, tapi dia ninggalin pesan, ninggalin janji, dan ninggalin misi khusus buat Saka: "Tolong jaga Binar. Tolong pastikan dia bahagia. Tolong jadilah bintang pengganti buat dia sampai dia bisa ikhlas." Saka awalnya berat banget. Dia merasa jadi boneka, merasa jadi pengganti, merasa hidupnya diatur. Dia benci cara Binar memandang dia tapi melihat orang lain. Dia benci perasaan aneh yang muncul di hatinya sendiri. Tapi lama-lama, dia ngerti rasa cinta saudaranya, dia ngerti rasa cinta Binar yang tulus banget. Dia terjebak: harus terus berpura-pura jadi orang lain demi janji terakhir, atau jujur dan hancurkan hati wanita itu? Dan di tengah kebingungan itu, Binar mulai sadar... dia nggak cuma kangen Raga. Dia mulai jatuh hati sama Saka, orang yang aslinya, bukan sekadar bayangan masa lalu. Tapi gimana caranya dia bisa cinta sama orang baru, kalau hatinya masih terikat janji sama orang yang udah tiada? Dan gimana caranya Saka bisa mencintai Binar, kalau dia cuma dianggap 'pengganti'? Cerita ini tentang ikhlas, tentang cinta yang melampaui nyawa, dan tentang keberanian buat membuka hati lagi. Bahwa cinta sejati nggak pernah hilang, kadang cuma berubah wujud, dari kenangan jadi harapan, dari rindu jadi kebahagiaan baru.ic_default
Karena kamu suka Romansa, mungkin kamu suka ini juga:
Romansa