Sebenarnya Raya mengetahui bahwa yang hilang dari dirinya adalah calon bayi mereka. Raya mengusap perut, andai saja ia tahu lebih awal mengenai kehadirannya. Akan ia jaga sepenuh hati makhluk yang hidup di dalam sana. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan ia jaga. Bergerak pun akan lebih hati-hati. Tidak banyak bergadang hanya demi menyelesaikan projek novel. Raya akan melakukan apa pun yang terbaik demi jabang bayi.
Namun, ia tak diberi kesempatan untuk menyadari kehadirannya.
Di balik semua itu, Raya merasa lega karena keluarganya kembali ke rumah. Suami dan anak-anaknya berusaha keras agar Raya melupakan bagaimana rasanya kehilangan. Mereka gak membiarkan Raya diam sendiri. Bahkan Samesta melarang Raya menyentuh laptop dan pekerjaan lain. Samesa bicara sendiri pada editor cerita ka