Jam menunjukan pukul 04:30 sebuah alarm menggema yang membuat Kyo terbangun dari tidur lelapnya.kyo terduduk sejenak untuk membenarkan selimut yang di kenakan min Jun sebelum akhirnya beranjak pergi menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka.
Seperti biasa Kyo harus membereskan rumahnya sebelum berangkat bekerja. Kali ini Kyo lebih awal membereskan pekerjaan rumah karna memang tidak ada bahan pangan untuk di masak, jadi ia harus pergi berbelanja terlebih dahulu.
Jam menunjukan pukul 06:30, Kyo bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. setelah selesai mandi Kyo berniat membangunkan putrinya. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya menuju kamar. Kyo mengurungkan niatnya karna ia mendengar sesuatu yang di lempar di ruang makan.
"Eomma kau kenapa ??" kyo bertanya pada seorang wanita paruh baya saat ia telah sampai di ruang makan. Sunny, itulah nama wanita itu. Istri dari park wong sang. Ibu angkat kyo.
Sunny yang mendengar pertanyaan Kyo langsung membalikan tubuhnya karna memang posisi Kyo berada di belakang sunny.
"Bagus akhirnya kau datang juga" ucap sunny sinis.
"Apa kau butuh sesuatu eomma ??" Tanya Kyo hati hati, karna takut membuat eomma nya marah.
"Kau masih bertanya, aku lapar, dimana makananku?" sunny berucap dengan nada kesal.
"Maaf eomma, tidak ada bahan pangan untuk di masak, aku harus belanja terlebih dahulu "
"Lalu kau pikir aku peduli, itu bukan urusanku"
Setelah berucap sunny menghampiri Kyo dan tanpa babibu ia menarik rambut Kyo kasar.
Sedangkan Kyo hanya mampu meringis saat sunny menarik rambutnya. Karna hal semacam itu bukanlah kali pertamanya untuk Kyo
"Aku tak mau tau kau harus segara menyiapkan makanan untuk ku, sekarang juga !!" Teriak Sunny tepat di depan wajah Kyo. Sembari ia lebih keras lagi menarik rambut Kyo.
"Ampun eomma, lepaskan tanganmu, ini sakit" Ucap Kyo memelas.
"Ini hukuman untuk mu bodoh" ucap sunny sembari semakin menarik rambut Kyo. Yang membuat Kyo benar benar merasa sakit di bagian kepalanya.
"Halmonim.."
Sunny menolehkan wajahnya saat ia mendengar min Jun memanggilnya. Ya, min Jun sudah bangun, saat ini ia telah berada di antara mereka.
"Halmonim.."
Min Jun memanggil sunny kembali. Namun kali ini ia mendekati sunny bahkan ia memegangi kaki sunny.
"Kau menyingkir lah" ucap sunny sembari menggoyang goyangkan kakinya, agar min Jun melepas kakinya.
"Sayang kembalilah ke kamarmu"
Kyo berucap karna takut sunny malah menyakitinya.
"Halmonim.."gumam min Jun sembari terkekeh kecil dan malah memeluk kaki sunny.
"Menyingkir lah.."
Sunny berucap setelah ia melepaskan tangannya pada rambut Kyo. Dan kali ini ia berusaha menyingkirkan min Jun dari kakinya. Tapi sayang min Jun memeluk kaki sunny erat yang membuat sunny lebih emosi dan ia langsung menarik tangan min Jun dan mendorongnya setelah min Jun melepaskan tangannya dari kaki sunny. Cukup keras sunny mendorong min Jun yang membuat ia menangis karena kesakitan tubuhnya terbentur ubin.
Kyo yang melihat nya tentu kaget dan langsung menghampiri min Jun yang menangis. Sedangkan sunny ia melenggang pergi dari ruang makan.
Kyo memeluk min Jun yang masih menangis. Ia tak mampu berbuat apa apa ia pun sama hanya mampu menangis di dalam hati.
..
"Sayang mau sampai kapan kau mau menyuruhku melakukan hal itu" ucap Joong Ki sembari mengendorkan dasi yang melekat di lehernya.
"Sampai kau bersedia melakukannya" ucap min young.
"Apa kau tak bosen, karna sampai kapan pun aku tidak akan melakukannya"
Min young hanya diam tak menjawab ucapan Joong Ki. Entah harus dengan cara apa lagi ia membujuk Joong Ki. Ya, meski ia tak rela jika harus di madu tapi ia juga tak ingin membebani mertuanya.
Setelah beberapa saat diam tak berbicara lagi min young duduk di tepian ranjang yang di ikuti joong ki duduk di samping min young.
"Sayang.." ucap min young ragu.
"Hm.." Dehem Joong Ki sembari menatap min young.
"Jika.."
Min young menggantungkan kalimatnya.
"Jika apa??" Tanya Joong Ki sembari semakin dalam menatap wajah min young yang saat ini juga tengah menatapnya.
"Ah tidak" ucap min young sembari tersenyum kikuk.
"Apa yang ingin kau katakan, katakanlah.."
"Baiklah aku akan mengatakannya tapi berjanjilah untuk tidak marah padaku"
"Untuk apa aku marah jika kau belum mengatakan apapun"
...
Sebuah mobil Ferrari keluaran terbaru terparkir rapih di depan caffe terkenal Dal.bts caffe.
Setelah keluar dari dalam mobilnya lelaki yang ternyata Joong Ki berjalan dengan angkuhnya menuju pintu masuk.
"Selamat datang tuan song" ucap satpam yang menjaga keamanan caffe.
Joong Ki tak menghiraukan spam tersebut ia terus berjalan hingga ia berhenti dan mulai mendaratkan tubuhnya di kursi.
"Apa yang ingin anda pesan tuan song??"
Pelayan wanita yang baru saja sampai langsung bertanya pada Joong Ki.
Joong Ki hanya diam lalu memberi kode pada pelayan itu untuk mendekat. Joong Ki membisikan sesuatu lalu menyuruh pelayan itu pergi.
Tak heran jika pegawai di caffe tersebut mengenal Joong Ki pasalnya Joong Ki pelanggan setia di caffe tersebut. Lagi pula bukan hanya itu saja bahkan Joong Ki adalah sahabat dari pemilik caffe tersebut.
Joong Ki terdiam sembari menatap lurus ke depan. Saat ini pikiran Joong Ki sangat kalut. Ya, iya lebih memilih pergi dari rumah dari pada harus mendengarkan permintaan konyol istrinya itu.
Flashback..
"Jika.."
min young menggantung kalimatnya.
"jika apa sayang??" tanya Joong Ki penasaran sembari meraih bahu min young.
" jika ini permintaan terakhir ku apa kau akan melakukan nya?"
"Apa maksud mu sayang??"
joong Ki bertanya karna tak habis pikir dengan pertanyaan istrinya itu.
"Aku ingin kau menikahi.."
"Sudah ku katakan berhentilah berbicara seperti itu sampai kapanpun aku tidak akan melakukan nya, karna aku hanya mencintaimu" ucap Joong Ki memotong kalimat min young.
"Aku tau tapi cobalah.. "
"Kenapa kau berbicara seperti itu, apa maksudmu? apa kau akan meninggalkan ku hanya karna appa menginginkan ku menikahi gadis lain"
untuk kedua kalinya Joong Ki memotong kalimat min young.
min young menggeleng, "Aku hanya takut, ya meskipun apa yang kau katakan adalah salah satunya tapi ada yang jauh lebih aku takut kan dari pada itu " .
"apa yang kau takutkan?? katakan !! " Tanya Joong Ki penasaran.
min young terdiam entah apa yang ia pikirkan.
"kenapa kau diam?? katakan apa yang kau takutkan ??"
joong Ki bertanya lagi saat ia melihat istrinya itu terdiam tak menjawab pertanyaan nya.
"Sudahlah lupakan, aku tak ingin membahas ini, lain kali lagi kita bahas " ucap min young sembari bangkit dari duduk nya.
"Apa ada yang aku tidak ketahui ?? apa ada yang kau sembunyikan dariku min young?? katakanlah, jangan pergi sebelum kau mengatakan nya "
Ucapan Joong Ki membuat min young menghentikan langkahnya.
"Aku hanya ingin tau apa yang kau takutkan, apa kau tidak menganggap ku sampai kau tak ingin mengatakannya"
meski min young tak membalikan tubuh nya untuk melihat dirinya namun Joong Ki tetap mengatakan apa yang seharusnya Joong Ki katakan.
"Sudahlah.."
"Min young.." potong Joong Ki.
seketika min young terdiam saat Joong Ki memanggil namanya dengan suara tinggi. tapi setelah beberapa saat ia menahan sesak ia membalikan tubuhnya untuk melihat Joong Ki. tatapan matanya terlihat nanar namun ia tetap memberanikan diri untuk menatap suaminya itu.
"Aku takut, aku takut jika nanti aku benar benar pergi jauh aku tidak bisa melihat kau tersenyum, aku memang sedih saat mengetahui jika appa ingin kau menikahi wanita lain tapi aku jauh lebih takut jika kau tidak bahagia karna sampai saat ini kita masih belum mempunyai anak, berjanjilah padaku bahwa kau akan melakukan nya bahwa kau akan menikahi wanita itu, aku harap kau melakukan nya demi diriku"
"Tuan.."
Kyo memanggil-manggil Joong Ki untuk yang kesekian kali nya namun kali ini ia mengibaskan tangannya di depan wajah Joong Ki.
Joong Ki yang tersadar dari lamunan nya pun langsung melihat ke arah Kyo. entah lah berapa lama Joong Ki terdiam bahkan Kyo, pelayan yang diminta untuk melayaninya datang pun tak sadar.
"Apa yang ingin anda pesan tuan??" tanya Kyo di akhiri senyuman manisnya.
" Caffe "
"Lalu ??" Tanya Kyo kembali sembari melihat Joong Ki dengan tangan yang ingin menulis pesanan Joong Ki.
" itu saja "
"baiklah mohon anda tunggu dulu" ucap Kyo sebelum akhirnya ia melangkah pergi dari hadapan Joong Ki.
"Tunggu.. "
suara Joong Ki membuat Kyo menghentikan langkahnya bahkan ia membalikan badan nya untuk melihat Joong Ki.
"iya tuan"
#Thank you very much :)