Kyo tersenyum kikuk saat Joong Ki memandang dirinya dengan detail dari atas sampe bawah seperti orang yang sedang mengintimidasi.
"Tuan.."
"Kau song Hye Kyo?" Tanya Joong Ki datar.
"Bagaimana anda tau nama saya tuan??" Tanya Kyo heran.
"Apa aku menyuruhmu untuk bertanya nona ??"
Joong ki bertanya saat ia malah mendapat pertanyaan kembali bukan nya jawaban.
Kyo hanya menggeleng pelan.
"Cepat buatkan kopi untuk ku dan ingat jangan terlalu lama karna aku tidak suka menunggu"
"Baik tuan" ucap Kyo sebelum akhirnya ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
Entah apa yang Joong Ki pikirkan ia melihat punggung Kyo yang semakin menjauh dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. Sesaat setelah punggung Kyo menghilang di balik pintu ia menolehkan pandangan nya ke arah lain.
Tak butuh waktu lama Kyo telah kembali dengan membawa kopi pesanan Joong Ki.
"Pesanan anda sudah datang" ucap Kyo sembari meletakan secangkir kopi panas di meja.
"Apa ada yang ingin anda pesan lagi tuan??" lanjut Kyo bertanya.
"Kalo begitu saya permisi terlebih dahulu"
kyo kembali berucap saat Joong Ki hanya diam tak menjawab pertanyaan nya.
"Tunggu.."
Suara berat Joong Ki terdengar di Indra pendengaran Kyo yang saat ia sudah mulai melangkahkan kakinya.
Beberapa saat kemudian Kyo tampak kaget saat ia membalikan badannya, yang membuat dia hampir saja terjatuh jika Joong Ki tidak menahan tubuh mungil Kyo.
Entah sejak kapan Joong Ki berdiri di belakang Kyo. padahal baru saja ia memanggil Kyo. namun bukan itu yang saat ini jadi masalah. tapi posisi Kyo dan Joong Ki yang hanya terhitung beberapa cm yang menjadi masalah. karna dengan posisi sedekat itu membuat Kyo mencium wangi perfume yang di kenakan Joong Ki.
Bahkan mereka menjadi pusat tontonan pelanggan lain.
"Apa kau akan terus menatapku nona?? "
Joong Ki bertanya setelah mereka cukup lama saling tatap.
"Apa kau tidak tau jika dirimu terlalu berat ??"
pertanyaan kedua Joong Ki mampu membuat Kyo membenarkan posisinya.
"Maaf tuan "
Kyo berucap saat ia sudah sedikit menjauh dari Joong Ki sebelum akhirnya ia membenarkan bajunya.
Joong Ki tak merespon ucapan Kyo ia lebih memilih kembali ke tempat duduk nya. sedangkan Kyo ia memperhatikan sekelilingnya dimana orang orang tengah melihat ke arah nya.
"Ehm.." Dehem Joong Ki setelah ia meminum kopi miliknya.
"Aku tidak menyuruhmu pergi"
Ucapan Joong Ki membuat Kyo mengurungkan niat nya untuk pergi.
"Lalu apa ada yang ingin anda pesan lagi tuan??"
Kyo berucap dengan tenang seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.
Joong Ki memberi kode pada Kyo agar duduk bersamanya tepat di depan Joong Ki.
"aku.."
Kyo berucap sembari menunjuk dirinya sendiri.
Joong Ki menautkan sebelah alisnya tak menjawab ucapan Kyo. sedangkan kyo ia masih terdiam di tempat nya, bukan tak mengerti dengan kode yang di berikan Joong Ki. namun ia tak ingin mencari masalah, walau bagaimana pun ia adalah seorang pelanggan.
"Sampai kapan kau akan berdiri di situ nona??"
"Maaf tuan aku tak bermaksud untuk tak mendengarkan mu, aku hanya lah seorang pelayan tak pantas jika harus duduk bersamamu, saya permisi.."
"jika aku katakan duduk maka duduk lah" ucap Joong Ki dengan nada tinggi nya sebelum akhirnya ia bangkit dari duduknya.
Kyo yang sudah mulai berjalan pun menghentikan langkahnya kembali saat mendengar suara keras Joong Ki, tak hanya itu sekilas Kyo juga memperhatikan sekeliling.
"Apa seperti ini cara mu melayani pelanggan"
Joong Ki berucap sembari berjalan mendekati Kyo yang terlihat akan melangkahkan kakinya kembali. Namun ia mengurungkan niatnya sebelum akhirnya ia memilih membalikan badan nya.
"Apa kau ingin kehilangan pekerjaanmu ??"
Joong Ki melanjutkan ucapan nya saat ia sudah berdiri di hadapan Kyo sembari memasukan kedua tangannya pada saku celana."Aku tidak tau mengapa caffe semewah ini harus mempunyai pelayan sepertimu, sungguh kasian Park Hyun Sik.." lanjut nya lagi.
"Maaf tuan aku tak bermaksud menyinggung mu tapi aku hanya merasa tidak pantas jika harus menemanimu apalagi jika harus duduk bersamamu, bagaimana tanggapan orang lain, aku tentu saja tidak ingin di cap sebagai w*************a, walau bagaimana pun kau sudah beristri" ucap Kyo menjelaskan maksud dari sikapnya. "Apa istrimu baik-baik saja tuan?? maaf aku tak bermaksud lancang tapi biasanya kau datang kemari bersama istrimu" lanjut Kyo lagi.
"kau.."
"Eomma.."
Ucapan Joong Ki terpotong saat min Jun anak Kyo datang bersama dengan ji Hyun.
"Ah, min Jun kau sudah datang"
Kyo berucap saat ia telah menundukkan kepalanya untuk melihat min Jun yang tengah memeluk kakinya.
"Eomma, appa.." ucap min Jun memanggil eomma nya dan bahkan ia juga memanggil Joong ki dengan sebutan appa.
"Appa.." ulang min Jun sembari beralih memeluk kaki Joong Ki. joong Ki sedikit tersentuh di panggil appa. namun tak membuat raut wajah Joong Ki berubah.
"min Jun paman ini bukan appa mu sayang " ucap Kyo memberitahu min Jun sembari mensejajarkan tubuhnya dengan min Jun.
"ji hyun.." panggil Kyo sembari melihat sahabatnya.
"min Jun kita menunggu eomma di luar saja ya, ayo.." ucap ji Hyun sembari mengambil alih min Jun dari Kyo dan bahkan ia langsung menuntun min Jun keluar.
"Maaf tuan atas ketidak sopanan putri ku dan juga maaf karna aku telah menyinggung mu, kalo aku permisi dulu " ucap Kyo di akhiri sedikit membungkuk kan badan nya sekilas, sebagai tanda maaf.
Joong Ki tak bersuara ia menatap Kyo tepat di mata indahnya sebelum akhirnya ia melenggang pergi meninggalkan Kyo. kyo menghela nafas menatap kepergian Joong Ki. ia tak menyangka akan mempunyai masalah dengannya.
...
Tak butuh waktu lama Kyo telah sampai di depan rumah nya, sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah setelah kepergian ji Hyun sembari menggendong min Jun yang sudah terlelap dalam mimpinya. sedangkan sunny telah menunggu kepulangan Kyo sedari tadi dengan wajah merah padam akibat menahan marah.
"Apa kau ingin membuatku mati kelaparan Song Hye Kyo.." ucap sunny dengan suara lantang dan tatapan sinis.
"Maaf eomma.."
"Maaf kau bilang?? kau memang benar benar anak tidak tau di Untung, menyesal aku membiarkan suamiku untuk membesarkan mu, kau ingat jika bukan karna suamiku kau sudah mati Song Hye Kyo"
"Maaf eomma, Kyo janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi " ucap Kyo. " Tapi.. Kyo sudah bawakan eomma makanan, lihatlah"Lanjut Kyo sembari memperlihatkan bungkus makanan dengan tangan kirinya, ya meskipun sedikit kesusahan karna sembari menggendong min Jun.
sunny pun menghampiri Kyo dan merebut kasar bingkisan itu dan menjatuhkan nya ke bawah.
"Eomma.." lirih Kyo sembari melihat ke arah makanan.
"Apa?? kau mau marah hah??" ucap sunny sinis lalu menginjak makanan itu.
Dengan sedikit susah Kyo berjongkok untuk mengambil bingkisan yang telah di injak eomma nya. namun baru saja Kyo memegang bingkisan itu, sunny menginjak telapak tangan Kyo dengan keras.
"Eomma, sakit.." Rintih Kyo.
"ini pelajaran buat mu, dasar anak tidak tau terima kasih" Ucap sunny malah semakin menekan telapak tangan Kyo.
"Eomma, ampun.."
rintihan Kyo kali ini membangunkan min Jun dari tidurnya.
"Eomma.." panggil min Jun sembari mengusap kedua mata nya.
Terlihat Kyo tersenyum saat min Jun menatap wajah Kyo. Meski ia menahan sakit tapi ia tak ingin mental putrinya lemah karna terlalu sering melihat kejadian seperti apa yang terjadi saat ini.
"Eomma.." panggil min Jun lagi kali ini tangan mungil nya menyentuh hidung Kyo.
" Sayang kau tidurlah kembali sebentar lagi kita masuk kamar" ucap Kyo sembari memeluk lebih erat min Jun dengan tangan yang satu nya lagi.
Tak hanya sampai di situ sunny malah menjambak rambut Kyo dengan keras.
"Eomma ini sakit.." Rintih Kyo terbata-bata.
"Baiklah aku akan melepaskan mu tapi kau harus berjanji untuk pergi bersamaku besok" Ucap sunny sembari melepaskan rambut Kyo yang di tarik dan mengangkat kaki nya dari atas tangan Kyo.
"Eomma.." lirih Kyo sembari menengadah untuk melihat sunny.
"Kau mau mencoba menolaknya lagi??"
"Eomma aku janji akan kerja lebih giat lagi jadi aku mohon, aku tidak ingin melakukan hal seperti itu.."
"Jangan bodoh Kyo, kau pikir gaji mu yang kecil mampu mencukupi kebutuhan ku?? kau hanya membeli s**u, s**u dan s**u terus untuk anak itu sampai sampai kau lupa padaku yang telah membesarkan mu "
"Tapi eomma,"
"Hentikan omong kosong mu Kyo" ucap sunny sembari mensejajarkan tubuhnya dengan kyo.
"Eomma tapi aku tidak ingin melakukan.."
plak..plak..plak..
Ucapan Kyo terpotong saat sunny menampar pipi kanan dan kiri Kyo dengan keras. sampai- sampai sudut bibir Kyo mengeluarkan darah dan juga pipi Kyo terlihat merah akibat tamparan itu.
...
Joong Ki sedang berada di ruang kerjanya, dengan earphone di kedua telinga nya. entahlah apa yang Joong Ki lakukan tapi yang pasti Joong Ki terlihat sedang menonton sesuatu di dalam laptop nya itu dan sesekali menggertak kan giginya.
Ini bukan lah kali pertama nya untuk Joong Ki, setelah pulang dari kantor Joong Ki selalu menyempatkan ke ruang kerjanya terlebih dahulu. hal itu ia lakukan semenjak appanya menyuruh dia untuk mencari informasi tentang putri wong sang.
Suara panggilan masuk mengalihkan Joong Ki dari laptop nya.
"Halo.." ucap Joong Ki setelah mengangkat telpon nyam
"Hah.." kaget Joong Ki.
"Kau bercanda eomma??"
"Baiklah aku segera ke sana"
Joong Ki menutup laptopnya itu dan bergegas pergi setelah panggilan nya ia akhiri. dengan cepat ia berlari ke mobil milik nya dan langsung menancap gas mobil itu dengan kecepatan tinggi.
Entahlah Joong Ki akan pergi kemana yang pasti ia tak menghiraukan keselamatan nya.
#Thank You very much :)