Joong Ki menghentikan mobilnya di sebuah gedung pencakar wala bertulisan hospital song.Ya, saat ini Joong Ki berada di depan rumah sakit appa nya. entah siapa yang sakit tapi setelah eomma nya menelpon, Joong Ki langsung bergegas pergi.
Joong Ki memarkirkan mobil lalu dengan cepat keluar dan meninggalkan parkiran.
"Eomma.."
Joong Ki memanggil eomma nya saat ia sudah menghentikan langkahnya tak jauh dari nyonya song dan juga tuan song.
"Joong Ki, kau sudah datang"
Ucapan nyonya song terdengar serak, mungkin karna habis menangis.
"Apa yang terjadi eomma, kenapa dengan istriku??"
nyonya song menggeleng pelan, "eomma juga tidak tau Joong Ki, pelayan menemukan istrimu di halaman belakang dengan keadaan tak sadarkan diri".
"Min young" lirih Joong Ki di akhiri ia mengusap wajahnya kasar.
"bersabarlah sebentar lagi dokter pasti keluar" ucap tuan song.
30 menit telah berlalu, akhirnya dokter yang menangani min young telah keluar.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya??"
"Bagaimana keadaan menantu saya dokter?"
secara bersamaan nyonya song dan Joong Ki menanyakan keadaan min young saat dokter keluar dari dalam ruangan.
Dokter itu menghela nafas pelan, "saya sudah berusaha sebisa saya tapi maaf istri anda mengalami koma".
Nyonya song menutup mulutnya tak percaya saat mendengar penuturan sang dokter. sedangkan tuan song ia menghela nafas sebelum akhirnya ia mencoba menahan tubuh istrinya. karna nyonya song hampir saja limbung mungkin karna terlalu panik.
"koma??" tanya Joong Ki tak percaya.
Dokter itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Joong Ki.
"Bagaimana mungkin bisa ??"
"Istri anda mempunyai riwayat penyakit kardiovaskuler " ucap dokter.
"kardiovaskuler??"
Joong Ki bertanya tak percaya.
"Iya tuan, Dia sudah lama mengalami penyakit ini bahkan saya juga telah menyuruhnya untuk terus cek up agar dapat menyembuhkan nya secara perlahan karna memang penyakit yang di alami istri anda masih stadium awal"
Joong Ki hanya diam tak percaya dengan penuturan dokter. bagaimana mungkin bisa istrinya mempunyai penyakit tanpa sepengetahuan nya.
"Bagaimana mungkin bisa min young menyembunyikan hal sebesar ini dari kita" gumam nyonya song tak percaya.
"Apa menantu saya bisa di sembuhkan dok??" Tanya tuan song.
"Kemungkinan nya kecil karna penyakit yang di alami menantu ada sudah mulai parah tapi saya akan berusaha sebisa saya" ucap dokter menjelaskan.
"Apapun yang terjadi aku mohon padamu penanganan medis yang terbaik untuk menantu saya "
"Saya akan berusaha tuan song"
"Kau harus menyembuhkan istri saya dok, berapa pun yang kau mau saya akan membayar nya" ucap Joong Ki datar.
"Saya akan berusaha" ucap dokter itu. "kalo begitu saya permisi" lanjutnya.
setelah kepergian dokter itu Joong Ki masih terdiam di tempat. Entah lah apa yang ia pikirkan pasalnya raut wajahnya terlihat begitu sulit di artikan.
"Kau mau kemana ??"
nyonya song bertanya saat ia melihat Joong Ki melangkahkan kakinya.
"Aku akan pulang" jawab Joong Ki sesaat setelah ia menghentikan langkahnya.
"baiklah Joong Ki tenangkan lah dirimu terlebih dahulu, di sini biar eomma dan appa yang menjaga istrimu"
setelah nyonya song mengakhiri kalimatnya Joong Ki kembali melanjutkan langkahnya.
Shrek..
suara gorden yang di buka kasar oleh ji hyun tak membuat seorang lelaki yang terlelap dalam tidur nya terbangun. bahkan saat sinar mentari pagi masuk ke dalam kamar dari pantulan kaca. lelaki itu masih enggan untuk bangun. ia malah menarik selimut nya untuk menutupi wajah nya yang terkena cahaya dari pantulan kaca.
"CK.."
ji Hyun berdecak sebal saat melihat lelaki itu masih enggan bangun walau pun cahaya mentari telah mengusik tidurnya.
"Ah, benar-benar.." kesal ji Hyun.
"Sampai kapan kau akan tetap tidur ?? ini sudah pagi, apa kau tidak bekerja??"
" ya tuhan dosa apa aku sampai-sampai harus mempunyai suami seperti dia" gerutu ji Hyun dan di akhiri menghela nafas kasar.
Berbeda dari Kyo, ji Hyun memang sudah memiliki suami. Do Kyung So itulah nama suaminya.
Ya, meskipun ji hyun menikah karna sebuah perjodohan. ia harus menjalani nya sebagai seorang istri. Dan juga bagaiman mungkin bisa di jaman yang canggih ini masih ada yang nama nya perjodohan, konyol memang.
Pernikahan yang di lakukan satu bulan yang lalu, tanpa ada nya rasa saling cinta membuat mereka selalu bertengkar setiap bertemu. Ya meskipun selama satu bulan mereka menikah hanya beberapa kali bertemu karna memang suaminya itu selalu sibuk dengan kerjaan nya.
"Berisik.."
Suara berat kyung So terdengar sangat dingin.
"Akhirnya kau bersuara juga" ucap ji Hyun tanpa ada rasa bersalah telah membuat suaminya itu terbangun dari tidur nya. "Ayo bangun lah" lanjut ji Hyun sembari menarik selimut yang masih di kenakan oleh suaminya.
"Kau.. tidak bisakah sekali saja tidak mengganggu ku". Kyung So berucap setelah ia bangkit dari tidurnya.
"Tentu Tidak" ucap ji Hyun dengan suara yang di tekan.
"Dasar gila " geram Kyung so sembari menatap datar ji Hyun.
"Apa kau bilang??" Tanya ji Hyun tak kalah geram nya.
"Dasar Gila.."
"Terima kasih tuan do aku memang cantik jadi kau tak usah terlalu berlebihan memuji ku" ucap ji hyun dengan nada suara yang di buat buat.
"Ah, kau memang benar benar gila" ucap Kyung So dengan suara yang mengejek.
"sudah lah aku malas berdebat dengan mu, kenapa kau belum brangkat kerja ??"
"Apa urusan nya dengan mu??"
bukan nya menjawab Kyung so malah bertanya kembali.
"Ish menyebalkan sekali" gerutu ji Hyun."Aku muak jika harus melihat mu di rumah lebih baik kau kerja, tidak pulang sekalian" lanjut ji Hyun.
Kyung So hanya menatap tajam ji Hyun sekilas, lalu merebahkan tubuhnya kembali kekasur bersiap untuk tidur kembali.
"Apa kau akan.."
Tok.. tok.. tok..
suara ketukan pintu membuat ji Hyun menghentikan kalimat nya ia lebih memilih membuka pintu kamar.
"Iya bi" ji Hyun bertanya saat ia melihat pelayan nya.
"Itu non ada sahabat nona di bawah" ucap sang pelayan.
"Oh baik lah terima kasih bi" Ucap ji Hyun sebelum akhirnya ia menutup pintu kamar dan berjalan melangkahkan kakinya di ikuti oleh pelayan nya.
"Kyo.."
ji Hyun memanggil nama Kyo saat ia sudah sampai di depan Kyo.
" ji Hyun apa aku mengganggu mu??"
Kyo bertanya saat ji Hyun telah mendaratkan tubuh nya di kursi samping.
"bagaimana mungkin bisa kau menggangguku"
ucapan ji Hyun langsung mendapat senyuman dari Kyo.
"Terima kasih ji Hyun untuk semuanya, aku benar-benar minta maaf karna selalu merepotkan mu, aku malu sebenarnya tapi aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa"
"Apa yang kau katakan, kenapa kau tiba tiba berbicara seperti itu? lagi pula kau tidak pernah merepotkan ku aku senang bisa membantu mu" ucap ji Hyun. "Kyo.." lanjut ji hyun memanggil nama Kyo.
"iya"
"pipimu kenapa??" ji hyun bertanya saat ia baru menyadari jika pipi Kyo terlihat merah.
"Kenapa dengan pipiku?"
bukan nya menjawab Kyo malah bertanya.
"Terlihat merah, apa eomma mu menamparmu lagi ??"
Kyo hanya diam tak menjawab pertanyaan nam ji Hyun. yang membuat ji Hyun mengerti.
"Baiklah aku mengerti, ngomong ngomong kau datang lebih awal, kenapa ??"
"Aku ingin menitipkan min Jun lagi padamu" jawab Kyo. "Tapi kali ini kau tak perlu mengantar min Jun padaku, aku akan menjemputnya kemari" lanjut Kyo.
" kenapa tiba tiba seperti itu??" tanya ji Hyun heran.
"Aku takut merepotkanmu, dengan cara aku menitipkan min Jun juga telah merepotkan mu jadi biar aku saja yang menjemput nya" ucap Kyo menjelaskan.
"Baiklah"
...
Siang telah berganti menjadi malam namun Joong Ki masih setia menggenggam tangan istrinya dan sesekali mengecup punggung tangan istrinya itu.
ia sangat terpukul saat mengetahui istrinya menderita penyakit.
"Min young bangun lah.." gumam Joong Ki setelah ia mengecup punggung tangan min young
"Apa kah ini alasanmu menyuruhku menikah lagi ??" tanya Joong Ki berharap min young menjelaskan nya.
"Aku takut, aku takut jika nanti aku benar benar pergi jauh aku tidak bisa melihat kau tersenyum, aku memang sedih saat mengetahui jika appa ingin kau menikahi wanita lain tapi aku jauh lebih takut jika kau tidak bahagia karna sampai saat ini kita masih belum mempunyai anak, berjanjilah padaku bahwa kau akan melakukan nya bahwa kau akan menikahi wanita itu, aku harap kau melakukan nya demi diriku"
kalimat itu terngiang-ngiang di otak Joong Ki seperti kaset yang di putar berkali-kali. Namun beberapa saat kemudian Joong Ki melepaskan genggaman tangan nya lalu beranjak dari duduk nya. kemudian mendaratkan bibir nya pada kening sang istri.
Joong Ki melirik sekilas arloji yang melingkar di tangan nya, sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar istrinya.
Sedangkan di tempat lain Kyo tengah berada di sebuah bar. Suara musik yang mengalun dengan keras nyaris merusak gendang telinga Kyo. pasal nya ini adalah kali pertama Kyo memasuki tempat seperti itu.
Bukan hanya itu bahkan banyak lelaki yang menatap Kyo penuh gairah. Yang membuat Kyo merasa sangat risih.
Entahlah apa yang harus Kyo lakukan saat ini, ia benar benar merasa seperti wanita jalang yang tengah mempertontonkan lekuk tubuh nya.
Apalagi dengan Kyo yang saat ini memakai baju yang menurut nya tampak vulgar. Dress hitam dengan potongan rendah yang tidak sampai menutupi paha nya dan mengekspos sedikit belahan d**a nya.
"Eomma.."
"Hm.." Dehem sunny.
"Apa aku benar-benar harus melakukan nya??"
"Tentu saja"jawab sunny ketus.
"tapi eomma.."
"Hentikan omong kosong mu Kyo jika kau tak ingin membuatku marah" ucap sunny berusaha menahan amarah nya.
"aku.."
"Diam lah, dia datang.." potong sunny. "Hey tuan seperti nya kau telat" ucap sunny saat seorang lelaki seumuran dengan nya menghentikan langkah nya tepat di hadapan mereka berdua.
"Aku terlalu sibuk di kantor" ucap lelaki itu.
"em, baiklah tak apa" ucap sunny sebelum akhirnya ia mendaratkan tubuh nya di kursi.
"Ini gadis yang kau katakan padaku ??"
Ucap lelaki itu bertanya sembari menunjuk Kyo dan bahkan lelaki itu sekilas melihat Kyo, tepat nya di belahan d**a nya.
sedangkan Kyo yang di tatap seperti itu merasa risih lalu mengangkat kedua tangan nya untuk menutup belahan d**a yang terlihat.
"Kau sangat menarik dan seksi" ucap lelaki itu sembari mencolek dagu Kyo. "Ayo" lanjut lelaki itu menarik lengan kyo untuk menjauh dari sunny.
namun seketika langkah Kyo terhenti kala seorang pelayan dengan tak sengaja menabrak lelaki itu. Yang membuat minuman yang tengah di bawa pelayan itu tumpah mengenai jas milik lelaki itu.
"Kau.." ucap lelaki itu.
"Maafkan saya tuan saya tidak sengaja" Ucap pelayan itu sembari menundukkan kepalanya.
"Dasar b***h, tidak bisa kah kau bekerja dengan baik" bentak lelaki itu.
"Maaf tuan"
"Halah, alasan" geram lelaki itu. dan..
plak..
sebuah tamparan mendarat di pipi tirus pelayan itu. Kyo yang melihat nya tentu tertegun. sedangkan pelayan itu terlihat memegangi pipi nya yang di tampar.
"Tuan bukan kah saya sudah minta maaf" ucap pelayan itu masih dengan menundukkan kepalanya.
"Kau pikir setelah kau minta maaf kau akan mengembalikan jas ku seperti semula" ucap lelaki itu sembari berkacak pinggang.
"Tapi setidak nya dengan dia minta maaf dia menyadari kesalahan nya" ucap Kyo.
"Kau.." ucap lelaki itu menggantungkan kalimatnya.
"siapa yang menyuruhmu berbicara hah??" lanjut lelaki itu bertanya.
"Memang tidak ada yang menyuruh ku berbicara aku hanya tidak ingin.."
"Hentikan omong kosong mu, kau tidak usah ikut campur, urusan mu dengan ku nanti" ucap lelaki itu memotong ucapan Kyo.
"Kau pikir aku mau berurusan denganmu"
"Kau.." geram lelaki itu di akhiri mengayunkan tangan nya untuk menampar Kyo. namun seseorang menahan nya terlebih dahulu sebelum tangan itu menyentuh pipi Kyo.
"Tuan Joong Ki" lirih Kyo saat melihat Joong Ki menahan tangan lelaki yang ingin menampar nya.
"Bukan kah pelayan itu sudah meminta maaf padamu lalu apa lagi yang kau permasalahkan"
Joong Ki berucap saat ia telah melihat Kyo dari atas sampai bawah.
"bukan urusanmu" sewot lelaki itu.
"Berapa uang yang telah kau keluarkan untuk gadis ini??" tanya Joong Ki tak menghiraukan ucapan lelaki itu lalu memberikan selembar cek.
"Aku tidak akan memberikan gadis ini untuk mu, gadis ini milik ku" ucap lelaki itu setelah menerima cek yang di berikan Joong Ki.
Namun Joong Ki tak menghiraukan ucapan lelaki itu ia malah menggendong Kyo di depan, ala bridal style. sedangkan Kyo yang kaget secara reflek mengalungkan tangan nya di leher Joong Ki.
#Thank you very much :)