Area Konten Dewasa !!!
Joong Ki menurunkan Kyo dari gendongan nya, saat Kyo memberontak minta di turunkan.
setelah menurunkan Kyo, ia memasukan ke dua tangan nya ke dalam saku sembari menatap Kyo yang diam menunduk sembari menutupi belahan d**a nya.
"Apa kau tidak akan berterima kasih pada ku??" Tanya Joong Ki datar.
"Terima kasih tuan"
Kyo berucap masih dengan posisi sama.
"Apa seperti itu cara mu berterima kasih??"
Kyo menengadahkan kepalanya untuk melihat Joong Ki. ia mengernyitkan kening nya tak mengerti.
"Kau berterima kasih padaku tapi kau tak melihat ku sama sekali, apa menurutmu terima kasih mu itu tulus" ucap Joong Ki saat ia melihat kebingungan dari wajah Kyo.
"Aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya merasa malu dengan penampilan ku saat ini" ucap Kyo menjelaskan.
"Tapi menurutku, kau lebih pantas memakai pakaian seperti itu" ucap joong Ki datar.
Kyo hanya diam tak menjawab ucapan Joong Ki.
"Lupakan dengan ucapan ku barusan, ayo aku akan mengantarmu pulang" ucap Joong Ki di akhiri dengan ia mengambil alih tangan Kyo yang tengah memegang belahan d**a nya. "Kenapa??" Tanya joong Ki saat Kyo tak mengikuti langkah nya. bahkan Joong Ki membalikan tubuh nya kembali untuk melihat Kyo.
"Terima kasih atas tawaran mu tapi maaf tuan aku tidak ingin merepotkan mu" ucap Kyo sembari memberanikan diri untuk menatap Joong Ki.
"Baik lah aku mengerti" ucap Joong Ki sembari melepaskan pegangan tangan nya pada tangan Kyo.
"Kyo.."
Kyo yang mendengar suara sunny memanggil nya pun membalikan badan nya. terlihat jelas sunny tengah berjalan menghampiri Kyo.
plak..
Baru saja sunny sampai di hadapan Kyo ia langsung memberikan sebuah tamparan di pipi Kyo. yang tentu saja membuat Kyo sontak memegangi pipi nya.
"Kau, kau memang benar-benar bodoh" ucap sunny geram.
"Maaf eomma aku tak bermaksud untuk.."
" sudah lah hentikan omong kosong mu, gara-gara kau laki laki tua itu mengambil uang nya kembali" ucap sunny memotong ucapan Kyo.
"Maaf.."
"Berhenti meminta maaf bodoh jika kau membuat ku marah" ucap sunny. " Ayo, kau harus masuk lagi, aku tidak mau tau kau harus menghasilkan uang untuk ku malam ini" lanjut sunny sembari menarik paksa tangan Kyo.
"Tunggu.."
Ucapan joong Ki membuat sunny menghentikan perbuatan nya.
"Untuk apa kau menghentikan ku?"
"kau ingin uang??"
bukan nya menjawab Joong Ki malah bertanya kembali. bahkan ia saat ini sudah berada di hadapan sunny.
" kau bukan kah laki laki yang membawa Kyo keluar??"
"Memang benar aku yang membawanya keluar, apa itu bermasalah??"
"Tentu saja, kau telah membuat uang yang aku dapat kan hilang, lalu sekarang kau menawarkan ku uang, apa menurut mu aku percaya" ucap sunny dengan nada mengejek.
"Aku tidak menyuruhmu percaya padaku, tapi aku bisa memberimu uang jauh lebih banyak dari pada uang yang kau dapatkan tadi" ucap Joong Ki dingin di akhiri senyuman sinis. "Tapi dengan satu syarat aku ingin kau memberikan dia untuk ku" lanjut Joong Ki sembari melirik sekilas Kyo dengan tatapan dingin nya.
"Tuan apa maksud mu??" Tanya Kyo tak habis pikir dengan ucapan nya.
sunny melihat Kyo sekilas sebelum akhirnya menyetujui nya,"Baiklah aku terima tawaranmu, lagi pula aku juga tidak membutuhkan nya".
"Tapi satu hal yang perlu kau ingat, kau tidak boleh menemuinya atau pun meminta sesuatu pada nya lagi" ucap Joong Ki memberi peringatan sunny.
sunny melihat cek yang telah di berikan Joong Ki barusan sebelum akhirnya nya ia tersenyum puas, "aku mengerti"
"eomma.." lirih Kyo sembari memegang tangan sunny. sedangkan sunny ia masih tampak melihat cek yang ia pegang.
"Eomma, kau benar-benar melakukan ini padaku??" Tanya Kyo." Eomma, ku mohon jangan lakukan ini padaku, aku sangat sangat menyayangimu, aku masih ingin bersama mu" lanjut Kyo.
"Lepaskan aku" ucap sunny menepis tangan Kyo. "pergilah aku tak membutuhkan mu" lanjut sunny sebelum akhirnya ia melenggang pergi meninggalkan Kyo dan juga Joong Ki.
Di tempat lain ji Hyun nampak gelisah, pasal nya Kyo belum ada datang untuk menjemput min Jun. bukan karna min Jun merepotkan nya tapi karna nam ji Hyun takut jika terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap sahabat nya.
ji Hyun tadi sempat menjemput Kyo di caffe tempat dia bekerja namun ia tidak ada di sana. bahkan teman kerja nya bilang jika Kyo tidak masuk kerja. dan juga saat ji Hyun datang ke rumah nya, Kyo pun sepertinya tidak ada di rumah.
Tut.. Tut.. Tut..
Tut..Tut..Tut ..
Entah ke berapa kali nya ji Hyun menelpon kyo, namun tak ada jawaban sama sekali. yang malah semakin membuat ji Hyun khawatir.
"Tidak bisakah kau diam" Ucap Kyung so yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
ji Hyun pun menghentikan aksi mondar mandir nya lalu menatap suaminya datar dari atas sampai bawah.
"lebih baik tidur lah dari pada mondar mandir"
"Bagaimana mungkin bisa" ucap ji Hyun lalu mendaratkan tubuh nya di kursi yang berada di depan nya.
"Tinggal tidur apa susah nya" Ucap kyung so sembari mengambil pakaian di dalam almari.
"ish kau ini" gerutu ji Hyun.
"kenapa?? " Kyung so yang memang mendengar gerutu ji Hyun pun bertanya namun ia melakukan itu Sembari mengenakan pakaian yang ia ambil barusan.
"Bukan urusan mu" jawab ji Hyun datar.
"Terserah kau saja" ucap kyung so sebelum akhirnya ia mendaratkan tubuh nya di ranjang.
" Suami ku yang tampan dan baik hati " Entah apa yang ji Hyun rencanakan tiba tiba ia memuji suami nya.
kyung so hanya menanggapi pujian ji Hyun dengan deheman sembari fokus ke ponsel yang ia pegang.
"kau tampak tampan malam ini" ucap ji Hyun lalu ia mendekat ke arah kyung so
"Kau baru tau kalau aku tampan nona??" tanya Kyung so saat ji Hyun telah duduk di samping nya. bahkan kyung so telah menaruh ponsel nya di atas nakas.
uwe..
ji Hyun memalingkan wajah nya ke arah lain sebelum akhirnya ia menjulurkan lidah nya seperti orang yang sedang memuntahkan sesuatu.
"Ya, aku baru menyadari nya tuan do" Ucap ji Hyun sebelum akhirnya ia mengalungkan kedua lengan nya pada leher suami nya.
"Kau mau apa?? "Tanya kyung so kaget. "apa kau akan melakukan pelecehan seksual?? oh tidak.. pergilah menjauh dari ku stupid" cerocos kyung so sembari menepis kasar tangan ji Hyun.
"Argh, kau ini.." geram ji Hyun setelah tangan nya tak mengalung di leher suaminya lagi.
"Kau gila??"
"kenapa??" tanya ji hyun sebelum akhirnya ia menjauhkan sedikit badan nya dari Kyung so.
"Kau menginginkan nya??" tanya Kyung so.
"menginginkan apa??" tanya balik ji Hyun. "Oh kau benar-benar tidak waras tuan do" lanjut ji Hyun saat menyadari suaminya berfikir yang tidak tidak.
"kau yang tidak waras"
ji Hyun menghela nafas, " ayo lah temani aku mencari Kyo lagi".
"ini sudah malam, jika kau ingin mencari nya cari lah sendiri tak usah mengajak ku" ucap kyung so sebelum akhirnya membaringkan tubuh nya di kasur. yang tentu saja membuat ji Hyun harus bergeser.
"Arg, sudah lah percuma meminta bantuan mu" gerutu ji hyun lalu ia ikut membaringkan tubuh nya di ranjang.
ji hyun menatap min Jun yang tengah terlelap dalam mimpi nya. dengan lembut ji hyun mengelus pipi min Jun.
"kau tau sayang eomma mu terlalu kuat untuk menghadapi kenyataan yang pahit, dia adalah wanita hebat" Ucap ji hyun, berharap min Jun mendengarkan apa yang ia katakan. "Tapi eomma mu selalu saja tersenyum untuk menutupi luka, kau beruntung sayang mempunyai eomma seperti nya" lanjut ji hyun lalu mencium pipi chubby milik min Jun.
#Thank you very much:)