Di i********: @kkezzgw aku akan kasih liat tempat-tempat yang Lucas-Kiara kunjungin, makanan, dsbnya ya. Jadi ayo yg mau liat juga, follow i********: @kkezzgw.
---
"Each meeting occurs at the precise moment for which it was meant. Usually, when it will have the greatest impact on our lives."
― Nadia Scrieva
---------------------------
Suara tepuk tangan kembali memenuhi ruang rapat ketika Lucas selesai mempresentasikan proyek terbaru Halstein Industries pada Rapat Umum Pemegang Saham siang itu.
Para pemegang saham dan wajah - wajah penting dalam Halstein Group tampak puas dengan ide - ide jenius Lucas. Dalam urusan bisnis Lucas tidak pernah mengecewakan siapapun.
Setelah rapat, Thomas menghampiri Lucas dan menceritakan rencana pernikahan kontrak itu. Lucas tercengang tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, "Apa kau mendengar betapa konyolnya apa yang baru saja kau katakan?"
Thomas yang sejak tadi memunggungi anaknya kini menatap kedua bola mata Lucas. "Calon ayah mertuamu khawatir kau akan menyakiti putrinya, jadi dia terpaksa melakukan ini. Tenang saja, istri palsumu hanya sampai Anniversary Party."
Lucas menghembuskan nafasnya dengan berat. Thomas tahu kelemahannya, yaitu ambisi besarnya untuk melakukan apapun demi yang dia inginkan. "Jadi maksudmu...akan ada dua wanita yang menjadi istriku. Begitu?"
"Seperti yang kubilang, pernikahanmu dengan wanita pertama hanya sementara sampai Anniversary Party Halstein Group. Dia yang akan membantumu menjadi pribadi dan suami yang baik bagi mempelai aslimu."
Lucas mengumpat keras. "Kenapa kau harus membawa gadis pertama dalam kehidupanku? Kenapa tidak langsung menikahkanku dengan yang kedua?"
"Aku tidak akan membiarkan kolega besar kita pergi karena ulahmu, Lucas. Pernikahan pertamamu hanya secara hukum, karena itu anggap saja pernikahan pertama sebagai training kehidupan pernikahan. Karena aku yakin kau tidak akan mendengarkan perempuan itu jika dia hanyalah asisten rumah tangga. Ini memang sangat konyol, tapi harus kita lakukan karena aku dan calon mertuamu benar-benar tidak mau mengambil resiko kau menyakiti calon istrimu yang sebenarnya. Kau menyakitinya sama saja kita akan kehilangan kolega penting."
"Aku pasti gila karena menyetujui semua ini," umpat Lucas merasa sangat konyol.
"Malam ini datang ke rumah, aku akan mengenalkanmu dengan wanita yang akan membantuimu itu,"
Lucas berdecak mendengarnya, "Baiklah, terserah kau mau melakukan apa." ujar Lucas sebelum pergi meninggalkan ayahnya.
***
Kiara melangkah masuk ke dalam keluarga Halstein setelah mendapat perintah dari Thomas Halstein. Ia masih sedikit linglung setelah menemukan fakta bahwa tunggakan uang kuliahnya sudah terbayar lunas, dan bahkan sudah terbayar hingga ia lulus nanti oleh Thomas Halstein.
"Hari ini kau akan bertemu Lucas."
Maka disinilah dia.
Seorang pelayan mendekatinya lalu membungkuk hormat. "Selamat datang, Nona. Tuan dan Nyonya Halstein sudah menunggu anda di ruang makan."
***
Saat Kiara tiba di ruang makan, semua mata tertuju padanya. Thomas Halstein duduk di ujung meja dengan istri dan anak-anaknya duduk di sisinya dengan muka tercengang.
"Selamat datang, Kiara."
"Oh, kau nona yang.....? Tatiana kebingungan sekaligus penasaran melihat Kiara disini, ia melirik Zachary yang juga tampak mengenali Kiara. Kiara tersenyum pada mereka, yang dibalas dengan senyuman ramah yang sama.
Thomas tersenyum misterius. "Kita tunggu kedatangan Lucas sebelum aku mengumumkannya. Duduklah, Kiara."
Kiara tak tahu harus berbuat apa selain mengikuti dan mengiyakan permintaan itu. Dan disinilah dia, menunggu calon suaminya yang sepertinya tidak bersahabat sendirian di ruangan dingin yang membuat suasana semakin tak terkendali. Ia pun duduk di samping Tatiana yang tersenyum ramah padanya.
Keluarga Halstein menikmati makan pagi mereka dengan hangat. Suasana itu masih terasa dengan jelas sampai seorang pria datang dengan segala kesempurnaan fisiknya. Suasana pun berubah kaku dan dingin saat Raja Es duduk disana.
"Lucas, akhirnya kau datang."
Kiara benar-benar ingin bumi menelannya saat ini karena pria ini adalah pria yang ia hajar di klub malam waktu itu! Astaga, kenapa dunia sempit sekali?
Dengan ekspresi datar tak bernyawa, Lucas hanya melirik ayahnya sebelum duduk. Lucas mengamati orang asing yang ada disana namun tidak mau mengambil pusing. "Ada apa kau memanggilku kesini?"
Thomas meletakan alat makannya di piring lalu menatap setiap wajah yang ada disana seraya tersenyum menakutkan. Matanya kini tertuju pada Kiara. "Baiklah, karena Lucas sudah datang, aku ingin mengumumkan sesuatu. Semuanya, wanita ini adalah Kiara. Dia yang akan menjadi istri kontrak Lucas sampai Anniversary Party Halstein Group,"
Semua yang ada di meja shock mendengar pengumuman dari Thomas Halstein, mereka reflek menatap Kiara dan Lucas bergantian.
Lucas memperhatikan gadis yang duduk di hadapannya dengan sinis. "Jadi kau yang akan menjadi istri palsuku?" ujar Lucas akhirnya seraya tertawa meremehkan, "Well, kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik selama tiga bulan ini,"
"Pria ini benar-benar mencari mati denganku!" batin Kiara menyuarakan kekesalannya sambil berusaha mengontrol emosinya yang siap meledak – ledak. Sekalipun ia gugup setiap berdekatan dengan pria ini, namun sifat keras kepalanya—yang kebetulan setara dengan Lucas—terlihat begitu saja.
"Tentu saja, Mr. Halstein. Karena kita sama-sama membutuhkan dalam situasi ini, jadi aku harap anda bersikap profesional dan mengikuti saranku mengenai apa yang biasa dilakukan pasangan berumah tangga."
Lucas menyeringai dingin, "Kau ahli pernikahan atau apa? Atau kau sering melakukan ini demi uang, Nona Kiara?"
Cukup sudah! Kesabaranku sudah habis! Kiara menghembuskan nafas beratnya, emosi yang tertahan sejak awal mereka bertemu kini siap meledak sepenuhnya tanpa bisa di kontrol.
BRAK!
Kiara menggebrak meja makan hingga seluruh keluarga Halstein menoleh kaget. Dengan tangan mengepal sempurna, Kiara melirik Lucas jengkel, "Tuan Lucas Halstein yang terhormat, jangan bertingkah seperti kau ini orang paling penting di muka bumi!"
Aura mencekam langsung terasa di seluruh penjuru rumah, dan untuk kesekian kalinya keluarga Halstein harus mengalami shock sekilas melihat aksi Kiara yang membentak dan mendebat seorang Lucas Halstein.
"Kau kira aku yang memohon pada ayahmu untuk dinikahkan denganmu? Jangan pernah berpikir apalagi berharap hal itu akan terjadi! Jika kau tidak terima dengan pernikahan ini, kau kira aku menerimanya dengan sukarela? Kau kira aku mau membantu seorang pria dengan tingkat keangkuhan memprihatinkan sepertimu?"
Wajah Lucas terlihat shock melihat seseorang berani melakukan hal ini padanya. Ia tak sanggup menjawab ataupun mendebat Kiara yang kini masih menatapnya dengan tatapan—jengkel. Ini pertama kalinya dalam sejarah seorang Lucas Halstein diperlakukan serendah ini oleh seseorang. "A-apa kau bilang?"
"Cukup!" Thomas memecah ketegangan di ruangan itu, "Aku hanya ingin makan dengan tenang. Lucas, Kiara, seperti yang kalian sudah tahu, kalian akan menikah secara kontrak. Aku sudah menjelaskan kepada kalian berdua, jadi bekerja samalah agar tujuan kita semua sama-sama tercapai dalam tiga bulan ini. Dalam dua minggu ke depan, kita akan pergi ke Las Vegas karena disana sangat mudah menikah kontrak seperti ini. Mengerti?"
Kali ini mata Lucas menatap Thomas dengan enggan, sejujurnya ia malu mengakui ini semua, namun ia sadar gadis ini sungguh mematikan. Sampai akhirnya Lucas kembali memperhatikan Kiara dan matanya membulat mengenali gadis ini.
"K-kau...dia gadis yang mengamuk di kantor waktu itu 'kan?"
Kini Thomas melempar senyum penuh kemenangan kearah Lucas, "Sekarang, kau pasti sudah tahu kan mengapa aku memintanya untuk menjadi istri palsumu, bukan?"
"Kau pasti sudah gila menikahiku dengan perempuan bar-bar ini!"
Kiara tidak banyak bicara dan hanya tersenyum semanis bisa ular, "Apa kau ingin kuhajar juga sama seperti ayahmu?"
Lucas segera bangkit dari duduknya, "Kalian kumpulan orang aneh, lebih baik aku segera pergi dari sini sebelum aku ikut gila!" tandasnya sebelum berjalan meninggalkan ruang makan.
"Apa tidak ada cara lain agar aku bisa membayar tuntutan ayahku?" tanya Kiara setengah pasrah dan emosi setelah Lucas pergi.
Thomas melirik kearah Kiara yang menatapnya datar. Gadis itu jelas terlihat sedang menahan emosinya yang siap meledak-ledak karena harga dirinya terasa diinjak – injak oleh anak sulungnya itu.
Hal ini membuat Thomas semakin yakin harus menumbalkan Kiara menjadi istri sementara Lucas. " Kau lihat sikapnya tadi. Jika aku langsung menikahkannya dengan calon kolegaku, bisnisku bisa hancur."
"Bagaimana caranya aku membuatnya menjadi suami yang baik untuk istrinya kelak? Dengan memukulinya, begitu?"
Thomas bersedekap tak peduli, "Buat dia menjadi suami yang baik untuk calon istrinya atau bersiaplah melihat ayahmu ku jebloskan ke dalam penjara"
Kiara menghela nafasnya dengan berat. Ia yakin hidupnya akan semakin rumit dan berliku karena menikah dengan raja es bernama Lucas Halstein.
TO BE CONTINUE