Di i********: @kkezzgw aku akan kasih liat tempat-tempat yang Lucas-Kiara kunjungin, makanan, dsbnya ya. Jadi ayo yg mau liat juga, follow i********: @kkezzgw.
---
"The desire to reach for the stars is ambitious. The desire to reach hearts is wise."
― Maya Angelou
----------------------------------
"Berhentilah menekuk wajahmu seperti itu! Ayo bersenang – senang!"
Lucas menepis tangan Damien yang merangkul bahunya kasar, "Diamlah, kau tidak tahu penderitaanku akan pernikahan sialan itu," ujar membuat keempat pria tampan di ruangan itu tertawa keras.
"Jadi kau benar – benar akan menikah? Bukan hanya sekali, tapi dua kali? Dan pernikahan pertamamu hanya pernikahan kontrak? Drama apa yang sedang kau mainkan Lucas?" ledek Raphael menahan tawa.
Teman – teman Lucas cukup terkejut mendengar kabar pernikahannya, terlebih yang akan menikah adalah seorang Lucas Halstein yang terkenal benci komitmen dan bersikap dingin kepada siapapun. Dan ide pernikahan yang dilontarkan oleh ayah teman mereka sontak menjadi bahan candaan yang empuk.
"Tapi aku senang mendengarnya," kata Eric dengan wajah tenang yang membuat mood Lucas semakin buruk, "Diam kau! Kau seharusnya membantuku menyelesaikan permasalahan konyol ini, bukan mendukungnya!" cerca Lucas tajam.
"Dan...apa kau sudah bertemu dengan calon istri pertamamu?"
Pertanyaan Xavier membuat Lucas bungkam, raut wajahnya seketika berubah tegang dan rahangnya mengeras, bayangan kejadian tadi pagi masih terekam jelas di benak Lucas, bahkan setiap perkataan gadis itu masih ia ingat dengan baik.
Teman – teman Lucas menyalah artikan perubahan itu dan mulai menggodanya, "Ah, pasti dia sangat cantik dan seksi! Kalau seperti itu, jangan berpura – pura menolaknya!"
Sontak ucapan gamblang Xavier membuat semuanya tertawa. Namun hal itu ditanggapi Lucas dengan lemparan gelas wine miliknya ke tembok.
"Wanita bar bar itu tidak cantik apalagi seksi! Jika kau tahu dia seperti apa, kau pasti menyesal pernah mengucapkan dua kata itu untuk mendeskripsikan gadis itu,"
Ketiganya saling bertatapan bingung, sedangkan Raphael mulai sibuk dengan dunianya sendiri bersama wanita malam yang sejak tadi berada di pangkuannya, "Melihat reaksimu, sepertinya gadis itu menakutkan namun mengagumkan, benar 'kan?"
Lucas hanya membuang nafasnya kasar sambil menyandarkan punggungnya ke sofa, " Gadis itu benar – benar bukan tipeku. Maksudku, kalau pernikahan pertama hanya pura-pura, setidaknya berikan aku kesenangan dengan memberiku gadis yang cantik."
"Memang siapa namanya?"
"Kiara."
Damien kemudian melirik Lucas dengan tatapan menggoda, "Kedua pernikahan itu akan mengurungmu, sudah pasti itu."
Lucas tersenyum miring mendengarnya, "Kedua calon istriku memiliki ambisi sendiri kenapa mau menikah denganku. Well, apa lagi yang bisa kulakukan selain pasrah demi jabatan ini?" Kini ketiganya hanya bisa terdiam memandangi Lucas yang dengan santainya kembali meminum wine dalam gelasnya.
**
Kiara mengusap jemari kaku ayahnya dengan lembut, ia bermaksud mengucapkan salam. Ia bisa membayangkan apa yang akan orangtuanya katakan tentang pernikahan ini, pernikahan yang akan membuatnya tersiksa. Namun apa lagi yang bisa ia lakukan? Ia tak mau ayahnya membusuk di penjara selama sisa hidupnya dalam keadaan koma.
Kiara menguatkan hatinya, ia yakin ia bisa menghadapi Lucas dengan baik. "Ma, pa, kalian tenang saja...aku akan bertahan dalam pernikahan ini, ini hanya sementara, kalian tidak perlu cemas. Kalian tahu 'kan aku bisa melumpuhkan mangsa dalam sekejap?"
Lalu Kiara pun memeluk tubuh kaku ayahnya dengan mata yang sudah basah, ia tidak tahu harus berekspresi apa selain menangisi takdirnya yang membingungkan ini. Kiara sejujurnya tidak pernah berpikir untuk menikah, apalagi menikah dengan cara seperti ini meskipun hanya kontrak? Benar-benar sangat bodoh dan konyol.
Tiba – tiba semangatnya untuk membuat Lucas menjadi baik berkobar – kobar dalam hati Kiara.
"Aku bersumpah akan membuat Lucas Halstein menjadi suami terbaik sepanjang masa, menyelesaikan pekerjaan ini sebaik mungkin agar papa bisa terbebas selamanya dari masalah ini."
Kiara Roxanne sudah bertekad melakukannya dan badai topan sekalipun tidak akan menghalanginya. Ia akan membuktikan pada Thomas bahwa ia bisa membayar tuntutan itu dengan sebaik – baiknya.