Suasana di kamar tidur utama itu kini sangat berbeda. Udara terasa panas dan penuh dengan hasrat yang tertahan lama. Damian tidak melepaskan pelukannya. Matanya yang biasanya dingin kini tampak gelap dan berkaca-kaca oleh api cinta.
"Sayang... kamu milikku... cuma milikku..." bisik Damian parau, jari-jarinya yang besar dengan lembut membuka resleting gaun tidur Aryana.
Aryana hanya bisa mendesis halus, kepalanya terasa ringan, seluruh tubuhnya lemas di tangan suaminya. "Damian... a-aku takut..." gumamnya polos meski matanya menatap penuh rindu.
"Jangan takut... aku akan pelan-pelan... aku janji..." Damian menunduk kembali mengecup bibir istrinya, kali ini lebih dalam, lebih mendesak.
Tangan kekar Damian mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh yang mulus. Sentuhan itu membuat Aryana merinding bukan karena dingin, tapi karena sensasi nikmat yang luar biasa. Damian mencium leher, lalu turun ke bahu putih yang bersih, meninggalkan bekas-bekas cinta yang menandakan kepemilikan.
"Mmm... Mas... ah..." erangan halus terus keluar dari bibir mungil Aryana. Malam itu, mereka benar-benar menjadi satu. Cinta mereka bersatu dalam kehangatan yang membara, melupakan segala perbedaan dan kedinginan di masa lalu. Hanya ada mereka berdua, detak jantung yang seirama, dan cinta yang tak terbatas. kini mereka menikmati indahnya malam pertama setalah tertunda karena kedinginan sifat masing-masing, dan mereka pun sangat menikmati malam dengan penuh hasrat dan nafsu yang sudah lama dipendam, dengan kegairahan Demian semakin panas terhadap Aryana, tangannya mulai kasar mebuka baju Aryana, pelan pelan mas ucap Aryana ke Demian, iya sayangku ucap Demian ke Aryana, tangan Demian yang kekar kini mulai meraba-raba kepaha Aryana membuat sentuhan lembut dipaha Aryana sehingga Aryana mendesah
Ah ' ah ' ah mas kamu membuat ku nyaman sekali ucap Aryana dengan suara serak mendesah ditelinga Demian sehingga membuat Demian semakin bersemangat dan sangat b*******h dan sangat ingin sekali menikmati kenikmatan miliknya Aryana, Aryana yang sudah tidak tahan lagi dengan sentuhan sentuhan lembut Demian kini semakin liar tangan Aryana mulai meraba raba kebawah dan perlahan membuka kancing celana Demian dan menyentuh pangkal paha Demian sehingga membuat Demian mendesah
ah... ah.. ah..sayang nikmati sekali sentuhan mu, ucap Demian kepada Aryana, apakah kamu tidak mau menikmati aku lebih jauh mas bisik manja pelan Aryana ke telinga Demian.
Demian yang mendengar itu langsung menyambar bibir Aryana dengan ganas dan sambil meremas gunung kembar Aryana sehingga membuat Aryana tak tahan lagi, kini mereka b******u dengan mesra di atas ranjang tanpa sehelai benang pun dibadan mereka.
Aryana yang merasa kenikmatan nya sudah disentuh oleh Demian, teruskan mas ucap Aryana lirih sambil mendesah Demian yang mendengar itu semakin bersemangat dan doorrrrrrr kedua kenikmatan itu pun menyatu membuat dua sejoli larut dalam cinta yang hangat ditemani keringat bercucuran akibat panasnya gairah cinta mereka, Aryana dan Demian menikmati setiap detik malam itu dengan gemuruh nya hujan dan petir menemani mereka menjalin cinta yang begitu hangatnya sampe mereka lelah dan ketiduran saling peluk tanpa busana apapun.
Lanjut besok ya guysss
Mimin istrahat dulu
semoga kalian senang Dengan ceritanya dan jangan lupa like komen subscribe nya🙏😊😊😊
selamat membaca dan istirahat