Dari balkon rumah, Aisyah memandang langit kelam yang tiada berbintang dan bulan entah bersembunyi di mana.
Gadis berdarah Minang itu terpikir tentang Rania. Ia menyatukan potongan-potongan perkataan Rania waktu itu tentang Rania harus mendapatkan segala yang ia inginkan dengan perkataan sahabat dari Samuel itu tadi.
Pikir Aisyah kini apakah ia memberi tahu saja soal Rania pada Samuel dan keluarga sang suami?
Di tengah-tengah ia bergelut dengan pikirannya, Amar yang tak sengaja melihat Aisyah berdiri di balkon rumah, menghampiri wanita yang masih dicintainya itu.
"Aisyah ...," sapa Amar.
Gadis berdarah Minang itu menoleh, lalu mengangguk sambil tersenyum menyapa Amar.
"Kenapa belum tidur?" tanya Amar kemudian. "Angin malam itu enggak bagus."
Aisyah mengangguk. Lalu, ia pamit d