TENTARA LANGIT ZUKHO EPISODE 6
Tangkapan besar. Para Yuja Ariel itu salah mengira. Mereka berpikir bahwa pemuda yang berasama Nona Lin adalah hadiah untuk saudara tertua—pemimpin dari para Yuja Ariel.
“Nona Lin, ketua pasti sangat bangga padamu. Lama tidak kembali, sekalinya kembali membawa hadiah yang luar biasa. Nona Lin, kamu memang pandai mengambil hati ketua,” puji salah satu dari mereka.
“Chuchu, kamu salah paham. Pemuda ini ...,” ujar Nona Lin terjeda.
Ia ragu hendak mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa pemuda yang bersamanya adalah orang yang dia anggap sebagai kekasih, bukan merupakan hadiah untuk ketua mereka yang tidak lain adalah kakaknya sendiri. Namun, ia juga enggan berbohong agar membenarkan anggapan mereka. Benar-benar sudah terlambat untuk melarikan diri.
Nona Lin adalah saudara dari pemimpin Yuja Ariel. Namun, ilmu sihirnya sangat rendah, ia bahkan Yuja Ariel paling lemah di antara mereka. Tidak mengganggu manusia dan jarang tinggal di gua, melainkan lebih senang membaur dengan manusia. Jika bukan merupakan adik kesayangan pemimpin dari mereka, ia pasti sudah dihukum, atau dihisap nyawanya sehingga tidak dapat reinkarnasi.
Melihat Nona Lin begitu sulit menjelaskan kepada mereka. Makhluk setengah dewa itu angkat bicara. Terang-terangan ia mengakui datang dengan sukarela karena ingin meminang Nona Lin di hadapan kakanya. Hal itu tentu mengejutkan semua Yuja yang berada di sana, termasuk Nona Lin sendiri.
“Nona Lin benar. Anda semua salah paham. Aku Erion, hari ini datang dengan sukarela karena hendak meminang Nona Lin,” terang Erion.
Mendengar pernyataan makhluk setengah dewa itu, Nona Lin senang bukan main, sementara yang lainnya begitu terkejut. Tidak boleh ada hubungan perasaan antara Yuja selain dari sesama Yuja. Jika sampai ketua mereka tahu hal tersebut, sekalipun Nona Lin adalah adiknya, bukan berarti akan direstui. Terlebih lagi, pemuda itu sangat tampan, pasti ketua juga akan sangat tertarik.
“Nona Lin, kalian benar-benar cari mati rupanya. Kita bangsa Yuja Ariel memangsa pria tampan bukan menikahi pria tampan,” ungkap Chuchu memperingati keduanya.
Chuchu memerintahkan semua Yuja Ariel yang ada di tempat itu untuk menangkap Erion dan Nona Lin. Keributan disertai perkelahian pun pecah. Erion sebenarnya bisa dengan mudah membumi hanguskan mereka. Hanya saja, tiba-tiba Chuchu menjadikan Nona Lin sebagai sandera. Membuat Erion terpaksa menyerah.
Itu tidak lain hanyalah setrategi makhluk setengah dewa tersebut. Ia sengaja menyerah bukan karena khawatir kepada Nona Lin, melainkan agar ia dibawa ke sarang mereka yang sebenarnya, lalu bertemu dengan pemimpin Yuja Ariel.
Keduanya dikurung pada sel yang sama agar mempermudah penjagaan. Melihat dari cara pemuda itu melawan ratusan Yuja Ariel, Chuchu yakin ia bukan manusia biasa. Hal yang luput dari pengamatan Nona Lin yang terlalu terbuai dan mengaguminya.
Meninggalkan keduanya, Chuchu menemui pemimpin Yuja Ariel dan menceritakan tentang penangkapan tersebut. Alih-alih geram maupun terpancing dengan hasutannya, pemimpin Yuja Ariel itu justru tertawa lepas mendengar sang adik akan menikah dengan manusia.
Ia meminta Chuchu untuk membawa keduanya ke hadapannya saat itu juga. Perintah sang pemimpin langsung dijalankan. Erion dan Nona Lin diseret dari penjara, dibawa ke aula tempat pemimpin Yuja Ariel duduk di atas singgasananya.
Begitu sampai di hadapan pemimpin Yuja Ariel, Nona Lin berlutut kepada sang kakak, tetapi Erion menolak untuk melakukan hal yang sama. Saat hendak dipukul oleh seorang penjaga, pemimpin Yuja Ariel mencegah. Ia membiarkan sikap tidak hormat pemuda itu terhadap dirinya.
“Tuan Erion, aku dengar kamu berniat untuk meminang adikku?” tanya pemimpin Yuja kepada makhluk setengah dewa di hadapannya.
“Betul sekali,” jawab Erion.
“Apakah kamu bahwa Yuja dan manusia tidak boleh menikah? Kecuali jika kamu bersedia menjadi Yuja. Bagaimana?” tanya pemimpin Yuja Ariel.
Erion terdiam. Perasaannya kepada wanita di sampingnya tidak lebih dari ingin memanfaatkan wanita tersebut. Namun, mata itu berkaca-kaca, memancarkan ketulusan kepadanya. Sulit sekali memungkiri bah dirinya benar-benar menyesal telah menciptakan kesalahpahaman itu. Saat ini dia harus bertanggung jawab karena telah membuat Nona Lin jatuh cinta kepadanya.
“Tuan, asal kamu tahu. Kami Yuja Ariel sepanjang tahun menangkap para pria tampan dan mengurung mereka, lalu memangsanya saat musim bekawin telah tiba, apakah kamu pikir Nona Lin berbeda dari kami?” sela Chuchu mencoba menggoyahkan pikiran Erion. Yuja itu diam-diam iri kepada Nona Lin karena akan dinikahi manusia yang sangat tampan.
“Chuchu!” seru Nona Lin. “Tuan Erion, yang dikatakan Chuchu memang benar, tapi tidak semuanya benar. Meski lahir sebagai Yuja, aku pergi ke kuil dan makan buah-buahan. Aku tidak pernah menangkap satu pria pun, sehingga dianggap bodoh oleh mereka. Bahkan, saat kakakku memberikan seorang pujangga pada masa berkawin, aku selalu melepaskan pria itu dan berpura-pura telah memangsanya,” ungkap Nona Lin. Ia tahu betul pengakuannya itu sama sekali tidak akan bisa menyelamatkannya dari hukuman sang kakak. Ia justru membuat sang kakak murka.
“Adik!” seru pemimpin Yuja Ariel. “Jadi, selama ribuan tahun kamu telah membohongiku? Membohongi kami semua, ha!”
“Kakak, maafkan aku!”
Pemimpin Yuja Ariel itu murka. Dengan sekejap tiba-tiba telah berada tepat di hadapan adiknya, mencengkeram leher gadis tersebut, lalu mengangkatnya, hingga Nona Lin terlihat begitu kesakitan. Tak cukup sampai di situ. Pemimpin Yuja Ariel hendak menghisap habis kekuatan beserta nyawa Nona Lin agar mati dan tidak dapat reinkarnasi.
Melihat hal tersebut, Erion menjadi terpancing emosi. Sungguh kakak yang tidak memiliki hati nurani terhadap saudari sendiri. Makhluk setengah dewa itu menampakkan wujud aslinya. Ia semakin tampan, gagah, dan bercahaya dengan seragam kebesarannya. Murid pertama Perguruan Tentara Langit.
Para Yuja Ariel berkumpul, mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyerang Erion. Sedangakan Nona Lin lunglai setelah sang kakak membantingnya hingga menghantam dinding gua. Namun, matanya tetap terbuka dengan jelas menyaksikan pemuda yang begitu ia cintai berubah menjadi makhluk setengah dewa.
Kabar murid Perguruan Kaki Tentara Langit menemukan sarang Yuja Ariel telah sampai ke kahyangan sehari sebelum ia ditangkap. Sinyal bantuan yang dikirimnya membuat Jeenderal Langit mengutus ribuan pasukan untuk mengepung sarang Yuja tersebut.
Perang antara tentara langit dan para Yuja Ariel pun berlangsung. Yuja yang menolak bertobat terpaksa dibunuh dan tidak dapat reinkarnasi. Pun dengan pemimpin Yuja Ariel yang akhirnya tumbang oleh Erion di tengah peperangan.
Permintaan terakhir pemimpin Yuja Ariel sebelum lenyap adalah untuk menyelamatkan sang adik. Jika sampai sang adik terbunuh oleh tentara langit, maka tobatnya selama ribuan tahun akan sia-sia. Nona Lin sangat menyesali takdirnya karena dilahirkan sebagai Yuja. Setiap hari berbuat baik agar dapat mati dengan cara yang baik pula, sehingga dapat reinkarnasi.
Pemimpin Yuja Ariel telah berhasil dimusnahkan beserta para Yuja Ariel lainnya. Para pujangga yang berada dalam penjara juga dibebaskan. Namun, masih tersisa satu Yuja lagi, yaitu Nona Lin. Ia dilindungi oleh makhluk setengah dewa. Erion membawanya kabur tanpa sepengetahuan pasukan tentara langit. Sebuah pengkhianatan besar yang terpaksa dilakukan demi seorang Yuja seperti dirinya.
“Tuan, aku mohon berhenti!” pinta Nona Lin saat keduanya tengah berlari menjauh dari sarang Yuja Ariel, setelah peperangan berakhir. Kendati demikian, para tentara langit masih berada di tempat tersebut.
“Tidak, aku telah berjanji pada kakakmu dan akan kutepati,” jawab Erion yang masih berlari menggandeng tangan Nona Lin.
Nona Lin menghempaskan tangan pemuda itu, lalu menghentikan langkahnya. Ia menolak mengikuti makhluk setengah dewa itu lagi. Perkataan Erion rupanya begitu menyinggung perasaannya. Ia menganggap alasan Erion menolongnya bukan karena rasa cinta, melainkan karena tanggung jawab. Tanggung jawab untuk memenuhi janji kepada pemimpin Yuja Ariel.
“Nona Lin, kenapa kamu begitu keras kepala, ayo kita bergegas!” hardik Erion yang mulai kesal dengan tingkah Yuja lemah itu.
“Jika alasan Tuan menolongku hanya karena ingin menepati janji pada kakakku, lebih baik aku tetap tinggal dan membiarkan tentara langit membunuhku,” jawab Nona Lin.
Erion terdiam. Ia mulai menyadari akan kekeliruannya. Perkataannya sebelumnya ternyata membuat gadis itu patah hati. Gadis itu membutuhkan alasan lain. Sesuatu yang sebenarnya ingin Erion ungkapkan, tetapi sulit untuk mengakuinya. Ia adalah makhluk setengah dewa tidak mungkin menyimpan perasaan untuk seorang Yuja.
“Kalaupun aku mengatakan hal yang ingin kamu dengar, aku takut pada akhirnya akan membuatmu kecewa. Aku bukan manusia, aku—“ ungkap Erion terjeda.
“Kalau begitu bunuh aku!” pinta Nona Lin.
“Apa?!”
Akhirnya, Nona Lin mengerti. Alasan mengapa Erion membuat alasan lain adalah karena keduanya tidak ditakdirkan untuk bersatu pada kehidupan yang sekarang. Namun, mengetahui pria yang dicintainya juga mencintainya, itu sudah cukup. Nona Lin tidak ingin menyulitkan makhluk setengah dewa itu dengan melakukan pengkhiatan terhadap tentara langit.
Alasan lainnya adalah jika ia terbunuh oleh s*****a tentara langit, ia tidak akan bisa reinkarnasi, sementara jika ia dibunuh oleh Erion, kesempatan untuk reinkarnasi tetap ada. Untuk itu Nona Lin memilih menyerahkan nyawanya di tangan orang yang dicintainya.
“Jika seorang Yuja bisa membunuh dirinya sendiri, akan kulakukan sejak lama, Tuan. Namun, aku telah menunggu hari ini tiba. Izinkan aku mati di tangan orang yang paling kucintai, aku mohon ... kabulkan permintaanku ...,” ungkap Nona Lin terisak.
Makhluk setengah dewa itu benar-benar dilema. Jika ia menyelamatkan Nona Lin, maka seumur hidup wanita itu akan tetap menjadi Yuja dan dia sendiri dianggap melakukan pengkhianatan terhadap tentara langit. Namun, keduanya masih bisa terus bertemu dan bersama meskipun menentang langit.
Akan tetapi, jika ia mengabulkan permohonan Nona Lin. Ia tidak akan dituduh melakukan pengkhianatan terhadap tentara langit dan Nona Lin bisa reinkarnasi kembali. Namun, itu artinya keduanya harus berpisah saat itu juga. Masalah lainnya adalah Erion tidak tega membunuh gadis yang sebenarnya ia juga memendam rasa untuk gadis tersebut. Sekalipun Nona Lin adalah seorang Yuja. Namun, Nona Lin sangat lemah dan selalu berbuat kebajikan, tidak separti Yuja lainnya.
“Asal Tuan mengakui perasaan Tuan terhadapku, aku tidak akan menyalahkan Tuan. Tuan, izinkan aku mendengarnya ...,” pinta Nona Lin.
Makhluk setengah dewa itu mendekap tubuh ringkih Nona Lin. Perasaan berat untuk berpisah semakin kentara.
“Nona Lin, kamu adalah wanita pertama yang memenangkan hatiku. Jika kita dipertemukan kembali pada kehidupan yang akan datang, aku ingin berada di sisimu dan tidak akan ragu untuk menyatakan perasaanku. Nona Lin ... aku mencintaimu ...,” ungkap Erion lirih.
Sembilu itu perlahan menusuk punggung wanita yang dicintainya. Perlahan-lahan, tubuh itu luruh. Cahaya kehidupan di mata yang indah telah meredup. Air mata mengalir dari sudut netra yang mulai terpejam.
“Nona Liiin ...!”
Keduanya benar-benar mengakhiri hubungan duniawi dengan cinta di hati masing-masing. Melepas seseorang dengan keadaan benci tentunya akan lebih mudah, tetapi melepaskan seseorang denga rasa cinta yang baru saja tumbuh, tentunya sulit dan menyakitkan.
Para tentara langit tiba. Erion meminta sedikit waktu untuk mengubur jasad Nona Lin layaknya manusia yang telah meninggal. Nona Lin meninggal bukan karena s*****a dari kahyangan, itu sebabnya jasadnya tidak musnah dan sukmanya dapat bereinkarnasi.
Keputusan Erion untuk membunuh seorang Yuja menggunakan s*****a bukan dari kahyangan pun akhirnya menjadi perdebatan. Bagaimana mungkin Yuja begitu istimewa sehingga mendapatkan kebaikan hati dari makhluk setengah dewa. Akhirnya, sebelum diizinkan kembali ke Perguruan Kaki Tentara Langit, ia dibawa ke pengadilan langit untuk diadili.
Pria seribu tahun—sang guru, mendengar murid pertamanya diadili. Ia memutuskan segera pergi ke pengadilan langit. Simpang siur mengenai muridnya itu harus segera diluruskan. Meski Erion telah berhasil menuntaskan ujian tingkat tujuh yang ia berikan. Namun, masih menyisakan satu masalah yang terbilang serius.
“Pengadilan langit memutuskan, Erion—murid dari Perguruan Kaki Langit, bersalah!”
“Tunggu!” sergah pria seribu tahun di tengah-tengah persidangan. “Maafkan atas kelancangan saya, Tuan Hakim. Erion pasti memiliki alasan yang tepat,” ujar sang guru.
“Guru Besar, murid Anda hanya diam selama persidangan. Ia tidak membantah sama sekali tuduahan yang diarahkan kepadanya,” jawab hakim.
“Tidak membantah bukan berarti menyetujui. Erion, bicaralah! Ini perintah guru kepada muridnya,” titah pria seribu tahun.
“Guru ...,” sahut Erion lirih.
Setelah diam dalam waktu yang lama. Tidak memberikan bantahan, pembelaan untuk dirinya sendiri, ataupun setuju dengan tuduhan yang ditujukan kepadanya. Akhirnya, ketaatannya kepada sang guru membuatnya membuka mulut.
“Langit memiliki mata, untuk apa meminta penjelasan dariku. Mulut ini mudah mengatakan dusta, tetapi mata langit tidak akan berdusta. Tuan Hakim, harap Anda melihat kaembali riwayat dua ribu tahun Nona Lin sebagai seorang Yuja, apakah ia pantas atau tidak pantas mendapatkan kebaikan hati dariku,” ungkap Erion.
Hakim memerintahkan para jaksa untuk melihat catatan langit mengenai Yuja Ariel—Nona Lin. Mereka tercengang ketika selama hampir dua ribu tahun hidup sebagai Yuja, Nona Lin tidak pernah melakukan karma buruk. Dengan kata lain dia tidak layak dimusnahkan dan keputusan Erion adalah tepat.
“Hahaha ... aku sudah menduga sebelumnya. Muridku, tidak akan pernah melakukan kekeliruan. Erion adalah salah satu murid terbaikku. Dia penuh pertimbangan dan berkal cerdas, mohon Tuan Hakim membebaskan!” pinta pria seribu tahun kepada hakim langit.
Akhirnya, nama Erion dibersihkan. Pengadilan langit meminta maaf kepada makhluk setengah dewa itu. Ia pun dan sang guru kembali ke perguruan. Dua murid telah menuntaskan ujian tingkat tujuh. Tersisa tiga lagi.
Di perjalanan kembali ke Perguruan Kaki Tentara Langit, guru dan murid tersebut singgah ke lembah keabadian. Erion bertanya-tanya maksud dan tujuan dari sang guru yang mengajakknya singgah di tempat ini. Konon, lembah ini merupakan tempat para Yuja yang ingin mencapai keabadian tapi meninggalkan karma buruk. Dikatakan Yuja tapi tak mencelakai manusia, dikatan setengah dewa mereka tidak juga diterima di kahyangan. Sementara mati untuk reinkarnasi adalah hal yang tidak mungkin karena mereka abadi.
“Guru?”
“Erion, Yuja yang kau bunuh itu tidak benar-benar mati.”
“Maksud, Guru?”
“Dia tak bisa mati, dia adalah mahkluk abadi.”
Nona Lin mungkin berhasil mengelabui dewa sekali pun tetapi tidak dengan pria sepuluh ribu tahun itu. Lugu, polos, lemah seolah ingin dilindungi—Nona Lin adalah Yuja Ariel abadi yang telah dua ribu tahun bersemayam di lembah keabadian ini. Saat ia bertemu Erion yang memiliki tempat tujuan yang sama, sebenarnya itu merupakan kunjungan rutinnya setiap tahun untuk menemui sang kakak guna mengajak bertobat dan bersama-sama tinggal di lembah keabadian. Tentang kematiannya, Nona Lin mungkin bersandiwara, tetapi mengenai tidak mencelakai orang adalah benar adanya.
Sebelum kembali ke Perguruan Kaki Tentara Langit, pria sepuluh ribu tahun itu sengaja memperlihatkan fakta mengenai Nona Lin agar di kemudian hari, Erion mantap menjadi tentara langit dan tidak dibayang-bayangi oleh rasa bersalah serta patah hati palsu. Tak dapat disembunyikan, sang guru memang mampu membaca isi hati dan isi pikiran siapa pun manusia, manusia setengah dewa seperti Erion, juga Yuja. Kecuali Zukho. Pria seputih salju itu adalah satu-satunya murid yang ia tak ketahui isi hati maupun pikirannya.
“Dia kembali ke tempat ini, Guru?”
“Iya. Sebentar lagi kau akan melihatnya. Tempat ini terlarang bagi manusia juga dewa, jadi jangan terlalu dekat apa lagi melanggar aturan langit,” pesan sang guru yang tak ingin Erion berbuat nekat.
Nona Lin adalah Yuja yang terlahir dari manik letusan gunung merapi bersama Yuja Ariel lainnya. Konon katanya manik gunung merapi adalah air mata gunung yang meletus. Dengan kekuatan roh dan iblis, maka ia diubah menjadi wujud Yuja dan kapan pun menyerupai manusia. Kemudian Yuja kecil itu telah tumbuh mengambil wujud sosok wanita cantik—Nona Lin.
Yuja yuja kecil itu tumbuh di bawah pemeliharaan Yuja sebelum mereka. Nona Lin adalah kesayangan dari Yuja Ariel tertua, bukan sang kakak yang diketahui justru menjadi pemimpin para Yuja Ariel. Mereka sebelum benar-benar dewasa dilarang turun gunung dengan alasan jika sampai tertangkap oleh pembasmi Yuja yaitu tentara langit, maka mereka akan binasa.
Di antara Yuja Ariel lainnya, Nona Lin lah yang paling memesona. Hanya orang munafik yang mengatakan tak jatuh hati padanya. Siapa yang menyangka bahwa sosok memesona itu merupakan Yuja yang mengerikan. Dia terlihat seperti peri, lemah lembut bagaikan dewi, sungguh keindahan yang sempurna.
Suatu hari, Nona Lin dengan rasa ingin tahunya telah melanggar peraturan untuk tidak turun gunung sebelum waktunya. Ia sangat ingin melihat dunia luar dan tak bisa lagi menunggu. Ia pun bertemu dengan berbagai macam manusia di tengah keramaian. Para pria tercengang melihat wanita secantik itu berjalan ceria seorang diri. Tanpa sengaja, ia berpapasan dengan seorang tuan muda hingga keduanya bertabrakan. Seperti pria lainnya, sang tuan muda pun jatuh hati pada Nona Lin.
Itulah, awal mula mengapa Yuja Ariel dikenal sebagai Yuja cantik yang merayu lalu memangsa para pria tampan. Semua bermula dari rasa sakit hati karena patah hati.
Teror Yuja Ariel sangat mengerikan pada masa itu. Ditandai dengan penampakan laba-laba berkepala manusia yaitu kepala wanita dengan rambut panjang terurai. Sebelumnya, ia berwujud wanita cantik yang sangat menggoda untuk merayu manusia yang selalu pria. Namun, meski berwujud manusia atau wanita yang sangat cantik bayangan dan pantulan dirinya di cermin maupun air tetaplah laba-laba. Caranya begitu kejam saat menghabisi mangsanya. Menghisap jiwa sang korban hingga tinggal tulang dan baju saja.
Yuja Ariel memiliki kecerdasan yang licik untuk memperdaya calon korban. Mereka melihat para manusia seperti serangga hingga tak segan berbuat kejam. Pria muda dan tampan adalah incaran mereka. Namun, Nona Lin tidaklah demikian. Pertemuannya dengan seorang pria muda yang merupakan tuan muda putra bangsawan nyaris berakhir di pelaminan. Akan tetapi, hubungan keduanya tidak disetujui oleh keluarga pria tersebut karena Nona Lin tidak memiliki asal usul yang tidak jelas.
Cinta yang sudah terlanjur dalam, sakit hati seorang Yuja juga sakit hati bagi semua Yuja. Hari itu, para Yuja Ariel datang melakukan p*********n di hari pernikahan sang tuan muda dengan putri bangsawan. Bahkan, beberapa mereka berubah menjadi laba-laba api dan melahap habis satu kota. Sejak kekacauan itu, Yuja Ariel adalah yang paling diburu oleh tentara langit karena sangat meresahkan. Keberadaan Yuja Ariel saat ini sudah sangat langka dan yang terakhir adalah sarang mereka telah dimusnahkan oleh Erion dan para tentara langit.
Terdengar suara kecapi yang merdu dari arah lembah ke abadian, seperti kata pria sepuluh ribu tahun bahwa Erion akan melihat Nona Lin di tempat itu. Kini, Nona Lin adalah satu-satunya Yuja ariel yang tersisa di bumi ini dan memilih tetap tinggal di lembah keabadian.
“Guru, bukankah itu berarti Nona Lin pernah mencelakai manusia?”
“Iya. Pria yang hendak menikahinya itulah mangsa pertama dan terakhirnya yang membuat ia seumur hidup dalam penyesalan. Itu sebabnya ia memilih menjadi mahkluk abadi agar merenungi kesalahannya itu.”
“Apakah hanya karena pria itu, Guru?”
“Bukan itu yang terbesar, tetapi ia beranggapan sebagai penyebab semua Yuja Ariel menjadi dendam terhadap pria.”
Legenda mengatakan bahwa seorang pria tengah beristirahat di kaki air terjun. Tiba-tiba kakinyadiikat dengan jaring laba-laba dan ditarik ke dalam air. Mereka tinggal di hulu sungai, hutan, dan gua. Namun, kini teror itu telah berakhir. Erion telah lulus dan kembali ke Perguruan Kaki Tentara Langit dan siap untuk menjadi tentara langit membasmi semua Yuja.
Tempat ini, akan selalu ia ingat dan wanita yang memainkan kecapi dengan merdu itu adalah Yuja yang telah berhasil meluluhkan hatinya. Akan tetapi, Erion adalah calon tentara langit yang telah bersumpah tidak akan goyah hanya karena wanita apa lagi Yuja. Keputusan pria sepuluh ribu tahun membawanya ke tempat ini adalah benar. Ia lega setelah melihat Nona Lin ternyata tidak mati oleh belati di tangannya. Erion tidak pernah membunuh Nona Lin. Jika Nona Lin berniat membuat Erion merasa bersalah seumur hidupnya seperti yang ia alami selama ini adalah kekeliruan.
To be continued