Apa yang harus dipertahankan dalam hubungan persahabatan sedangkan hubungan cinta lebih berbicara tentang kedewasaan perasaan. Apalagi cinta sifatnya mengikat kedua pasangan dan saling mempertahankan hak kasih sayang.
Tetapi apakah mereka memahami penalaran cinta itu lebih jauh, bagai memahami satu kalimat yang memiliki ribuan arti yang sangat dalam. Seandainya cinta itu di terjemahkan dalam bahasa yang sempurna maka segala sifat yang berbau fisik tak menjadikannya abadi, namun apabila mereka memandang cinta itu sebuah eksistensial dimana tak terjamah oleh kelakuan indra, maka akan menikmati keabadian dalam cinta tersebut. Layaknya seorang pelaku agama yang tak mengetahui bentuk Tuhannya tetapi ia tetap melakoni segala urusan yang mendekatkan padanya.
Persahabatan adalah rintik hujan yang kadang dapat menenangkan, meski seperti itu tak di semua kejadian kedatangannya di harapkan. Lain dengan aura hubungan cinta, selalu dibutuhkan dalam segala waktu. Walau kadang tak terpahami kemunculan cinta di dalam hati, maka bisa di artikan pula seseorang yang mencintai akan memandang segala yang di tuju itu indah, cemburu jika ada yang lain mendekatinya, akan tertawa jika mengingat hal tentangnya.
Keesokan harinya di dalam ruang yang di banjiri ratusan mahasiswa dalam menikmati hidangan jam istirahat mereka, Eiji dan ketiga sahabatnya tak pernah lekat di lingkaran satu meja kantin bersama.
Siapa lagi jika tidak Nicholas yang selalu bercerita tentang keanehan kehidupannya, ia menjelaskan kemarin malam melihat bintang bertabrakan satu sama lain. Ia pun merasa bahwa hanya dia yang di perlihatkan hal langka tersebut hingga ia artikan bahwa segera lagi ia akan mendapatkan jodoh di antara orang terdekat dengannya.
Tentu matanya melirik ke arah wanita bergincu tebal di depannya, tak lain itu Kayshifa. Wanita yang selalu ia idam-idamkan meski planet ini musnah. Entah kebohongan apalagi yang Nicholas ceritakan pada mereka, yang pasti Kayshifa tidak suka cara Nicholas merayunya. Meski pun ada mukjizat Nicholas berubah drastis menjadi bijak atau pendiam, reputasinya di mata Kayshifa masih sangat buruk, walau ia membawakan harta sebesar kejayaan Sulaiman, Kayshifa tak akan secuil pun menerima cintanya.
Meski demikian cinta Nicholas tak pernah di tanggapi oleh Kayshifa, tak membuat relung hatinya yang selalu di sakiti sedikit pun mundur dalam melumpuhkan hati Kayshifa. Katanya “Jika cinta itu membuat i***t maka jangan terlalu heran sebab cinta itu sedang bekerja.”
Hanya saja cara yang dilakukan Nicholas itu terlalu buruk seperti cara bayi memakan sarapan buburnya, sangat berantakan. Ia tak melihat prosa dalam merayu atau memikat hati seperti cerita yang terkenal kedewasaan cintanya Romeo dan Juliet. Kadang ia berbicara rela, esoknya ia mengatakan enggan, bagai tak memiliki prinsip hidup yang harus selalu di genggam. Apalagi Kayshifa adalah wanita cantik yang selalu memperhatikan apa pun sedetail mungkin. Jangankan mengingat harga setumpuk tiap baju di lemari yang ia beli setahun lalu, kelompok semut hitam yang melintas di depannya saja ia tahu jumlahnya.
Kedua temannya itu bagai seorang pelawak oleh Eliosia, ia selalu melepaskan tawanya saat melihat tingkah mereka. Nicholas per detiknya selalu meluncurkan kalimat rayu baru pada Kayshifa sedang Kayshifa selalu menutup telinga bahkan sampai geregetan oleh kalimat rayu basi Nicholas padanya.
Lalu Eliosia menengahi keleluconan mereka, ia mengembangkan satu pertanyaan “Siapa yang kamu cinta?” yang ia tanyakan pada Nicholas dan Kayshifa. Tapi tak adil jika Eiji tak ikut dalam permainan sederhana ini. Sahut Nicholas berakal bulus. Dalam pikirannya, jika Eiji ikut dalam permainan ini maka ia akan mengatakan cinta terhadap Eliosia. Itu artinya ia leluasa mengembangkan cintanya pada Kayshifa, sebab Kayshifa akan sangat kecewa jika mendengar jawaban Eiji.
Pertama Nicholas, “Siapa yang kamu cinta?” tanya Eliosia. Tentu jawabannya kalian tahu sendiri, bahwa ia sangat mencintai Kayshifa meski planet ini runtuh. Jawaban itu membuat Eliosia tertawa.
Kedua, Eliosia memandang pada Eiji yang memandanginya dari tadi. “Siapa yang kamu cinta Eiji?” tanya Eliosia tersenyum dan rada pelan.
Ini yang paling gawat, Eiji tak bergerak dan menjawab. Ia tak henti-hentinya hanya memerhatikan Eliosia yang duduk di depannya, ia nikmati kata demi kata yang keluar dari sela bibir Eliosia. Memandangi halus rambutnya, alis tebalnya, kelopak matanya, dan semua ia bayangkan menawan tentang Eliosia.
Senyuman dan keriangan Eliosia membuatnya semakin lelap dalam imajinasi yang liar. Andai saja ia waktu itu berhasil mengeluarkan ruh jahat dalam dirinya tentu di detik yang lalu ia akan mengatakan cinta pada Eliosia. Bukan hanya cinta tetapi sangat amat cinta, tak ada awal dan akhirnya. Cintanya esa pada Eliosia.
Lalu mempunyai keturunan sehat dan bahagia, menghabiskan waktu satu setengah jam perbandingan antara kehidupan di bumi dan di surga bersama Eliosia. Akan tetapi takdir bersifat mutlak, itu tak bisa di rubah sekalipun meminum obat penawar dari seorang profesor dunia. Dari itu status Eiji sebagai manusia serigala sangat terbatas mengatakan cinta pada Eliosia. Ia tidak ingin menjadikan wanita kecintaannya menjadi satu rupa jelmaan dengannya.
“Sepertinya Eiji telah dirasuki jiwa asmara sedang Eliosia adalah Dewi Afrodit yang membius mata hatinya,” ucap Nicholas mengompori.
Tergambar sudah rasa di dalam hati Kayshifa. Rupa menawan wajahnya mengisut seketika setelah mendengar kalimat menjengkelkan keluar dari sela bibir Nicholas tadi. Tiba-tiba Kayshifa bangkit dan mendorong keras kursi yang ia duduki sambil mengucapkan kejengkelannya terhadap tingkah Eiji yang drastis berubah.
Biasanya Eiji selalu menjaga tata krama dimana dan dengan siapa pun dia berbicara, ia biasanya dalang bagi setiap permasalahan yang ada tanpa mengurangi nilai-nilai keadilan untuk menuntaskannya. Namun kali ini seperti memang benar apa yang di katakan Nicholas padanya, tak terasa s*****a lawan menusuk tubuhnya jika ia masih memandangi wajah membahagiakan Eliosia. Segala di sekitarnya tak ia perhatikan selain gerakan yang di munculkan Eliosia.
Kayshifa mulai tadi minggat akibat kejengkelannya padanya tak ia ketahui meski Kayshifa telah melontarkan kalimat asing yang jarang ia keluarkan sebelumnya. Patah hati Kayshifa melebihi batas laut Teberau saat di guncangkan oleh tangan Musa. Bisa-bisa jika ia lampiaskan amarahnya pada planet ini maka akan terjadi bencana.
“Kamu mau kemana?” tanyanya pada Nicholas yang mengikutinya dari belakang. Sedang wajah Eliosia tak terlihat anggun lagi melainkan otot dahi di sekitarnya seperti membentuk ledakan petir di malam hari. Jangan sekali-kali mendekat padanya, air mata yang menetes kecil di pipinya akan mengantarkannya pada kemurkaan jika ia merasa terganggu. Bisa saja jika Nicholas datang sebagai penyejuk akan menjadi babak belur akibat kepalan tangannya yang murka.
Nicholas berusaha mengejar Kayshifa hingga ia dapatkan tangan kanannya. Kali ini ia berkata serius “Lihat aku Kayshifa. Apakah kamu tidak memahami bahwa aku selalu ada untukmu.”
“Bahkan jika hari ini kamu membunuh ku, aku akan menerimanya asal kamu ingin mengatakan cinta pula padaku. Aku ini cinta padamu, sungguh!”
Akibat ketulusan ucapan itu, api di dalam jiwa Kayshifa perlahan padam dan seakan pula menariknya untuk mendekap dalam pelukan Nicholas. Mungkin tak bisa ia bendung lagi deru tangisan yang menyayat hatinya hingga ia menginginkan sebuah bendungan untuk menampung air matanya. Yang jelas pria satu-satunya yang peduli saat ini terhadapnya adalah Nicholas, maka akankah ia akan melupakan segala kebenciannya pada Nicholas lalu membuka tirai hatinya untuk Nicholas?
Kayshifa kemudian menjawab “Tidak, aku tidak akan termakan bualan murahan mu.” Lalu lari pergi meninggalkan Nicholas sendiri.