궁전에서 황혼 (Gungjeon-eseo Hwanghon/Twilight at the palace)
~THE RED MOON~
Atas permintaan khusus sang Ratu, Yeon Hwa menjalani pelatihan pernikahan secara khusus di istana selama beberapa hari. Hal ini jelas menjadi sesuatu yang langka, terlebih jika mengingat status Yeon Hwa hanya akan menikahi seorang Pangeran Agung.
Karena Pangeran Agung Hyoyeom adalah putra satu - satunya Ratu Park, maka Raja Munhyeong memberikan izin agar sang Ratu mengenal lebih dekat calon menantunya. Tapi, setelah beberapa hari tinggal di vila istana, belum sekalipun Ratu Park menampakkan batang hidungnya.
Seorang dayang senior tersenyum tipis memperhatikan Yeon Hwa yang membungkuk sempurna untuk memperagakan salah satu proses adat pernikahannya nanti. Gadis bangsawan itu tidak terlihat kesulitan melakukannya meski menggunakan gaun pernikahannya--hwalot-- yang cukup berat.
"Agasshi melakukannya dengan sangat baik," puji Dayang Lee pada Yeon Hwa, setelah selesai melakukan pemeragaan prosesi pernikahan.
"Anda terlalu berlebihan memuji saya, Lee sanggung mamanim. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik," tukas Yeon Hwa sembari menundukkan kepala.
Dayang Lee tertawa kecil menanggapi balasan Yeon Hwa yang begitu sopan. Sungguh, dayang senior ini dibuat terpukau dengan kepribadian sang calon putri agung tersebut.
"Karena anda melakukan pelatihan dengan sangat baik. Saya mengizinkan anda memiliki waktu luang sampai sore. Udara secerah ini sayang jika dilewatkan begitu saja."
Setelah berkata seperti itu, Dayang Lee beranjak dari tempatnya, meninggalkan Yeon Hwa sendiri di ruangan. Begitu pintu ruangan kembali tertutup, Yeon Hwa memekik senang karena ia memiliki waktu bebas. Sudah sejak lama ia ingin berkeliling melihat istana.
Dayang Lee yang ternyata masih berada di depan pintu masuk yang tertutup, menoleh dengan kurva melengkung menghias romannya. Hati dayang senior tersebut menghangat mendengar pekik kegirangan sang calon putri. Di balik sikap anggun nan pendiamnya, Min Yeon Hwa bisa bersikap sedikit kekanak - kanakan.
"Temani agasshi jika ia ingin berjalan - jalan sore. Pastikan ia tidak ditinggal sendirian," pesan Dayang Lee pada dua dayang muda di dekatnya.
~THE RED MOON~
Lima belas menit kemudian, Yeon Hwa benar - benar memanfaatkan waktu bebasnya untuk berkeliling istana. Gadis itu terpukau dengan keindahan serta suasana istana. Sungguh, ia tak pernah membayangkan jika ia berkesempatan untuk menjejakkan kaki di tempat terindah di Joseon.
Senyum kembali merekah diikuti pandangan berbinar kala Yeon Hwa akhirnya sampai di Paviliun Gyeonghaeru--tempat biasa dimana jamuan kerajaan dilakukan. Tak hanya megah, suasana lingkungan sekitar paviliun sangat indah, terlebih di waktu sore hari seperti sekarang.
Pantulan sinar mentari yang hendak terbenam, membiaskan permukaan air danau hingga terlihat keemasan. Menurut Yeon Hwa tempat ini adalah tempat favoritnya di istana.
"Area ini termasuk ke dalam area Paviliun Gyeonghaeru. Biasanya, jeonha atau jungjeon mama akan menggelar jamuan kerajaan di sini, agasshi," sahut dayang yang menemani Yeon Hwa berkeliling istana.
"Tempat ini sangat indah..." gumam Yeon Hwa dengan mata tak jemu memandangi sekitarnya.
Suara derap langkah di belakang, membuat perhatian Yeon Hwa beralih. Tepat sebelum Yeon Hwa menyadari siapa yang melangkah dekat, dayang yang menemani Yeon Hwa memberikan peringatan.
"Agasshi, silakan segera menurunkan pandangan anda. Saat ini sejabin mama tengah mendekat ke arah kita."
Tepat ketika Yeon Hwa mengangguk dan bersiap menunduk, sebuah pengumuman nyaring diikuti derap langkah yang terdengar semakin dekat.
Putri Mahkota Kang melangkah menuju istana timur, ia baru saja selesai menemani Ratu Park melakukan inspeksi harian pada bagian dapur istana. Namun, ekor matanya menangkap sosok feminim yang entah bagaimana menarik perhatiannya. Hingga, Putri Mahkota Kang melambatkan langkahnya dan berhenti tepat di depan sosok tersebut.
Sadar dengan kehadiran Putri Mahkota Kang di hadapannya, Yeon Hwa diikuti dayang muda di sisinya, segera membungkuk hormat. Bahkan, Yeon Hwa tak mengangkat sorot pandangnya meski hatinya tergelitik untuk mengetahui sosok Putri Mahkota Kang yang termasyhur kecantikannya di luar istana.
"Aku baru pertama kali melihatmu di istana. Siapa kau?"
Kang Hye Sun tak bisa mencegah diri untuk tak menanyakan identitas gadis di depannya. Rasa penasaran yang begitu besar, mendorongnya melakukan tersebut. Padahal, Hye Sun selama ini terkenal dengan sikapnya yang dingin bahkan terkesan acuh di istana.
"Beliau adalah putri dari keluarga Min yang sedang mengikuti pelatihan atas permintaan khusus jungjeon mama, mama," jawab si dayang berusaha menjelaskan identitas Yeon Hwa pada Putri Mahkota Kang.
Alis Hye Sun sedikit terangkat mendengar jawaban tersebut. Hye Sun sedikit tak paham untuk apa gadis bangsawan mengikuti pelatihan di istana. Berdasarkan sepengetahuannya, ibu mertuanya--Ratu Park-- tak menyelenggarakan pelatihan. Belum sempat berkata, Dayang Kim sudah bersuara lebih dulu.
"Agasshi adalah calon putri pendamping untuk Hyoyeom daegun, sejabin mama. Beliau sementara tinggal di istana atas permintaan jungjeon mama," jelas Dayang Kim.
Mendengar kata calon putri pendamping disebutkan membuat hati Hye Sun berdenyut nyeri. Perlahan, warna sedikit menghilang bersamaan dengan hatinya yang tercabik menyadari sosok di depannya.
Dengan nafas yang sedikit memburu, Putri Mahkota Kang berusaha mengatakan sesuatu. Rasa penasaran yang besar mendorongnya ingin melihat dengan baik paras yang kelak akan bersanding dengan lelaki yang ia cintai.
"A-angkat wajahmu, aku ingin melihatmu lebih baik," perintah Hye Sun pada Yeon Hwa.
Detik dimana Yeon Hwa mengangkat wajahnya, Hye Sun seakan merasa dunianya runtuh. Hye Sun merutuki rasa penasarannya setelah mengetahui sosok Min Yeon Hwa secara nyata.
~THE RED MOON~
Tubuh Hye Sun meluruh ke lantai begitu pintu ruangannya tertutup, menyisakan dirinya sendiri. Kedua kakinya tak lagi sanggup menopang tubuh, membuatnya terenyak begitu saja di lantai.
Perjalanan dari Paviliun Gyeonghaeru menuju Istana Timur terasa begitu jauh baginya. Hye Sun menyesali keputusannya yang mengambil rute melewati Paviliun Gyeonghaeru. Niat Hye Sun yang hendak menyegarkan pikiran berubah menjadi petaka sesaat setelah bertemu Min Yeon Hwa--sosok pendamping Yeol kelak.
Pikiran Hye Sun kembali memutar bagaimana sosok Yeon Hwa yang ia temui. Ia sempat berpikir bahwa Yeol jelas tak akan berpaling darinya meski telah menikah nanti. Namun, bertemu dan berhadapan dengan Yeon Hwa jelas memupuskan anggapan Hye Sun yang begitu egois bahwa Yeol tak akan berpaling darinya.
"Kenapa harus gadis seperti itu yang menjadi pendampingmu?" ujar Hye Sun pelan dengan airmata yang perlahan meluruh di pipinya.
Binar mata yang begitu cerah, pipi bersemu merah, sepasang mata hazel, tak ketinggalan pilinan bak pita hitam pekat yang memahkotai kepala, membuat rupa seorang Min Yeon Hwa terlihat manis nan bersahaja, yang tak akan membuat jemu siapapun yang memandang. Sungguh, sosok yang bisa memikat bukan dengan kecantikan namun aura lembut yang memancar dari parasnya.
Hye Sun seakan merasa kalah telak menyadari Yeol lambat laun akan jatuh hati pada Yeon Hwa. Hye Sun sangat yakin, intuisinya tak akan salah karena ia sangat mengenal baik karakter Yeol.
Di tengah ketakutan dan kekalahan telak yang ia rasakan, Hye Sun tak menyadari pengumuman kedatangan di ruangannya. Bahkan hingga sosok tersebut sudah berada di belakangnya, Hye Sun tetap tak beranjak sedikitpun.
Yi Hyul mengernyitkan dahi melihat Hye Sun yang bergeming di tempatnya. Emosi sempat merayapi permukaan hati, tapi gejolak itu surut menyadari bahu istrinya bergetar seperti sedang menangis. Panik, Hyul bergegas mendekati Hye Sun dan membalikkan tubuh feminim tersebut.
"Bingoong? Kenapa kau menangis?" tanya Hyul yang sangat terkejut mendapati paras Hye Sun bersimbah airmata.
Hye Sun yang terkejut mendapati kehadiran suaminya, tak lantas bisa menghentikan tangisnya. Sebaliknya, airmata terus mengalir. Hal ini jelas malah semakin membuat Hyul panik.
Pria berjubah biru dongker itu menarik Hye Sun ke dalam rengkuhannya. Tindakan itu malah membuat tangis Hye Sun semakin kencang.
"Siapa yang berani membuatmu menangis seperti ini,bingoong?" tanya Hyul lagi, sembari menepuk lembut punggung istrinya. Meski pertanyaan yang ia lontarkan tak kunjung mendapat jawab dari istrinya.
~THE RED MOON~
Pantulan cahaya jingga di permukaan danau istana, seakan membius perhatian Yeon Hwa. Tak sedikitpun ia bergeming dari tempat duduknya saat ini.
Embusan angin sore yang membelai paras, seakan menambah suasana syahdu. Di tempat ia duduk, Yeon Hwa terus memikirkan sikap yang diperlihatkan Putri Mahkota Kang beberapa saat lalu. Ia tak mengerti ada awan mendung kala balas menatap tatapan sang Putri Mahkota.
Pikirannya tersentak kala ia mendengar suara derak ranting tepat di belakangnya. Sontak, Yeon Hwa berbalik dan terbelalak mendapati seorang pemuda dengan raut familiar, tengah berdiri di belakang dengan ekspresi yang tak kalah terkejut seperti dirinya.
Keheningan seakan membius Yeon Hwa maupun pemuda tersebut selama beberapa menit. Tanpa sepatah kata, keduanya tersesat dalam pemikiran masing - masing. Di bawah langit jingga Joseon, Min Yeon Hwa dan Yi Yeol kembali bertemu di tempat yang tak pernah terduga.
~THE RED MOON~
Korean Glossary
Hwalot; gaun upacara pernikahan yang biasa dikenakan putri kerajaan ataupun gadis bangsawan, dengan detail yang lebih semarak dan mewah dibandingkan wonsam. Gaun berwarna merah maroon dikenakan bersama hwagwan (tiara kecil)
Agasshi: Nona-- panggilan untuk gadis bangsawan
Sanggung: Dayang peringkat 5 Junior, atau bisa dikatakan dayang tertinggi yang biasanya melayani langsung seorang anggota keluarga kerajaan atau memimpin sebuah departemen kerja di harem istana. Sapaan hormat yang digunakan oleh dayang peringkat rendah yaitu mamanim
Jeonha: Yang Mulia, formalitas khusus pada Raja
Jungjeon Mama: Yang Mulia Ratu
Sejabin Mama: Yang Mulia Putri Mahkota
Mama: Yang Mulia-- formalitas yang biasa ditujukan pada anggota keluarga kerajaan.
Daegun: Pangeran Agung--Putra Raja yang terlahir dari seorang Ratu.
Bingoong: Permaisuri Istana-- Istilah lain yang bisa digunakan pada Putri Mahkota, menggunakan formalitas Mama atau Manura.
~THE RED MOON~