Akhtar menghubungi Rebeca keesokan harinya. Ia berkata Giana sudah memberitahunya tentang Derian dan ia ingin mendengar kebenaran secara langsung. Rebeca meminta bertemu di kafe yang netral. Akhtar menyetujuinya.
Rebeca datang dengan sikap tegang. Ia tahu pembicaraan ini akan sulit. Akhtar tidak berteriak atau mengancam. Ia hanya bertanya sejak kapan hubungan Giana dan Derian berlangsung.
Rebeca menjelaskan bahwa mereka mulai dekat beberapa bulan sebelumnya. Giana sering mengeluh tentang Akhtar yang terlalu sibuk. Derian mendengarkan dan memberi perhatian. Awalnya Rebeca menganggap itu hanya persahabatan, tetapi ia kemudian mengetahui mereka bertemu berdua.
'Aku pernah bilang kepada Giana agar berhenti,' kata Rebeca. 'Tapi dia marah dan bilang aku tidak mengerti.'
Akhtar bertanya apakah hubungan itu masih berlangsung. Rebeca menjawab ia tidak tahu semua detail, tetapi Giana pernah mengatakan sudah mengakhirinya sebelum tahu sedang hamil.
'Kamu yakin?'
Rebeca berkata ia terakhir melihat mereka bersama beberapa waktu lalu. Ia tidak bisa memastikan kapan hubungan itu benar-benar berakhir. Akhtar menutup mata sejenak. Ia merasa sakit mendengar fakta itu, tetapi ia tidak ingin melampiaskan kemarahan pada Rebeca.
'Kenapa kamu memberi tahu Giana tentang saya dan Kalina?' tanyanya.
Rebeca mengakui ia melihat mereka di mobil dan mengirim foto kepada Giana. Ia tidak tahu konteksnya dan mengira Giana perlu tahu. Akhtar berkata foto itu memicu pertengkaran, tetapi Rebeca menjawab bahwa ia hanya menunjukkan apa yang ia lihat.
Akhtar berkata ia tidak menyalahkan Rebeca sepenuhnya. Ia yang bertanggung jawab atas tindakannya. Namun ia berharap Rebeca tidak lagi menyebarkan cerita tanpa memahami konteks.
Rebeca meminta maaf jika tindakannya memperburuk keadaan. Ia berkata ia mengira sedang melindungi temannya. Akhtar menerima permintaan maaf itu, tetapi ia tetap merasa bahwa kepercayaan dalam rumah tangganya sudah rusak.
Setelah pertemuan, Akhtar menghubungi Toni dan meminta jadwal konsultasi dengan pengacara keluarga. Toni bertanya apakah keputusan itu sudah final. Akhtar menjawab ia ingin memahami opsi dan kewajiban hukum sebelum membuat keputusan. Ia tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa atau mengabaikan hak Giana dan anak.
Toni mencarikan beberapa jadwal. Akhtar meminta pertemuan privat dan memastikan tidak ada informasi yang dibagikan ke kantor. Ia juga meminta Toni menyimpan dokumen perusahaan terpisah dari urusan pribadi.
Giana mengetahui Akhtar menemui Rebeca. Ia bertanya apa yang dibicarakan. Akhtar menjelaskan bahwa Rebeca membenarkan pernah ada hubungan itu, tetapi tidak dapat memastikan kapan pertemuan mereka berhenti. Giana menunduk. Ia merasa malu karena rahasianya kini diketahui lebih banyak orang.
'Aku tidak akan menceritakan ini kepada siapa pun tanpa persetujuanmu,' ujar Akhtar.
Giana mengucapkan terima kasih. Ia bertanya apakah Akhtar akan mengajukan cerai. Akhtar menjawab ia ingin berkonsultasi dulu agar mereka memahami hak dan tanggung jawab terhadap anak.
'Kamu ingin berpisah?'
Akhtar berkata ia merasa pernikahan mereka telah berakhir secara emosional, tetapi ia tidak ingin memutuskan tanpa pembicaraan yang matang. Giana menangis. Ia berkata mungkin mereka memang sudah terlalu jauh.
Di apartemen, Kalina menerima kabar bahwa cutinya akan segera berakhir. Ia membalas Toni bahwa ia siap mulai bekerja di divisi baru setelah cuti, dengan sisa serah terima yang sudah dialihkan. Ia tidak tahu apa yang terjadi antara Akhtar dan Giana. Ia hanya ingin fokus pada pekerjaannya.
Akhtar menemui pengacara keluarga yang direkomendasikan Toni. Ia datang sendiri dan membawa dokumen pernikahan serta informasi dasar tentang kehamilan Giana. Pengacara menjelaskan proses perceraian, hak masing-masing pihak, dan tanggung jawab orang tua setelah berpisah.
Akhtar bertanya bagaimana memastikan Giana dan bayi tetap mendapat dukungan finansial. Pengacara menjelaskan beberapa pilihan dan menyarankan mereka membicarakan kesepakatan secara terbuka. Akhtar berkata ia tidak ingin menggunakan uang untuk mengontrol Giana, tetapi ingin memastikan kebutuhan anak terpenuhi.
'Anda perlu memisahkan rasa bersalah dari kewajiban hukum,' kata pengacara. 'Buat keputusan berdasarkan kepentingan anak dan komunikasi yang jelas.'
Akhtar mencatat semua hal. Ia bertanya apakah mereka perlu menjalani pemeriksaan paternitas. Pengacara berkata itu keputusan pribadi dan perlu dibicarakan dengan Giana serta dokter. Akhtar akan membicarakan pemeriksaan setelah kelahiran dengan Giana dan tenaga kesehatan. Ketidakpastian itu tidak akan dijadikannya alasan menunda kebutuhan kehamilan atau perawatan bayi.
Setelah konsultasi, Akhtar menemui Toni. Ia mengatakan kemungkinan besar ia akan berpisah dari Giana, tetapi belum mengajukan apa pun. Toni bertanya apakah Akhtar sudah yakin. Akhtar menjawab ia tidak ingin bertahan hanya karena anak, tetapi ia akan tetap menjadi ayah yang hadir.
'Pastikan Giana tahu kamu tidak akan meninggalkan anak,' kata Toni.
'Saya akan bicara dengannya.'
Malam itu, di rumah Amalia, Hadi bertanya kepada Akhtar apakah ia sungguh ingin berpisah atau sedang bereaksi terhadap pertengkaran di apartemen. Akhtar menjawab ia sudah memikirkan hal itu sejak lama. Mereka berusaha mendekat lagi, tetapi kepercayaan dan perasaan mereka telah berubah. Hadi berkata jika itu keputusan akhirnya, ia harus melakukannya dengan hormat dan tidak menyalahkan Kalina. Akhtar berjanji tidak akan.
Amalia meminta Akhtar memastikan Giana tetap mendapat dukungan keluarga. Akhtar berkata ia tidak akan menghalangi Giana bertemu siapa pun dan akan hadir dalam pemeriksaan. Amalia menasihatinya agar tidak menjanjikan hal yang tak dapat ia tepati. Akhtar berkata ia akan membuat jadwal dan tanggung jawab yang jelas.
Sebelum Akhtar pulang dari rumah Amalia malam itu, Giana mengambil ponselnya. Ia menawarkan menunjukkan pesan terakhir yang dikirim kepada Derian. Akhtar bertanya apakah ia sungguh ingin melakukannya atau merasa harus memberikan seluruh isi ponsel agar dipercaya. Giana mengatakan ia hanya ingin memperjelas satu hal yang telah ia akui.
Pesan itu bertanggal sebelum pemeriksaan yang mengungkap kehamilan. Di dalamnya Giana menuliskan bahwa hubungan mereka harus berhenti. Ia memperlihatkan bagian tersebut, lalu menutup percakapan dan memblokir nomor yang sudah tidak digunakannya untuk berkomunikasi. Akhtar tidak meminta membuka pesan lain.
'Ini tidak menjawab pertanyaan tentang bayi,' katanya pelan.
'Aku tahu. Kita akan mencari kepastian setelah lahir. Aku tidak ingin kamu hanya disuruh percaya.'
Akhtar mengangguk. Ia memastikan Giana tetap mendapatkan dukungan selama mereka menunggu. Ia tidak membawa ponsel itu atau meminta salinan untuk diperlihatkan kepada keluarga. Giana menyimpannya kembali, mengetahui bahwa satu tindakan jujur belum cukup mengembalikan kepercayaan, tetapi setidaknya kali ini ia tidak menunda menjawab.