Bill bisa sedikit bernafas lega.setidaknya ia kini bisa keluar dari rumah itu.meskipun sebenarnya ia merasa berat untuk meninggalkan bibi Joanna seorang diri di rumah, apalagi dengan peristiwa yang baru saja terjadi.
tentu itu akan terasa berat untuk bibinya itu.
namun ia memang harus melakukan itu.bukan karena ia tak perduli dengan kondisi sang bibi,atau karena ingin menghindar dari Kenyataan.tapi,semua itu ia lakukan demi kebaikan sang bibi.
Bill terus melangkahkan kakinya menyusuri malam yang terus merambat membawa serta dingin dan gelap yang mendekap dunia.
tubuh lelahnya ia arahkan ke tepi jalan.
"Marco sedang kerja.. sepertinya rumah Luke adalah tujuanku satu satunya..".
gumam bill di dalam hati.
tak lama ia berdiri di tepi jalan,tiba tiba bus yang ia tunggu pun sampai.dengan segera ia naik ke dalam bus yang hanya berisi tiga penumpang saja.
bus terus melaju,menembus jalanan kota yang masih tetap ramai oleh kendaraan yang lalu lalang.
dua puluh menit telah berlalu.Bill pun akhirnya sampai di tempat yang ia maksud,rumah Luke.
sebuah rumah berlantai satu yang tak terlalu besar.rumah itu terletak di perkampungan di pinggiran kota Venue.
suasana di tempat tinggal Luke itu terlihat tak begitu ramai.mungkin karena waktu yang sudah larut.
Bill berjalan menuju rumah Luke.
"tok!tok!".
"Luke!ini Bill".
Bill mencoba memberitahu kedatangannya.
tak ada jawaban.
"tok!tok!".
Bill kembali mengetuk pintu.namun tetap saja tak ada respon.
"kemana Luke?".
Bill celingukan.
ia mengedarkan pandangannya ke beberapa penjuru,berharap akan menemukan seseorang yang bisa ia tanyai.
namun semua tampak sepi karena malam memang mulai larut.
tinggal di tempat yang penduduknya mayoritas bekerja sebagai pekerja kasar,membuat lingkungan tempat Luke tinggal jika malam menjelang,tampak sepi.itu mungkin karena warganya memilih untuk istirahat.sebab saat siang hari mereka harus bekerja keras selama sehari penuh.
Bill masih mondar-mandir di teras rumah Luke.
ia gelisah.
tubuhnya sudah begitu letih.matanya juga sudah mulai mengantuk.sesekali mulutnya juga tampak menguap.
"ah..kenapa tak terpikirkan untuk telpon Luke ya?".
"aku ini memang pay**..".
ucap Bill pada diri sendiri.
dengan segera iapun mengeluarkan ponsel yang tersimpan di saku celana jeans yang ia kenakan.
"hallo!".
"hai..".
"whats up bro?".
suara Luke terdengar ramah di ujung telpon.
"Luke?".
"yah..apa yang membuat kau menelpon ku se larut ini Bill?".
mendengar kata'se larut 'yang di ucapkan Luke, Bill melirik arloji di pergelangan tangannya,pukul sepuluh lebih tiga puluh delapan menit.
"oh,tidak.aku....aku saat ini ada di teras rumahmu...".
jawab Bill,datar.
"what's??!".
Luke terkejut mendengar ucapan Bill.
"wait!wait!..".
"kau ada di rumahku?".
tanya Luke, penasaran.
"ya!".
"e..e...tapi..kami sedang tidak di rumah Bill...".
"sorry.".
Luke terdengar merasa tak enak.
"oh..tak apa Luke.".
seloroh Bill cepat.
ia tak ingin Luke menjadi bertambah merasa tak enak.
"maaf,apa kau....kau akan menginap di rumahku?".
tanya Luke dengan hati hati.ia takut pertanyaannya itu menyinggung hati Bill.
"oh..tidak luke.aku hanya merasa bosan,jadi..aku pikir aku ingin mencari teman ngobrol saja...".
lagi lagi Bill berbohong.
"okay...kalau begitu...".
Luke sedikit lega,meski ia sebenarnya tidak sepenuhnya percaya pada alasan yang Bill utarakan.
"e..kau telpon Marco saja,tanyakan apa dia ada di rumah.jika ada,kau bisa ke rumahnya...".
saran Luke.
"Marco sedang bekerja.dia menggantikan ku malam ini..".
"maaf Bill.aku benar benar merasa tidak enak.jika aku tau kau akan ke rumahku...aku...aku pasti tidak akan ikut kemari...".
Luke benar benar merasa bersalah.meski Bill telah mengatakan alasannya datang ke rumah Luke,namun sesungguhnya luke tahu Bill sedang berbohong.
ia tahu,saat ini sahabatnya itu sedang tidak baik baik saja.Bill mungkin sedang menghadapi suatu masalah.dan ia sedang butuh orang untuk berbagi.
"pemuda yang malang..".
ucap Luke dalam hati.
****
Ronald Shop.
"malam Marco...".
"hei..kau??!".
Marco yang sedang sibuk melayani pembeli,tiba tiba di kejutkan oleh suara seseorang yang tak asing baginya.
"Bill??!".
"aku akan tidur di gudang malam ini..".
ucap Bill,lesu.
"e..e..tapi...?".
Bill terus ngeloyor,ia tak perduli lagi pada apa yang hendak Marco ucapkan.matanya sudah terasa sangat berat,dan tubuhnya pun sudah terlalu letih.
ia terus berjalan menuju gudang toko yang terletak di belakang ruang utama.
"hei Bill!!".
suara Marco terdengar agak keras memanggil Bill yang terus berlalu.
"ah pemuda kony**".
gerutu Marco.
ia pun kembali sibuk dengan aktivitasnya.
sedang Bill kini telah sampai di dalam gudang toko.
ruangan itu sebenarnya cukup besar,hanya saja karena di tempat itu diletakkan banyak stok barang dagangan,jadilah ruangan itu terlihat sempit.dan hanya menyisakan sedikit bagian pada sudutnya.
di bagian itu ada sebuah kasur busa tipis dengan satu bantal dan selimut tipis di atasnya.
suasana tak nyaman makin terasa lantaran tak ada pendingin udara di ruangan itu.hawa panas dan pengap pun merajai tempat itu.
Bill tak perduli.
ia segera membersihkan kasur tipis itu.
dan dengan segera ia merebahkan tubuhnya di atas kasur itu.
"ahh...!!".
rasa lega langsung terasa di hatinya.
malam ini ia setidaknya akan bisa tidur dengan nyenyak.dan ia berharap segala permasalahan yang tengah menimpanya akan hilang sejenak,terbawa oleh mimpi indah yang mungkin akan hadir di dalam tidurnya.
semoga.
****
"selamat pagi tuan..!".
seorang pria paruh baya menyapa Bill dengan ramah.
Bill yang masih setengah mengantuk melihat ke arah pria itu dengan sekilas.
pria berpakaian rapi itu bergegas menuju ke arah jendela.dan dengan sigap ia membuka tirai yang menutup jendela kaca itu.
dan ketika tirai dibuka,cahaya mentari pagi yang hangat langsung merangsek masuk ke dalam ruangan itu.
Bill pun sontak menutup kedua bola matanya dengan lengan kanannya,lantaran cahaya mentari itu terasa menyilaukan.
"tuan tidur nyenyak semalam?".
tanya pria itu sambil berjalan kembali ke arah Bill yang masih duduk di atas tempat tidur.
Bill bingung.
dimana ia sekarang,kenapa ada orang yang memanggilnya tuan.tanya Bill dalam hati.
"tuan dan nyonya besar menunggumu di bawah.tuan muda pergilah mandi,dan setelah itu turunlah..!".
ucap pria itu dengan suara yang lembut.
"apa?tuan dan nyonya besar?".
tanya Bill,bingung .
"iya.tuan dan nyonya besar...".
tegas pria itu.
Bill bertambah bingung.
ia yang baru terbangun dari tidurnya itu mencoba mengingat-ingat kembali apa yang sedang terjadi.
bagaimana bisa ia tidur di tempat mewah layaknya kamar hotel berbintang.
"hei, bukankah aku tadi tidur di gudang toko??".
ucap Bill dalam hati.
ia akhirnya tersadar.
dan mulai mengingat apa yang sebelumnya ia lakukan.
"kenapa sekarang aku disini?".
"dan pria ini...siapa dia??".
"apa aku sedang bermimpi?".
"yah,mungkin aku sedang bermimpi.dan ini adalah sebuah mimpi indah Mungkin..".
"jangan takut Bill ini cuma mimpi..".
ucap Bill pada diri sendiri.
meski ia masih bingung apakah ia sedang bermimpi atau tidak,namun ia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
****