"The Erland Inc" sebuah perusahaan periklanan terbesar yang selalu menghasilkan iklan-iklan yang begitu terkenal dan viral. Menjadikan mereka sebagai salah satu perusahaan periklanan ternama di London, perusahaan yang telah berdiri sejak zaman perang dunia itu juga menjadi bukti bahwa The Erland Inc tidak takhluk dengan perubahan zaman yang semakin modern.
Banyak Iklan-iklan dan brand-brand terkenal yang bekerja sama dengan The Erland Inc saat ini. Di balik kesuksesan nama The Erland, seorang wanita bernama Maira Shopie yang merupakan Copywriter muda yang telah berkecimpung di dunia periklanan lebih dari 5 tahun memiliki pernah besar akan kesuksesan The Erland di era saat ini. Kemampuan Maira dalam membuat sebuah naskah yang inovatif membuatnya menjadi Ace di divisi nya. Meskipun dirinya baru bergabung bersama The Erland selama 3 tahun, Maira tetap dapat menunjukkan kemampuannya.
Banyak orang akhirnya memberikan julukan Si Gila Kerja pada Maira, dikarenakan dirinya yang tak pernah bermain-main jika menyangkut soal pekerjaan. Tak perduli siang atau malam, Maira bekerja keras dan menanggapi setiap proyek yang di berikan untuknya dengan sangat serius. Banyak Junior yang kagum akan etos kerja dan kreativitas yang Maira miliki namun wanita yang tahun ini berusia 33 tahun itu tampak tak perduli dengan julukan apapun yang di berikan padanya.
Senin kembali datang, setelah menghabiskan weekend dengan tidak menyenangkan Maira berjalan masuk ke gedung kantornya berusaha seolah-olah tak terjadi apapun.
"Raaaa..."
Hana berlari ke arah Maira dengan wajah sedih sambil menerikan nama Maira, bahkan teriakan Hana membuat seluruh orang yang ada di lobby menoleh ke arah mereka.
"Hana, ssttt..." Maira meminta Hana mengelilingi suaranya sambil meletakan telunjuknya di bibir.
Cepat-cepat Hana mengatup mulutnya begitu ia tiba di depan Maira, dan langsung mengandeng lengan Maira dengan manja.
"Ra, don't be too sad okay, that guy just another trash"
Maira tersenyum kecil mendengar ucapan Hana, kemudian mengangguk kecil.
"of course" jawab Maira.
Tukk.....
Tuk.....
Suara hak tinggi bergema memenuhi ruangan, seorang gadis cantik berambut pirang muncul dari balik pintu lobby sambil tersenyum ramah ke arah Maira dan Hana.
"Hai, Maira Shopie, right?" Sapa gadis cantik di samping mereka masih dengan senyum ramah di wajahnya.
"Y..ya..." jawab Maira ragu karena baru pertama kali bertemu dengan wanita di hadapannya.
"Alison Mayers, hope we will be a great team" Ujar wanita itu lalu memasuki lift yang terbuka.
Maira dan Hana masih terpaku di tempat mereka hingga pintu lift tertutup, terlihat lambaian tangan dari wanita bernama Alison sebelum pintu lift benar-benar tertutup.
"APA-APAAN ITUUU" Teriak Hana dengan wajah yang jauh lebih kaget dari Maira.
"Hana berisik" Madelyn yang baru datang menutup telinganya sambil menatap Hana sebal.
"Maddie, tadi...tadi..." Hana tergagap
Dig...
Pintu lift kembali terbuka, belum sempat Hana menyelesaikan pembicaraan mereka, Madelyn buru-buru mendorong wanita itu masuk ke dalam lift diikuti dengan Maira di belakang mereka.
Ketiganya yang baru sampai ke ruang kerja mereka tampak kaget begitu mata semua orang tertuju pada salah satu sudut ruangan. Karena hal itu mereka ikut menoleh ke arah semua orang melihat.
"Perkenalkan Alison Mayers, akan menjadi Desainer pengganti"
Semua orang mengangguk kecil dan bertepuk tangan menyambut Alison.
"Nona Mayers, meja anda di sebelah sana dan jika anda ingin bertanya bisa tanyakan pada Shopie yang duduk di sebelah anda" Tunjuk sang Creative Director pada sebuah meja kerja yang berada di samping meja kerja Maira.
"Terimakasih" ujar Alison masih dengan senyum ramah di wajahnya.
Sang Creative director meninggalkan mereka dan Alison berjalan mendekati meja miliknya sambil tersenyum ramah pada Maira dan Hana yang menatapnya dengan canggung.
"Kudengar Erland bersaudara sudah kembali dari Irlandia"
"Oh, pantas saja aku melihat beberapa orang atas tampak cukup sibuk"
"Yah mau bagaimana lagi, Eric Erland cukup menyeramkan"
"Kuharap aku tidak akan terlibat dengannya"
"Hahahaha"
Maira samar-samar dapat mendengar obrolan rekan kerjanya yang tampak tak begitu perduli dengan anggota baru yang sangat cantik itu. Gosip tentang kembalinya sang direktur tentu terdengar lebih menyenangkan untuk di bahas. Mencoba untuk kembali fokus Maira mengabaikan ucapan rekan kerjanya, Maira duduk di kursinya dan membenamkan dirinya pada layar komputer.
Tok...
Baru saja Maira hendak fokus pada pekerjaannya, suara ketukan kecil dari meja di sebelah menyapa dirinya. Wanita cantik itu tersenyum ke arah Maira sambil menunjuk ke ruang istirahat.
"Noan Shopie, bisa bicara sebentar?" ujar wanita itu dengan senyum menghiasi wajah cantiknya.
"Sure" jawab Maira cepat dan langsung beranjak dari tempat duduknya mengikuti langkah Alison di depannya.
Maira mengikuti Alison masuk ke ruang istirahat dan langsung menutup pintu ruangan.
"Nona Shopie, saya banyak mendegar tentang kemampuan anda bahkan dari sebelum saya masuk ke perusahaan ini" Alison memulai pembicaraan mereka bahkan sebelum Maira duduk di sofa yang ada di hadapan Alison.
"Terimakasih atas pujiannya, hanya saja saya merasa kalau apa yang orang-orang katakan tentang saya sangatlah berlebihan" ujar Maira dengan nada datar.
Alison tertawa kecil mendengar nada bicara Maira yang terasa monoton itu.
"Kau bahkan tidak tersenyum sama sekali padahal aku sudah memujimu dengan begitu tulus"
Maira memiringkan kepalanya tak mengerti.
"Saya berterimakasih dengan tulus"
"Hahahaha...."
Tawa Alison semakin pecah karena kembali mendengar jawaban monoton dari wanita di hadapannya.
Maira yang tak mengerti dengan alasan kenapa Alison tertawa seperti itu hanya terdiam dan menatap wanita itu dengan wajah datar seperti biasanya.
"Maira, boleh aku memanggilmu begitu?"
"Tentu saja, jika itu membuatmu nyaman"
"Kalau begitu panggil aku Alison, kau juga harus bersikap nyaman denganku karena kita adalah rekan kerja"
"..." Maira tak menjawab dan hanya mengangguk ringan.
Bak robot yang di setting Maira selalu menanggapi Alison dengan monoton dan datar. Meskipun begitu Alison tampak tak memperdulikan hal itu, ia terlihat begitu senang setiap kali Maira menjawab setiap ucapannya.
"Baiklah, aku tidak mau berbasa-basi, jujur saja aku sangat menyukai hasil kerjamu, semua orang tahu tentang iklan jam tangan yang naskahnya di buat olehmu karena itu aku ingin mengajakmu bergabung dengan tim ku"